Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » China Mengutuk Keras Israel Akibat Serang Lebanon

China Mengutuk Keras Israel Akibat Serang Lebanon

Internasional Selasa, 24 September 2024 17:05 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: Traveloka.com

Advertisement

GazanaPublika.com –  China dengan tegas mengungkapkan kemarahan dan mengutuk keras serangan Israel yang berlangsung brutal terhadap Lebanon dalam beberapa hari terakhir. Negara yang dikenal dengan julukan Negeri Tirai Bambu ini juga berjanji akan membela Lebanon dari agresi Israel, dimulai dengan berbagai langkah diplomatik yang akan ditempuh dalam waktu dekat.

Pernyataan kecaman ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Lebanon, Abdallah Bou Habib, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pada hari Senin, 23 September 2024. Dalam kesempatan tersebut, Wang Yi menegaskan bahwa China mengutuk keras segala tindakan yang dianggap melanggar norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional, terutama yang berpotensi merusak stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Advertisement

Wang Yi juga menyoroti dengan cermat perkembangan situasi di Lebanon, khususnya terkait dengan ledakan perangkat komunikasi yang baru-baru ini mengguncang negara tersebut. Ia menekankan bahwa kekerasan tidak bisa dijustifikasi dalam kondisi apapun, dan tidak pernah sejalan dengan prinsip kebenaran. Menurut Wang, aksi balas-membalas dengan kekerasan hanya akan memperburuk masalah dan tidak akan menyelesaikan konflik di Timur Tengah, terutama di Lebanon yang tengah menjadi korban serangan.

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Lebih lanjut, Wang Yi menjelaskan bahwa situasi yang terjadi saat ini merupakan salah satu dampak dari efek limpahan konflik yang sedang berlangsung di Gaza. Ia menggarisbawahi bahwa konflik di Gaza tidak hanya berdampak lokal tetapi juga memiliki implikasi serius terhadap stabilitas kawasan secara keseluruhan, termasuk Lebanon. Oleh karena itu, China menyerukan dilakukannya gencatan senjata permanen segera serta penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Palestina sebagai bagian dari upaya menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.

Serangan Israel di Lebanon telah menyebabkan kerugian besar, dengan hampir 500 orang tewas dan lebih dari 400 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, serangan ini juga memicu kepanikan di kalangan warga Lebanon, khususnya di bagian selatan, di mana banyak orang yang berusaha melarikan diri ke tempat yang lebih aman. Situasi semakin memburuk setelah ribuan pager dan perangkat elektronik lainnya meledak di Lebanon pekan lalu, yang terjadi setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengisyaratkan keinginan untuk memperluas operasi militer di perbatasan Lebanon selatan.

BACA JUGA:  Persiapan Prosesi Pemakaman Akbar Ayatollah Ali Khamenei

China juga menekankan pentingnya implementasi efektif dari solusi dua negara sebagai langkah menuju perdamaian di Timur Tengah. Menurut Wang Yi, tanpa solusi yang adil dan komprehensif, ketegangan di kawasan tersebut akan terus berlanjut dan berpotensi memicu konflik yang lebih luas. China menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan komunitas internasional dalam mencari solusi damai bagi konflik Israel-Lebanon, serta mendorong semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan provokatif yang dapat memperburuk situasi.

Sumber: CNNIndonesia.com

Advertisement

China Israel
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.