GazanaPublika.com, USA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, diperkirakan akan menghadiri pertemuan tingkat menteri di Paris pada hari Kamis, bersama negara-negara Eropa, Arab, dan negara-negara lain untuk membahas transisi pascaperang di Gaza. Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoordinasikan dukungan internasional terhadap rencana transisi yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump untuk Gaza. Delegasi dari Amerika Serikat, negara-negara Eropa utama seperti Prancis, Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol, serta negara-negara Arab dan mayoritas Muslim termasuk Yordania, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Indonesia, dan Turki, akan hadir dalam pertemuan ini
Pertemuan ini akan membahas berbagai isu penting, termasuk bantuan kemanusiaan, rekonstruksi Gaza, pelucutan senjata Hamas, serta dukungan terhadap pemerintahan dan keamanan Palestina. Diplomat Eropa menekankan pentingnya keterlibatan Amerika Serikat dalam proses ini, dengan salah satu sumber dari Italia menyebut rencana Trump sebagai “satu-satunya yang mungkin”
Sebelumnya, pada awal Oktober, Menteri Luar Negeri Rubio mengakui bahwa perang di Gaza telah merusak dukungan global terhadap Israel. Meskipun Amerika Serikat secara tradisional mendukung Israel, termasuk dengan menggunakan hak veto di Dewan Keamanan PBB untuk memblokir resolusi yang berkaitan dengan Gaza, Washington kini merasa semakin terisolasi. Baru-baru ini, Amerika Serikat memveto resolusi yang menyerukan gencatan senjata permanen tanpa syarat di Gaza, sementara semua anggota dewan lainnya memilih mendukung.
Perang ini dimulai setelah serangan yang dilakukan oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, yang mengakibatkan kematian 1.200 warga Israel dan lebih dari 67.000 warga Palestina, sebagian besar adalah warga sipil, menurut pejabat kesehatan. PBB mengkritik tindakan militer Israel karena dampaknya yang besar terhadap warga sipil, dengan Sekretaris Jenderal António Guterres menekankan dampak negatif dari tindakan Israel terhadap citra globalnya. Sementara itu, Amerika Serikat berpendapat bahwa solusi dua negara harus berasal dari negosiasi langsung, meskipun ada upaya internasional yang berkembang untuk menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian.
Penting untuk dicatat bahwa partisipasi Washington dalam pertemuan ini akan bergantung pada kemajuan dalam negosiasi yang sedang berlangsung di Mesir. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret untuk mendukung transisi pascaperang di Gaza dan mengarah pada perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

