Advertisement
GazanaPublika.com, Cianjur – Beragam seni tradisi dan kreativitas anak muda Cianjur mulai dipertemukan dalam Kamonesan Coklat Kita NaPak Jagat Pasundan (NJP) Cianjur 2026. Kegiatan yang digelar selama dua hari ini menjadi ruang bagi para seniman untuk menampilkan kekhasan masing-masing sekaligus mematangkan persiapan menuju pementasan utama.
Kamonesan NJP Cianjur berlangsung Kamis-Jumat, 24-25 September 2026, di Villa Pesona Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.
Advertisement
Kamonesan merupakan tampilan khusus atau penampilan tertentu yang memiliki nilai unik dan menarik sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sebelum para seniman tampil di panggung utama.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 110 seniman dari berbagai lingkungan seni. Mereka berasal dari sejumlah komunitas dan kelompok seni dengan latar yang beragam, mulai dari pencak silat, tari, wayang golek, sastra, musik tradisional hingga pertunjukan kolaborasi.
Di antara peserta yang terlibat yakni Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran, Kartun Projek yang menggabungkan DJ dengan seni tradisional, Sanggar Bina Budaya dengan tarian etnik dan kontemporer, serta Sanggar Senaya yang menghadirkan penari dari Fakultas Hukum Universitas Suryakancana Cianjur.
Ada pula Kanca Satya yang mengembangkan pencak silat sejak 1930, Putra Giri Loka dengan wayang golek dan dalang muda, Sanggar Sawargi dengan tarian khas daerah, serta Darma Saputra Putra Dewatar yang membawa tradisi silat Bandung-Cianjur.
Dari kalangan penari muda, turut hadir Niskala Arunika dengan jaipongan, AsamaraLoka dengan tari kontemporer dan Sekar Purnama yang diisi mahasiswi keperawatan. Sementara Calung Hibar menghadirkan calung etnik dan bodoran, sedangkan Calung Rock memadukan calung dengan musik rock.
Ragam seni lainnya diwakili Luna Deklamasi melalui puisi perempuan, Epin Suling dengan kerajinan suling Cianjuran, Baraya Anjang-anjangan melalui sastra dan puisi, Utami Enterprise dengan musik etnik, hingga The Bhayawax Oldiest yang menggabungkan musik rock n roll dengan unsur etnik.
Sesepuh Komunitas Adat dan Budayawan Nusantara asal Cianjur, Tedi Subarkah, mengatakan keberagaman peserta menjadi salah satu kekuatan kegiatan tersebut. Para peserta berasal dari berbagai usia dan membawa latar kesenian yang berbeda.
Menurutnya, Kamonesan NJP bukan hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni tradisi sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan potensinya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelestarian, pewarisan dan pengembangan seni tradisi, sekaligus mendorong agar potensi generasi muda melalui kesenian daerah dapat tereksplorasi dengan baik.
Tedi menyebut upaya tersebut sejalan dengan amanat Pasal 32 Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Ia juga berharap keterlibatan generasi muda dalam kegiatan seni dan budaya dapat menjadi salah satu pendekatan untuk meminimalkan dampak negatif cognitive warfare berupa disinformasi, fitnah dan kebencian (DFK) yang berpotensi memecah persatuan dan kesatuan bangsa.
Pandangan tersebut, kata Tedi, sejalan dengan prinsip yang dipegang sesepuh Paguron Kanca Satya Pusat, H. Agus Setiawan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur, Heri Kurniawan, S.S., mengapresiasi pelaksanaan Kamonesan NJP Cianjur 2026.
“merasa bangga dan mengapresiasi penuh, sebab dengan adanya kegiatan Kamonesan NaPak Jagat Pasundan (NJP) 2026, sebagai rangkaian menuju pementasan yang lebih besar, dapat membantu Pemerintah dalam menjalankan amanat Undang-undang terkait pengembangan potensi Seni dan Kebudayaan Daerah. Pementasan kesenian dan kebudayaan daerah juga akan memicu bergeraknya roda ekonomi mikro bagi masyarakat. “.
Menurutnya, kegiatan kesenian tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat ketika pertunjukan digelar dan melibatkan berbagai pelaku usaha di sekitarnya.
Kamonesan NJP juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarsesama pelaku seni. Pertemuan berbagai lingkungan seni dalam satu kegiatan diharapkan dapat membangun ikatan persaudaraan dan membuka ruang kolaborasi.
Perbedaan kemampuan maupun karakter masing-masing kelompok seni dipandang sebagai bagian yang wajar. Kekurangan dan kelebihan setiap entitas justru dapat saling melengkapi untuk membangun identitas sosial dan kebudayaan secara bersama-sama serta berkelanjutan.
Yang menarik, NJP Cianjur 2026 juga akan membawa sebuah pertunjukan kolosal bertema ‘Sasakala Gunung Padang’. Pementasan tersebut menjadi karya kolaborasi yang untuk pertama kalinya akan diangkat secara khusus dalam format kolosal dan dipersiapkan bersama para pelaku seni NJP Cianjur.
Pementasan tersebut akan dipandu Duta NJP, Bob, Nday dan Dodi Kiwari.
Setelah rangkaian Kamonesan, pementasan Coklat Kita NaPak Jagat Pasundan Hariring dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026 di Amphitheater Alun-alun Cianjur.
Pementasan tersebut direncanakan terbuka untuk umum dan menjadi panggung lanjutan bagi para seniman yang sebelumnya mengikuti rangkaian Kamonesan NJP Cianjur 2026.
Advertisement
