GazanaPublika.com, Jakarta – Ketegangan di Timur Tengah semakin memuncak. Iran mengancam akan melancarkan serangan balas dendam dengan kekuatan penuh terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel, menyusul serangan Sabtu (28/2/2026) yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat lainnya.
Laporan Agence France-Presse (AFP) menyebutkan ledakan baru terdengar di sejumlah kota kawasan Teluk pada Minggu (1/3/2026) pagi waktu setempat, termasuk di Dubai, Doha, dan Manama. Wartawan AFP melaporkan kepulan asap hitam tebal terlihat membumbung di cakrawala selatan kota.
Ledakan tersebut terjadi sehari setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap gempuran AS dan Israel. Sejumlah negara di kawasan yang menampung pangkalan militer Washington dilaporkan berada dalam status siaga tinggi.
Menanggapi ancaman Teheran, Presiden AS Donald Trump menyatakan peringatan keras. Melalui unggahan di Truth Social, Trump menulis, “Iran mengatakan mereka akan menyerang sangat keras pada hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka lakukan.”
“Mereka sebaiknya tidak melakukan itu. Jika mereka tetap membalas, kami akan menyerang dengan kekuatan yang tak pernah terlihat sebelumnya,” tulis Trump, dikutip Minggu (1/3/2026).
Penerbangan Global Terganggu
Eskalasi militer tersebut berdampak luas pada penerbangan internasional. Perusahaan analisis penerbangan Cirium melaporkan sekitar 966 atau 22,9% dari total 4.218 penerbangan yang dijadwalkan mendarat di negara-negara Timur Tengah pada Sabtu dibatalkan. Jika termasuk penerbangan keluar, jumlah pembatalan meningkat menjadi lebih dari 1.800.
Pada Minggu, sebanyak 716 dari 4.329 penerbangan yang dijadwalkan juga dibatalkan. Selain faktor keamanan, penutupan wilayah udara di sejumlah negara seperti Iran, Irak, Israel, Suriah, Kuwait, Yordania, dan Uni Emirat Arab turut memperparah situasi.
Situs pelacakan penerbangan FlightAware mencatat lebih dari 19.000 penerbangan tertunda secara global, dengan lebih dari 2.600 penerbangan dibatalkan hingga pukul 02.30 waktu setempat pada Minggu.
Maskapai yang Terdampak
Sebanyak 21 maskapai dilaporkan terdampak gangguan operasional, di antaranya:
• Emirates (membatalkan 38% penerbangan)
• Etihad Airways (30%)
• Qatar Airways (menangguhkan seluruh penerbangan dari Doha dan membatalkan 41%)
• Delta Air Lines
• American Airlines
• Air India
• Turkish Airlines
• Air France
• British Airways
• Lufthansa
• Garuda Indonesia
Sejumlah maskapai lain juga menghentikan atau menangguhkan rute menuju dan dari kawasan Teluk hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Situasi keamanan di kawasan masih berkembang cepat. Ancaman balasan Iran dan respons keras dari Washington meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik regional yang berpotensi berdampak global, baik secara militer maupun ekonomi.

