Advertisement
CQ, GAZANAPUBLIKA – Motivasi adalah hal yang penting untuk mencapai cita-cita. Namun, motivasi yang sesungguhnya tidak hanya berbicara soal cita-cita dan masa depan, tetapi juga tentang membina diri sendiri dan membina hubungan sosial.
Membina diri sendiri berarti menyadari dan memperbaiki kekurangan-kekurangan kita. Kita perlu intropeksi diri untuk melihat apa saja yang perlu kita perbaiki. Kita perlu bersikap terbuka dan jujur terhadap diri sendiri, bahkan terhadap kekurangan-kekurangan kita.
Advertisement
Kekurangan-kekurangan kita bagaikan onderdil yang rusak dalam mesin. Onderdil yang rusak akan mengganggu pergerakan mesin. Demikian pula, kekurangan-kekurangan kita akan mengganggu kita untuk mencapai cita-cita.
Oleh karena itu, kita perlu memperbaiki kekurangan-kekurangan kita. Kita perlu belajar dan berlatih untuk menjadi lebih baik. Kita perlu mengembangkan potensi-potensi kita.
Membina hubungan sosial juga penting untuk mencapai cita-cita. Kita perlu membangun hubungan yang baik dengan orang lain, baik dengan keluarga, teman, maupun rekan kerja.
Hubungan sosial yang baik akan memberikan dukungan dan semangat bagi kita untuk mencapai cita-cita. Kita akan merasa lebih termotivasi untuk bekerja keras jika kita didukung oleh orang-orang yang kita sayangi.
Jadi, motivasi yang sesungguhnya adalah motivasi untuk membangun diri sendiri dan membangun hubungan sosial. Dengan membangun diri sendiri dan membangun hubungan sosial, kita akan lebih siap untuk mencapai cita-cita kita.
Seandainya kita termasuk orang yang tidak diterima oleh lingkungan sosial kita dimana kita berada , tu pertanda kita akan tertolak oleh lingkungan kerja atau lingkungan bisnis kita (relationship). Sehingga kita perlu mengindahkan diri kita dan mengindahkan dengan teman dan lingkungan sosial
Menjadi orang yang diterima di lingkungan sosial adalah hal yang penting bagi setiap orang. Lingkungan sosial yang mendukung dapat memberikan kita rasa nyaman, aman, dan bahagia. Sebaliknya, lingkungan sosial yang tidak mendukung dapat membuat kita merasa terasing, tidak nyaman, dan bahkan depresi. Hal itu berangkat inverstasi attitude dan prilaku kita yang tidak baik dan kita kadang menyangkalnya.
Ini adalah sebuah pengantar untuk memahami konsepsi character quotient selanjutnya.
Advertisement
Advertisement
