Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Skema Baru Pergerakan Jemaah Pasca-Wukuf Diapresiasi, Utamakan Keselamatan Jiwa

Skema Baru Pergerakan Jemaah Pasca-Wukuf Diapresiasi, Utamakan Keselamatan Jiwa

Internasional Rabu, 27 Mei 2026 23:27 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Mekkah – Langkah inovatif yang diterapkan dalam pergerakan jemaah haji setelah fase wukuf di Arafah mendapat sambutan positif dari ‘Musyrif Diny’, Prof KH Asrorun Niam Sholeh. Kebijakan tersebut dipandang sebagai terobosan yang sejalan dengan prinsip syariah karena menaruh perhatian besar pada ‘hifzhun nafs’ tanpa sedikit pun mengesampingkan ‘hifzhud din’.

Dikutip dari MUI Digital, peluncuran strategi baru ini sengaja dirancang untuk memecah konsentrasi massa di titik-titik krusial yang selama ini kerap memicu kepadatan parah setiap tahunnya. Melalui pembagian alur yang lebih sistematis, mobilitas jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah hingga Mina kini dikelompokkan ke dalam tiga jalur terstruktur.

Advertisement

Pada skema pertama, rombongan jemaah mulai diberangkatkan dari Arafah pada pukul 19.00 Waktu Arab Saudi (WAS) menuju Muzdalifah. Setibanya di sana, mereka dijadwalkan turun untuk melaksanakan ‘mabit’ hingga melewati waktu tengah malam, sebelum akhirnya bertolak menuju Mina menggunakan armada bus.

Selanjutnya, skema kedua diperuntukkan bagi jemaah yang baru bergerak dari Arafah mulai pukul 23.00 WAS. Lantaran momentum kedatangan mereka di Muzdalifah sudah dipastikan melampaui tengah malam, rombongan ini akan menjalani prosesi ‘mabit murur’ atau menetap di dalam bus, kemudian langsung diarahkan melanjutkan perjalanan menuju Mina.

BACA JUGA:  AS Pertimbangkan Lanjutkan Operasi Militer ke Iran dengan Nama Baru

Adapun skema ketiga menjadi jalur khusus akomodatif bagi jemaah yang memiliki ‘udzur syar’i’, seperti mereka yang dalam keadaan sakit atau kelompok lansia dengan risiko kesehatan tinggi. Kelompok ini akan langsung dievakuasi dari Arafah menuju tenda pemukiman di Mina tanpa harus turun terlebih dahulu di Muzdalifah.

Mengenai penataan regulasi pergerakan massa tersebut, Guru Besar Bidang Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Fatwa ini memberikan pandangannya pada (25/5/2026), dikutip dari mui.or.id.

“Pengaturan ini sejalan dengan prinsip kemaslahatan yang tetap berada dalam koridor ketentuan syariah,” ujar pria yang akrab disapa Prof Niam tersebut saat memberikan keterangan di Makkah.

Tidak hanya menyoroti manajemen mobilitas pasca-Arafah, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdloh ini juga memberikan edukasi penting mengenai adanya kelonggaran aspek fikih sewaktu jemaah memasuki tahapan melontar jumrah pada hari Tasyriq. Menurut penjelasannya, batas waktu sah untuk menunaikan ibadah melontar jumrah sebenarnya sudah bisa dimulai sejak selepas subuh.

BACA JUGA:  Teheran Tertawakan Pembatalan Operasi Militer AS, Sebut Sikap Washington Pengecut

Meskipun terdapat waktu yang dinilai paling utama, kondisi riil di lapangan berupa sengatan cuaca panas dan kepadatan massa yang ekstrem harus menjadi pertimbangan utama jemaah dalam menjaga keselamatan fisik mereka.

“Meski waktu afdal adalah setelah tergelincir matahari (zuhur), itu adalah waktu yang sangat padat dan panas. Karena itu, lebih baik mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan oleh maktab dan syarikah demi keselamatan dan kenyamanan jamaah,” tegasnya.

Pada bagian akhir, jemaah haji—khususnya yang memiliki keterbatasan stamina fisik—sangat diimbau agar tidak memaksakan diri memburu waktu utama jika hal tersebut justru berpotensi memicu bahaya laten bagi kesehatan mereka sendiri. Sikap patuh pada jadwal dan regulasi resmi dinilai menjadi cerminan nyata dari implementasi ajaran Islam dalam memelihara keselamatan jiwa manusia.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

Berita Utama

Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania, 2 Tentara AS Tewas, 1 Hilang

Internasional

Tuai Kecaman, Trump Ancam Terapkan Tarif Kargo Selat Hormuz

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.