GazanaPublika.com, Pandeglang – Penutupan giat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mathlaul Anwar (Unma) Banten 2024 resmi dilaksanakan dengan meriah, bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Unma, Banten di Pandeglang, Kamis kemarin (29/08/2024). Giat penutupan itu bagian puncak dari serangkaian acara yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN selama satu bulan.
Pada pembukaan acara, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unma, DR. Nenden Suciyati Sartika, berucap syukur atas suksesnya program KKN tahun ini. “Alhamdulillah, selama satu bulan terakhir, para mahasiswa telah mengabdikan diri di berbagai desa, mengaplikasikan ilmu mereka dalam berbagai proyek pengabdian masyarakat,” ungkap Nenden.
Menurutnya acara penutupan tersebut bukan hanya sekadar akhir dari giat KKN, tetapi juga sebagai penghargaan bagi setiap kelompok yang terlibat. “Kami mengadakan lokakarya dan bazar untuk memamerkan hasil karya mahasiswa selama pengabdian di desa. Ini adalah bentuk apresiasi dan pengakuan terhadap upaya mereka,” lanjut Nenden.
Dalam acara itu, Nenden menekankan bahwa penutupan KKN kali ini lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kami mengemas acara dengan konsep yang lebih dinamis dan semarak, menampilkan berbagai hasil kerja mahasiswa melalui bazar dan lokakarya yang digelar serentak,” katanya.
Nenden juga menyampaikan harapannya agar ilmu dan usaha yang telah diberikan oleh mahasiswa selama KKN dapat memberikan manfaat bagi masyarakat desa yang mereka layani. “Saya berharap ilmu, usaha, dan jerih payah kalian dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Semoga tahun depan kita bisa berkumpul lagi di lokasi yang sama, namun dengan seragam yang berbeda, yaitu toga wisuda,” tutupnya dengan optimistis.

Diketahui, selain lokakarya dan bazar, acara juga ditutup dengan inaugurasi dan pemutaran film dokumenter dari masing-masing kelompok KKN. Tahun ini, KKN Unma Banten berfokus pada digitalisasi potensi desa. Mahasiswa juga membantu membuat website desa untuk mempublikasikan potensi daerah kepada masyarakat luas. Expo yang berlangsung meriah ini menampilkan puluhan produk inovatif hasil kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat setempat.
Lokakarya diakhiri dengan pemberian penghargaan untuk berbagai kategori, termasuk: Kelompok Terproduktif, Program Kerja Terbaik,F ilm Dokumenter Terbaik, Film Dokumenter Terfavorit, DPL Terbaik, Booth Terkreatif, Penjualan Terbanyak dan karya Produk Terbaik.
Adapun Produk-produk KKN tahun ini sangat sesuai dengan tema dan permasalahan desa yang diangkat, bahkan beberapa telah mencapai tahap produksi dan penjualan berkelanjutan.
Kesuksesan tersebut menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan tinggi lainnya termasuk pemerintah desa dan pemerintah daerah setempat untuk memetik manfaat karya positif dari hasil olah karya mahasiswa KKN, dan hal tersebut tentunya pula bisa menjadi acuan program berkesinambungan. (*)