Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Kamonesan NJP Cianjur Himpun 110 Seniman, Siapkan Kolaborasi Kolosal ‘Sasakala Gunung Padang’

Kamonesan NJP Cianjur Himpun 110 Seniman, Siapkan Kolaborasi Kolosal ‘Sasakala Gunung Padang’

Daerah Sabtu, 26 September 2026 11:47 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,  Cianjur – Beragam seni tradisi dan kreativitas anak muda Cianjur mulai dipertemukan dalam Kamonesan Coklat Kita NaPak Jagat Pasundan (NJP) Cianjur 2026. Kegiatan yang digelar selama dua hari ini menjadi ruang bagi para seniman untuk menampilkan kekhasan masing-masing sekaligus mematangkan persiapan menuju pementasan utama.

Kamonesan NJP Cianjur berlangsung Kamis-Jumat, 24-25 September 2026, di Villa Pesona Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.

Advertisement

Kamonesan merupakan tampilan khusus atau penampilan tertentu yang memiliki nilai unik dan menarik sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sebelum para seniman tampil di panggung utama.

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 110 seniman dari berbagai lingkungan seni. Mereka berasal dari sejumlah komunitas dan kelompok seni dengan latar yang beragam, mulai dari pencak silat, tari, wayang golek, sastra, musik tradisional hingga pertunjukan kolaborasi.

Di antara peserta yang terlibat yakni Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran, Kartun Projek yang menggabungkan DJ dengan seni tradisional, Sanggar Bina Budaya dengan tarian etnik dan kontemporer, serta Sanggar Senaya yang menghadirkan penari dari Fakultas Hukum Universitas Suryakancana Cianjur.

Ada pula Kanca Satya yang mengembangkan pencak silat sejak 1930, Putra Giri Loka dengan wayang golek dan dalang muda, Sanggar Sawargi dengan tarian khas daerah, serta Darma Saputra Putra Dewatar yang membawa tradisi silat Bandung-Cianjur.

Dari kalangan penari muda, turut hadir Niskala Arunika dengan jaipongan, AsamaraLoka dengan tari kontemporer dan Sekar Purnama yang diisi mahasiswi keperawatan. Sementara Calung Hibar menghadirkan calung etnik dan bodoran, sedangkan Calung Rock memadukan calung dengan musik rock.

BACA JUGA:  Tiga Siswa SMAN 22 Garut Terpilih Jadi Anggota Pasbara Upacara Hari Pramuka Tingkat Kabupaten

Ragam seni lainnya diwakili Luna Deklamasi melalui puisi perempuan, Epin Suling dengan kerajinan suling Cianjuran, Baraya Anjang-anjangan melalui sastra dan puisi, Utami Enterprise dengan musik etnik, hingga The Bhayawax Oldiest yang menggabungkan musik rock n roll dengan unsur etnik.

Sesepuh Komunitas Adat dan Budayawan Nusantara asal Cianjur, Tedi Subarkah, mengatakan keberagaman peserta menjadi salah satu kekuatan kegiatan tersebut. Para peserta berasal dari berbagai usia dan membawa latar kesenian yang berbeda.

Menurutnya, Kamonesan NJP bukan hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni tradisi sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan potensinya.

Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelestarian, pewarisan dan pengembangan seni tradisi, sekaligus mendorong agar potensi generasi muda melalui kesenian daerah dapat tereksplorasi dengan baik.

Tedi menyebut upaya tersebut sejalan dengan amanat Pasal 32 Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Ia juga berharap keterlibatan generasi muda dalam kegiatan seni dan budaya dapat menjadi salah satu pendekatan untuk meminimalkan dampak negatif cognitive warfare berupa disinformasi, fitnah dan kebencian (DFK) yang berpotensi memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

Pandangan tersebut, kata Tedi, sejalan dengan prinsip yang dipegang sesepuh Paguron Kanca Satya Pusat, H. Agus Setiawan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur, Heri Kurniawan, S.S., mengapresiasi pelaksanaan Kamonesan NJP Cianjur 2026.

BACA JUGA:  Sherly Tjoanda Keluhkan 16 Ribu Hektare TORA Tak Kunjung Dibagikan ke Petani

“merasa bangga dan mengapresiasi penuh, sebab dengan adanya kegiatan Kamonesan NaPak Jagat Pasundan (NJP) 2026, sebagai rangkaian menuju pementasan yang lebih besar, dapat membantu Pemerintah dalam menjalankan amanat Undang-undang terkait pengembangan potensi Seni dan Kebudayaan Daerah. Pementasan kesenian dan kebudayaan daerah juga akan memicu bergeraknya roda ekonomi mikro bagi masyarakat. “.

Menurutnya, kegiatan kesenian tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat ketika pertunjukan digelar dan melibatkan berbagai pelaku usaha di sekitarnya.

Kamonesan NJP juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarsesama pelaku seni. Pertemuan berbagai lingkungan seni dalam satu kegiatan diharapkan dapat membangun ikatan persaudaraan dan membuka ruang kolaborasi.

Perbedaan kemampuan maupun karakter masing-masing kelompok seni dipandang sebagai bagian yang wajar. Kekurangan dan kelebihan setiap entitas justru dapat saling melengkapi untuk membangun identitas sosial dan kebudayaan secara bersama-sama serta berkelanjutan.

Yang menarik, NJP Cianjur 2026 juga akan membawa sebuah pertunjukan kolosal bertema ‘Sasakala Gunung Padang’. Pementasan tersebut menjadi karya kolaborasi yang untuk pertama kalinya akan diangkat secara khusus dalam format kolosal dan dipersiapkan bersama para pelaku seni NJP Cianjur.

Pementasan tersebut akan dipandu Duta NJP, Bob, Nday dan Dodi Kiwari.

Setelah rangkaian Kamonesan, pementasan Coklat Kita NaPak Jagat Pasundan Hariring dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026 di Amphitheater Alun-alun Cianjur.

Pementasan tersebut direncanakan terbuka untuk umum dan menjadi panggung lanjutan bagi para seniman yang sebelumnya mengikuti rangkaian Kamonesan NJP Cianjur 2026.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Dugaan Suap Pengurusan HGB Summarecon di Bogor

Daerah

Sherly Tjoanda Keluhkan 16 Ribu Hektare TORA Tak Kunjung Dibagikan ke Petani

Daerah

Massa Geruduk Kantor Bupati Pekalongan, Tuntut Kepsek dan Guru yang Terekam CCTV Dipecat

Daerah

23 Siswa MAN 2 Rembang Terserang Diare Massal, Penyebab Masih Diselidiki

BERITA TERBARU

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version