Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta – Banjir kembali melanda Jakarta pada Selasa (4/3/2025), dengan jumlah titik genangan meningkat menjadi 122 wilayah rukun tetangga (RT). Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, banjir ini disebabkan oleh tingginya curah hujan serta meluapnya Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut.
“BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 122 RT dan 2 ruas jalan tergenang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji, dalam keterangannya, Selasa (4/3/2025). Data tersebut diperbarui hingga pukul 16.00 WIB.
Advertisement
Banjir tertinggi terjadi di Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, dengan tinggi muka air (TMA) mencapai 120-420 cm. Sementara itu, di Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, ketinggian air mencapai 300-400 cm. Selain itu, dua ruas jalan juga tergenang, yaitu Jalan Puri Kembangan RT 009 RW 005, Kelurahan Kedoya Selatan, Jakarta Barat, dengan ketinggian 40 cm, dan Jalan Puri Mutiara, Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, dengan ketinggian 70 cm.
Sebaran Banjir di Jakarta
Berdasarkan data BPBD, banjir tersebar di tiga wilayah administratif Jakarta:
1. Jakarta Barat: Terdapat 19 RT yang terdampak, di antaranya:
– Kelurahan Duri Kosambi: 1 RT dengan ketinggian air 60 cm akibat luapan Kali Angke.
– Kelurahan Rawa Buaya: 6 RT dengan ketinggian air 120 cm akibat curah hujan tinggi.
– Kelurahan Kedoya Selatan: 4 RT dengan ketinggian air 70-100 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan.
2. Jakarta Selatan: Terdapat 47 RT yang terdampak, di antaranya:
– Kelurahan Rawajati: 7 RT dengan ketinggian air 170-330 cm akibat luapan Kali Ciliwung.
– Kelurahan Pengadegan: 1 RT dengan ketinggian air 200 cm akibat luapan Kali Ciliwung.
– Kelurahan Pondok Pinang: 5 RT dengan ketinggian air 100-140 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan.
3. Jakarta Timur: Terdapat 56 RT yang terdampak, dengan banjir tertinggi di Kelurahan Bidara Cina dan Kelurahan Gedong.
Penyebab Banjir
Banjir di Jakarta kali ini dipicu oleh kombinasi curah hujan tinggi dan luapan air dari beberapa sungai utama, seperti Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut. “Curah hujan yang tinggi dan luapan sungai menjadi faktor utama terjadinya banjir di berbagai wilayah Jakarta,” jelas Isnawa Adji.
Dampak dan Upaya Penanganan
Banjir ini telah mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah. BPBD Jakarta terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani dampak banjir. “Kami terus memastikan keamanan warga dan melakukan evakuasi jika diperlukan,” tambah Isnawa.
Warga diimbau untuk tetap waspada dan menghindari wilayah-wilayah yang terdampak banjir, terutama di daerah dengan ketinggian air di atas 100 cm. BPBD juga meminta masyarakat untuk mematuhi arahan petugas dan mempersiapkan diri menghadapi potensi banjir yang mungkin masih berlanjut.
Banjir di Jakarta kali ini menjadi pengingat pentingnya penanganan serius terhadap masalah drainase dan pengelolaan sungai untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.
Advertisement
Advertisement
