Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Pengamat Konflik Israel-Palestina, Lukman Nurhakim: Gencatan Senjata Tandanya Israel Kalah

Pengamat Konflik Israel-Palestina, Lukman Nurhakim: Gencatan Senjata Tandanya Israel Kalah

Berita Utama Minggu, 26 November 2023 14:36 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

Bandung, GazanaPublika – Menyikapi kesepakatan gencatan senjata Israel-Palestina, pengamat konflik Palestina-Israel, Lukman Nurhakim, mengatakan bahwa gencatan senjata yang disepakati sebetulnya mengandung makna “kekalahan moral” bagi Israel. Israel tidak pernah mengalami kejadian seperti ini.

“Yang kalah jelas Israel, cuma dia gengsi mengakuinya. Menurut informasi dari media alternatif, korban tentara Israel ada 2.000-an dan yang luka parah ada 4.000-an. Belum korban material. Israel mengeluarkan tank 325-an dan yang hancur 160-an,” jelas Lukman yang juga alumni Universitas Katolik Parahyangan ini.

Advertisement

Hari ini Minggu, 26 November 2023, gencatan senjata antara Israel dan Hamas memasuki hari ketiga. Gencatan senjata dimulai hari Jumat, 24 November 2023, pukul 07.00 pagi waktu setempat.

Menurut Lukman, kekalahannya itu dalam bentuk moral. Israel itu memiliki peralatan senjata yang hebat, dengan teknologi yang canggih dan didukung militansi pasulan yang solid serta strategi yang konon sistematik. Jadi kata Lukman, seharusnya Israel harus bisa melumpuhkan Hamas sebagaimana perang tahun 1967 dalam Perang Yom Kippur.

Lukman menegaskan, tahun 1967, Perang Enam Hari yang terjadi pada tahun 1967 melibatkan Israel melawan beberapa negara Arab, antara lain Mesir, Yordania, Suriah, dan Irak. Konflik ini berlangsung dari tanggal 5 Juni hingga 10 Juni 1967.

BACA JUGA:  Pemadaman Listrik Bergilir Landa Bandung hingga Bogor, Warganet Tagih Kompensasi ke PLN

Dalam konflik ini, Israel berhasil menguasai wilayah yang signifikan termasuk Semenanjung Sinai dari Mesir, Jalur Gaza, Tepi Barat Sungai Yordan, termasuk Yerusalem Timur yang sebelumnya dikuasai oleh Yordania, dan Dataran Tinggi Golan dari Suriah.

Perang ini berakhir dengan kemenangan Israel dan mempengaruhi tata kelola wilayah di Timur Tengah. Jelas Lukman, dengan dikeroyok beberapa negara Arab, namun kemenangan berada di tangan Israel.

“Jelas Israel kalah secara moral. Dia tidak bisa melumpuhkan Hamas sejak 7 November 2023 hingga gencatan senjata berlangsung 24 November lalu. Israel kalah karena bagi mereka sudah lewat dari waktu yang ditargetkan. Jangan dibandingkan ketika Perang satu tahun pada masa agresi 1948 saat pendirian negara Israel sebab konteksnya berbeda,” tegas Lukman yang juga aktivis 98 ini.

Menurut Lukman, sedangkan posisi Hamas tidak kalah sebab Hamas masih melakukan perlawanan. Hamas, menurut Lukman, saat masih solid. Israel sendiri gengsi untuk mengakui kekalahannya. Bisa jadi gencatan senjata ini untuk alasan menutupi kekalahannya.

BACA JUGA:  Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

Hamas bersedia melakukan gencatan senjata karena banyaknya korban warga sipil Palestina di Gaza. Namun menurut Lukman, kesepakatan itu bisa saja berubah setelah melewati durasi 4 hari.

“Bagi Hamas, saya menilai gencatan senjata ini untuk upaya menyusun strategi ke depan. Apalagi Iron Dome sudah tidak berfungsi,” jelas Lukman.

Baik Israel maupun Hamas memiliki motif masing-masing untuk melakukan gencatan senjata. Israel bersedia melakukan kesepakatan gencatan senjata karena rakyatnya resah soal penduduk Israel yang ditawan.

Kultur warga Israel ini seperti Amerika. Kalau banyak warganya yang menjadi korban, maka pemerintah akan menjadi sasaran kemarahan warganya. Warganya akan menekan pemerintah. Kalau bukan karena itu, Israel inginnya berperang terus selama ada dukungan Amerika,” ucap Lukman.

Pertempuran akan dihentikan dan dilanjutkan setiap harinya untuk setiap 10 tawanan yang dibebaskan oleh Hamas dari Gaza. Hamas sendiri banyak menyandera warga negara asing untuk mencari perhatian dunia.

Hamas akan membebaskan 50 sandera Israel-nya, termasuk wanita dan anak-anak. Sedangkan Israel, akan melepaskan 150 sandera Palestina yang juga termasuk wanita dan anak-anak, yang selama ini berada di penjara Israel.

Advertisement

Hamas Israel Konflik Palestina
Ricky Fadil
  • Website

Editor

Advertisement

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

Berita Utama

Ruben Onsu Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Awal Mula Dugaan Penipuan Investasi

Berita Utama

Polri Tegaskan Penetapan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Berdasarkan Lebih dari Dua Alat Bukti

BERITA TERBARU

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Polda Banten Imbau Orang Tua Awasi Anak agar Tak Terjebak Kericuhan Saat Penyampaian Aspirasi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.