Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Arab Saudi dan Kuwait Dilaporkan Lancarkan Serangan Rahasia ke Irak, Targetkan Milisi Pro-Iran

Arab Saudi dan Kuwait Dilaporkan Lancarkan Serangan Rahasia ke Irak, Targetkan Milisi Pro-Iran

Internasional Jumat, 15 Mei 2026 21:44 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Arab Saudi dan Kuwait dilaporkan melakukan serangan udara rahasia ke wilayah Irak untuk menargetkan kelompok paramiliter yang didukung Iran.

Mengutip laporan Reuters, Jumat (15/5/2026), operasi militer tersebut dilakukan secara diam-diam pada Rabu lalu dan disebut sebagai respons independen terhadap ancaman keamanan yang masuk ke wilayah negara-negara Teluk.

Advertisement

Langkah ini dinilai sebagai sinyal menurunnya kepercayaan negara-negara Teluk terhadap efektivitas payung keamanan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, terutama setelah konflik AS-Israel melawan Iran memanas sejak Februari lalu.

Meski Arab Saudi dan Kuwait selama ini menjadi lokasi pangkalan militer utama AS, kedua negara tetap menjadi sasaran serangan drone dan rudal yang diduga dilakukan sebagai balasan Iran atas operasi militer Washington dan Israel.

BACA JUGA:  Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Investigasi yang dikutip dalam laporan tersebut menyebut ratusan drone yang menyerang infrastruktur vital di kawasan Teluk berasal dari wilayah Irak, khususnya dari kelompok milisi Kataib Hezbollah yang berbasis di selatan Irak.

Jet tempur Arab Saudi dilaporkan sempat menghantam posisi milisi pro-Iran di Irak sesaat sebelum gencatan senjata antara AS dan Iran tercapai pada awal April. Sementara itu, otoritas Irak mengklaim sedikitnya dua serangan rudal diluncurkan dari wilayah Kuwait untuk menghancurkan titik-titik strategis milik Kataib Hezbollah.

Ketegangan antara negara-negara Teluk dan pemerintah Baghdad sebenarnya telah meningkat sejak Maret lalu. Arab Saudi dan Kuwait disebut telah memberikan peringatan keras kepada pemerintah Irak agar segera menertibkan kelompok milisi pro-Iran yang beroperasi di wilayahnya.

Kuwait bahkan tercatat tiga kali memanggil perwakilan diplomatik Irak, sedangkan Arab Saudi juga memanggil duta besar Irak bulan lalu terkait persoalan keamanan regional.

BACA JUGA:  Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Pengamat politik Timur Tengah menilai langkah agresif negara-negara Teluk ini dipicu oleh rasa kecewa terhadap kebijakan Washington yang dianggap memulai eskalasi konflik tanpa konsultasi strategis yang memadai dengan sekutu regionalnya.

“Pertanyaan yang paling mendasar adalah mengenai konsultasi. Apakah negara-negara Teluk benar-benar mendapatkan jenis kemitraan dan dukungan keamanan yang mereka rasa perlu jika Amerika Serikat akan terlibat secara militer di kawasan ini,” kata Khaled Almezaini dalam wawancara dengan The Guardian.

Di tengah eskalasi yang terus meningkat, sejumlah analis mulai mempertanyakan masa depan ketergantungan militer negara-negara Teluk terhadap Amerika Serikat. Keberadaan pangkalan militer AS yang selama ini dianggap sebagai pelindung kini mulai dipandang sebagian pihak sebagai potensi ancaman yang justru dapat menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih luas.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

BERITA TERBARU

Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

Wajib Halal Diundur hingga 2028, Menteri UMKM Ungkap Biaya Jadi Kendala

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version