Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Iran Ultimatum Korsel: Kehadiran Militer di Hormuz Bakal Dianggap Dukung AS

Iran Ultimatum Korsel: Kehadiran Militer di Hormuz Bakal Dianggap Dukung AS

Internasional Senin, 7 September 2026 20:08 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Korea Selatan agar tidak mengerahkan atau menghadirkan kekuatan militernya di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz. Teheran menegaskan, setiap keterlibatan operasional militer Korea Selatan di wilayah tersebut akan dianggap sebagai bentuk dukungan langsung terhadap Amerika Serikat (AS).

Peringatan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei melalui unggahan berbahasa Korea di platform X, Senin (7/9/2026), dikutip dari CNN Indonesia.

Advertisement

Baghaei mengatakan hubungan Iran dan Korea Selatan telah terjalin selama lebih dari 64 tahun dan selama ini dibangun atas dasar saling menghormati.

“Iran sangat menghargai hubungan persahabatannya dengan Korea Selatan,” tulis Baghaei.

Namun, menurut Baghaei, situasi saat ini telah berubah. Iran mengklaim tengah mempertahankan diri dari tindakan agresif Amerika Serikat dan merespons apa yang disebutnya sebagai kejahatan perang AS terhadap warga sipil.

BACA JUGA:  Ketegangan Memanas di Timur Tengah: Serangan Udara Amerika Serikat di Iran Tewaskan 14 Orang pada Hari Kedua

“Namun, jelas bahwa dalam situasi saat ini, di mana bangsa Iran membela diri terhadap tindakan agresif dan menanggapi secara tegas kejahatan perang AS terhadap perempuan dan anak-anak,” tulisnya.

Karena itu, Iran memperingatkan Korea Selatan maupun negara lain agar tidak mengambil bagian dalam operasi militer di kawasan strategis tersebut.

Baghaei menegaskan, kehadiran atau partisipasi operasional kekuatan militer negara lain di Teluk Persia dan Selat Hormuz akan dipandang Teheran sebagai dukungan langsung kepada pihak yang disebut Iran sebagai agresor.

“Partisipasi operasional atau kehadiran militer apa pun oleh pihak lain di Teluk Persia dan Selat Hormuz akan dianggap sebagai dukungan langsung kepada pihak agresor dan akan memiliki konsekuensi serius,” tegasnya.

BACA JUGA:  Bikin Pilot AS Syok, Drone Iran Bentuk Formasi Misterius 'Ubur-ubur' di Udara

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kemungkinan keterlibatan militer Korea Selatan di kawasan Selat Hormuz. Sebelumnya, Korea Selatan disebut membuka opsi untuk mengirim pasukan militer ke wilayah strategis tersebut.

Iran juga memperingatkan pemerintah negara lain agar tidak tunduk terhadap tekanan maupun pemaksaan dari Washington untuk terlibat dalam konflik.

“Tidak ada pemerintah yang berdaulat dan bertanggung jawab yang tunduk pada tekanan dan pemerasan AS untuk ikut serta dalam tindakan agresif dan keji terhadap bangsa Iran yang agung,” kata Baghaei.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang menjadi perhatian dalam konflik tersebut. Ancaman Iran terhadap keterlibatan militer negara lain menunjukkan bahwa setiap langkah untuk menghadirkan kekuatan militer di kawasan itu berpotensi memperbesar ketegangan antara Teheran dan negara-negara yang dianggap berpihak kepada Washington.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Rentetan Ledakan Guncang Pulau Kharg Iran, Kapal Tanker Diklaim Jadi Sasaran

Berita Utama

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

BERITA TERBARU

AMBAS Tolak Rencana Jokowi ke Banten Selatan

Kejari Kabupaten Bandung Nyatakan Berkas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Taufik Hidayat Lengkap

Polda Banten dan Basarnas Lakukan Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

23 Siswa MAN 2 Rembang Terserang Diare Massal, Penyebab Masih Diselidiki

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.