GazanaPublika.com – China dengan tegas mengungkapkan kemarahan dan mengutuk keras serangan Israel yang berlangsung brutal terhadap Lebanon dalam beberapa hari terakhir. Negara yang dikenal dengan julukan Negeri Tirai Bambu ini juga berjanji akan membela Lebanon dari agresi Israel, dimulai dengan berbagai langkah diplomatik yang akan ditempuh dalam waktu dekat.
Pernyataan kecaman ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Lebanon, Abdallah Bou Habib, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pada hari Senin, 23 September 2024. Dalam kesempatan tersebut, Wang Yi menegaskan bahwa China mengutuk keras segala tindakan yang dianggap melanggar norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional, terutama yang berpotensi merusak stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Wang Yi juga menyoroti dengan cermat perkembangan situasi di Lebanon, khususnya terkait dengan ledakan perangkat komunikasi yang baru-baru ini mengguncang negara tersebut. Ia menekankan bahwa kekerasan tidak bisa dijustifikasi dalam kondisi apapun, dan tidak pernah sejalan dengan prinsip kebenaran. Menurut Wang, aksi balas-membalas dengan kekerasan hanya akan memperburuk masalah dan tidak akan menyelesaikan konflik di Timur Tengah, terutama di Lebanon yang tengah menjadi korban serangan.
Lebih lanjut, Wang Yi menjelaskan bahwa situasi yang terjadi saat ini merupakan salah satu dampak dari efek limpahan konflik yang sedang berlangsung di Gaza. Ia menggarisbawahi bahwa konflik di Gaza tidak hanya berdampak lokal tetapi juga memiliki implikasi serius terhadap stabilitas kawasan secara keseluruhan, termasuk Lebanon. Oleh karena itu, China menyerukan dilakukannya gencatan senjata permanen segera serta penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Palestina sebagai bagian dari upaya menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.
Serangan Israel di Lebanon telah menyebabkan kerugian besar, dengan hampir 500 orang tewas dan lebih dari 400 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, serangan ini juga memicu kepanikan di kalangan warga Lebanon, khususnya di bagian selatan, di mana banyak orang yang berusaha melarikan diri ke tempat yang lebih aman. Situasi semakin memburuk setelah ribuan pager dan perangkat elektronik lainnya meledak di Lebanon pekan lalu, yang terjadi setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengisyaratkan keinginan untuk memperluas operasi militer di perbatasan Lebanon selatan.
China juga menekankan pentingnya implementasi efektif dari solusi dua negara sebagai langkah menuju perdamaian di Timur Tengah. Menurut Wang Yi, tanpa solusi yang adil dan komprehensif, ketegangan di kawasan tersebut akan terus berlanjut dan berpotensi memicu konflik yang lebih luas. China menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan komunitas internasional dalam mencari solusi damai bagi konflik Israel-Lebanon, serta mendorong semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan provokatif yang dapat memperburuk situasi.
Sumber: CNNIndonesia.com

