Advertisement
GazanaPublika.com – Politikus dari oposisi Prancis menyerukan tindakan tegas dari pemerintah terkait pengeboman Israel di kamp pengungsi di Kota Rafah, Gaza Selatan, pada Minggu (26/5/2024). Serangan tersebut telah memicu kemarahan di kalangan oposisi politik di Prancis, yang dengan cepat mengungkapkan kritik mereka terhadap pemerintah Israel.
Gambar-gambar dari kamp pengungsi yang hancur akibat serangan tersebut segera tersebar luas di media sosial, mendorong tokoh-tokoh politik Prancis untuk berbicara. Jean-Luc Melenchon, mantan anggota Majelis Nasional Prancis, menyebut kejadian di Rafah sebagai sesuatu yang “mengerikan.”
Advertisement
“Pembantaian keji terhadap orang-orang yang berlindung di tenda-tenda di kamp pengungsi Gaza menunjukkan tindakan para penjahat perang dan pemimpin mereka,” ujar Melenchon seperti dikutip oleh kantor berita Anadolu, Senin (27/5).
Melenchon mendesak agar segala bentuk tekanan diterapkan kepada Israel untuk menghentikan “kengerian” ini. Ia juga meminta Prancis untuk mengakhiri kolaborasi dengan pemerintah Israel, memberlakukan embargo ekspor senjata, dan mengakui Negara Palestina.
Selain itu, Melenchon menuduh Presiden Prancis Emmanuel Macron “tidak berbuat apa-apa” terkait tragedi yang terjadi di Jalur Gaza, menyerukan agar pemerintah Prancis lebih proaktif dalam menangani situasi ini.
Seruan ini datang di tengah meningkatnya ketegangan internasional atas konflik yang sedang berlangsung di Gaza, dengan banyak pihak yang mendesak adanya tindakan segera untuk melindungi warga sipil dan mencari solusi damai.
Sumber: liputan6.com
Advertisement
