GazanaPublika.com – Dalam perkembangan terbaru yang mengejutkan banyak pihak, pasukan militer Ukraina berhasil melakukan serangan besar ke wilayah barat Rusia, tepatnya di Kursk, dalam salah satu operasi militer terbesar sejak awal invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Dalam serangan yang dimulai pada Selasa (6/8), ratusan prajurit Ukraina, yang dilengkapi dengan kendaraan lapis baja, artileri berat, dan drone, berhasil menerobos pertahanan Rusia dan menguasai sekitar 1.000 kilometer persegi wilayah Kursk.

Panglima militer Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyii, mengklaim keberhasilan ini sebagai langkah strategis yang sangat penting dalam upaya merebut kembali kendali atas wilayah yang telah dikuasai Rusia. Klaim Syrskyii ini disampaikan oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, melalui akun Telegram resminya, di mana ia menyebutkan bahwa untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, pasukan Ukraina berhasil menguasai wilayah di dalam Rusia.

“Perang kini telah kembali ke tanah Rusia, sebuah tanda bahwa mereka tidak dapat lagi merasa aman di wilayah mereka sendiri,” ujar Zelensky dalam pernyataannya. Serangan ini diklaim sebagai bagian dari strategi besar Ukraina untuk memukul mundur pasukan Rusia dari wilayah yang mereka duduki dan sekaligus memperlihatkan kekuatan militer Ukraina kepada dunia.

Reaksi dari pihak Rusia terbilang cepat dan tegas. Kremlin langsung mengerahkan pasukan tambahan ke Kursk untuk menghentikan laju serangan Ukraina. Dalam sebuah pernyataan militer, dilaporkan bahwa kendaraan berat telah dimobilisasi untuk menutup celah pertahanan di wilayah tersebut. Presiden Rusia, Vladimir Putin, memerintahkan evakuasi warga dari beberapa kawasan yang terkena dampak serangan, terutama di sekitar Sudzha, sebuah kota kecil yang menjadi titik fokus pertempuran.

Meski pada awalnya serangan Ukraina membuat pasukan Rusia terkejut, laporan terbaru dari militer Rusia menyebutkan bahwa situasi di Kursk telah stabil kembali pada Minggu, 11 Agustus 2024. Garis depan pertempuran di wilayah tersebut telah dipertahankan, dan pasukan Ukraina kini berada dalam posisi bertahan setelah menghadapi serangan balasan dari Rusia.

Serangan ini menandai eskalasi baru dalam konflik yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun, dengan kedua belah pihak menunjukkan kekuatan militer mereka dalam upaya menguasai wilayah strategis. Bagi Ukraina, keberhasilan ini merupakan dorongan moral yang besar, sementara bagi Rusia, ini adalah peringatan bahwa perlawanan Ukraina masih jauh dari selesai.

Sumber: CNNIndonesia.com

Redaksi

Exit mobile version