Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Kandidat Presiden Kolombia Miguel Uribe Turbay Ditembak di Kepala Saat Kampanye, Kini dalam Kondisi Kritis

Kandidat Presiden Kolombia Miguel Uribe Turbay Ditembak di Kepala Saat Kampanye, Kini dalam Kondisi Kritis

Berita Utama Minggu, 8 Juni 2025 21:28 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Bogotá, Kolombia — Dunia politik Kolombia diguncang oleh insiden tragis yang menimpa kandidat presiden dan senator Miguel Uribe Turbay, yang kini tengah berjuang mempertahankan hidupnya setelah ditembak sebanyak tiga kali—dua di antaranya mengenai kepala—saat tengah berpidato dalam sebuah acara kampanye di ibu kota, Bogotá, Sabtu kemarin.

Insiden mengejutkan ini terjadi di sebuah taman kota yang menjadi lokasi kampanye terbuka Uribe. Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, terdengar suara tembakan disusul kepanikan warga yang hadir. Tubuh Uribe terlihat roboh di panggung sementara kerumunan massa melarikan diri dalam kekacauan.

Advertisement

Uribe, seorang senator muda berusia 39 tahun yang digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat dalam pemilu presiden mendatang, dikenal sebagai figur penting dari Partai Centro Democratico, partai sayap kanan yang secara konsisten mengusung nilai-nilai konservatif dan pasar bebas. Ia juga merupakan cucu dari mantan Presiden Kolombia Julio César Turbay Ayala, menjadikannya bagian dari keluarga politik terkemuka.

Penembakan terhadapnya bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga terhadap sistem demokrasi Kolombia itu sendiri. Partainya segera mengeluarkan pernyataan tegas, mengutuk tindakan tersebut sebagai “ancaman nyata terhadap demokrasi dan kebebasan di Kolombia”.

Istri Uribe, Maria Claudia Tarazona, dalam pernyataan emosionalnya meminta seluruh rakyat Kolombia untuk bersatu dalam doa.

“Miguel saat ini sedang berjuang untuk hidupnya. Mari kita memohon kepada Tuhan untuk membimbing tangan para dokter yang merawatnya,” ucapnya, seperti dikutip dari BBC.

BACA JUGA:  Persiapan Prosesi Pemakaman Akbar Ayatollah Ali Khamenei

Setelah ditembak, Uribe segera diterbangkan ke rumah sakit utama di Bogotá, di mana tim medis langsung melakukan operasi darurat. Ia mengalami luka serius di bagian kepala dan lutut, dan saat ini berada dalam jam-jam kritis pertama masa pemulihan pasca operasi.

Wali Kota Bogotá, Carlos Fernando Galán, mengonfirmasi bahwa kondisi Uribe sangat serius. “Kami semua berdoa agar Miguel dapat melewati masa sulit ini. Ini adalah hari kelam bagi Bogotá dan bagi Kolombia,” ujarnya dalam konferensi pers Sabtu malam.

Pelaku Berusia 15 Tahun Ditangkap, Motif Masih Misterius

Kejaksaan Agung Kolombia mengumumkan bahwa pelaku penembakan telah berhasil diamankan di lokasi kejadian. Mengejutkannya, pelaku adalah seorang remaja berusia 15 tahun yang saat penangkapan masih membawa pistol semi-otomatis jenis Glock 9mm—senjata api yang dikenal sering digunakan dalam aksi profesional. Motif di balik aksi brutal ini masih belum diketahui, dan pihak berwenang menyatakan investigasi sedang berlangsung secara intensif.

Presiden Kolombia saat ini, Gustavo Petro, yang berasal dari spektrum politik kiri, mengecam keras serangan tersebut. Dalam pidato video resmi kepada warga, ia menyebut hari penembakan itu sebagai “hari penuh penderitaan” bagi Kolombia, seraya menyerukan persatuan nasional dan doa untuk kesembuhan Uribe.

“Kami mengutuk tindakan kekerasan ini, bukan hanya karena korbannya adalah seorang calon presiden, tetapi karena ini adalah serangan terhadap jantung demokrasi kita,” kata Petro.

Menteri Pertahanan Pedro Sánchez pun menyebut penembakan tersebut sebagai “serangan keji”, seraya mengumumkan hadiah sebesar 3 miliar peso (sekitar USD 730.000) bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait pihak-pihak yang mungkin berada di balik aksi ini.

BACA JUGA:  Eskalasi Serangan Udara dan Perintah Pengosongan Paksa Guncang Lebanon Selatan

Dari luar negeri, kecaman juga datang dari Senator AS Marco Rubio, yang menyebut serangan tersebut sebagai “ancaman langsung terhadap demokrasi”, dan secara tegas mengkritik apa yang ia sebut sebagai retorika politik berbahaya dari kalangan kiri di pemerintahan Kolombia.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap iklim kebencian yang dipupuk dari atas, yang akhirnya memunculkan tindakan seperti ini,” ujar Rubio.

Peristiwa ini menimbulkan gelombang kekhawatiran baru akan stabilitas politik dan keamanan di Kolombia, yang selama ini masih dalam tahap pemulihan dari konflik panjang antara negara, kelompok gerilya, dan organisasi kriminal.

Miguel Uribe dikenal sebagai simbol generasi baru pemimpin Kolombia: muda, terdidik, dan vokal terhadap reformasi. Banyak yang melihatnya sebagai sosok penyeimbang dalam pemilu mendatang yang terpolarisasi tajam antara kiri dan kanan.

Kini, nasibnya terombang-ambing di ruang perawatan intensif, dan masa depan politik Kolombia pun bergantung pada apakah ia akan bertahan dari luka tembak yang nyaris merenggut nyawanya.

Dengan serangan ini, Kolombia kembali dihadapkan pada realitas getir tentang kekerasan politik yang belum sepenuhnya sirna dari panggung nasional. Bagi sebagian orang, insiden ini adalah peringatan keras bahwa demokrasi tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang pasti dan aman, tetapi harus terus diperjuangkan dan dijaga bersama.

Advertisement

Presiden
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Berita Utama

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.