GazanaPublika.com, Jakarta — Presiden Donald Trump kembali memantik perhatian publik internasional setelah menyebut konflik militer Amerika Serikat dengan Iran hanya sebagai ‘pertempuran kecil’, di tengah situasi geopolitik yang masih menyisakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri agenda terkait kebugaran fisik anak-anak Amerika di Ruang Oval, Gedung Putih, Selasa (5/5) waktu setempat. Dalam kesempatan itu, Trump menegaskan bahwa Washington tidak melihat Iran sebagai lawan yang memiliki peluang strategis dalam konfrontasi tersebut.
“Kita berada dalam pertempuran kecil militer. Saya menyebutnya pertempuran kecil, karena Iran tidak punya peluang. Mereka tidak pernah punya. Mereka tahu itu,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut mempertegas pola komunikasi politik Trump yang beberapa kali berupaya mereduksi skala konflik. Sebelumnya, ia sempat menyebut eskalasi militer itu sebagai ‘perang mini’ dan pada kesempatan lain menggambarkannya sebagai ‘ekspedisi kecil’, meski operasi militer Amerika terhadap Iran memicu perhatian global dan menuai perdebatan politik di dalam negeri Amerika Serikat.
Di tengah narasi Trump yang mengecilkan intensitas konflik, Menteri Luar Negeri Marco Rubio justru mengumumkan bahwa fase ofensif operasi militer Amerika terhadap Iran telah resmi berakhir. Operasi yang diberi nama ‘Epic Fury’ itu, kata Rubio, telah menyelesaikan target utamanya.
“Operasi telah berakhir — Epic Fury — kami sudah selesai dengan tahap itu,” kata Rubio kepada wartawan di Gedung Putih. Pemerintah Amerika kini disebut beralih pada fase baru yang lebih berorientasi defensif, termasuk pengamanan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz melalui misi lanjutan bertajuk ‘Project Freedom’.
Pernyataan Gedung Putih bahwa perang telah berakhir melalui skema gencatan senjata juga memiliki dimensi hukum-politik. Dengan deklarasi tersebut, pemerintahan Trump menghindari keharusan meminta otorisasi Kongres atas konflik bersenjata yang berlangsung melebihi 60 hari, sebagaimana diatur dalam War Powers Resolution.
Meski Washington menyatakan fase ofensif telah usai, dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran masih jauh dari benar-benar reda. Jalur diplomasi, keamanan kawasan, dan stabilitas perdagangan energi global kini menjadi ujian berikutnya dalam hubungan dua negara yang selama puluhan tahun berada dalam ketegangan.

