Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » PBB Ungkap 48 Perusahaan Terlibat Genosida di Gaza, FPN: Harus Dilawan dengan Teroganisir!

PBB Ungkap 48 Perusahaan Terlibat Genosida di Gaza, FPN: Harus Dilawan dengan Teroganisir!

Nasional Kamis, 3 Juli 2025 20:21 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarrta – Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN), Furqan AMC, menanggapi serius laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengungkap keterlibatan 48 perusahaan global dalam mendukung genosida di Gaza, termasuk nama-nama besar seperti Booking.com, Hyundai, hingga Microsoft.

“Kejahatan genosida ini sangat massif, sistemik dan terorganisir, karena itu kita juga harus lawan dengan terorganisir, teepimpin dan berlipat ganda” tegas Furqan AMC, Sekjen FPN.

Advertisement

Laporan dari Francesca Albanese itu mengkategorikan perusahaan-perusahaan berdasarkan perannya. Mulai dari penyedia alat berat penghancuran properti di Palestina, pengawasan masal, hingga penyandang dana lewat obligasi negara dan infrastruktur.

Lockheed Martin misalnya, mereka dilaporkan sebagai pemasok utama pesawat tempur F-35 dan drone ke militer Israel. Ada pun Caterpillar, HD Hyundai, dan Volvo, yang digunakan untuk pemasok mesin berat dalam penghancuran rumah serta ekspansi pemukiman di Palestina.

Sementara soal pengawasan terhadap penduduk Palestina di fasilitasi oleh Alphabet, Amazon, Microsoft, IBM, dan Palantir.

Begitu pun dengan data dan dukungan properti pemukiman ilegal Israel di Palestina melalui Booking.com, Airbnb, dan Expedia.

Lalu ada juga BNP Paribas dan Barclays yang memfasilitasi obligasi pemerintah Israel sehingga menopang finansial militer mereka.

BACA JUGA:  Andreas Minta Indra Kenz Segera Kembali ke Lapas, Jika Mangkir Siap Dijemput Paksa

Laporan ini menyebut struktur ekonomi tersebut sebagai “economy of genocide,” karena membantu memperpanjang konflik dan keterlibatan Israel di Gaza.

Menurut Furqan, laporan tersebut membongkar watak kolonial penjajahan Israel yang tidak hanya dilakukan lewat kekerasan militer, tetapi juga lewat dukungan ekonomi berskala global.

“Laporan ini mengkonfirmasi watak kolonial dari penjajahan Israel di Palestina,” ujarnya.

Furqan menegaskan bahwa genosida tidak hanya berlangsung di medan tempur, tetapi juga di balik layar industri dan pasar modal.

“Laporan ini membuka realitas pahit bahwa genosida bukan hanya soal senjata, tapi soal struktur ekonomi global yang memungkinkan dukungan
terhadap perluasan kekerasan,” jelasnya.

Furqan menilai pentingnya laporan ini sebagai pengingat bahwa perang modern tidak hanya berlangsung dalam kontak fisik, tetapi juga dalam ruang-ruang pengambilan keputusan bisnis.

“Perang pada dasarnya bukan hanya dilakukan di medan tempur, tapi juga di ruang rapat perusahaan dan rak pasar saham,” katanya.

Menanggapi temuan tersebut, FPN menyerukan kepada para investor dan konsumen untuk
mengevaluasi kembali posisi mereka terhadap perusahaan-perusahaan yang disebut dalam laporan PBB tersebut.

BACA JUGA:  YLBHI Soroti Kehadiran Militer di Ranah Penegakan Hukum Sipil Pasca-Penggeledahan di Cipete

“Oleh karena itu FPN merekomendasikan agar investor dan konsumen segera mengevaluasi apakah mereka masih memberikan dukungan pada genosida secara langsung atau tidak, dan bila ya, segera menghentikannya,” tegas Furqan.

Ia juga menekankan pentingnya peran akademisi dan pengamat politik dalam mengawasi dinamika ekonomi yang menopang genosida dan menyuarakan kritik secara terbuka.

“FPN menyeru kepada para akademisi dan pengamat politik untuk mengawasi dinamika ‘ekonomi
genosida’ dan peran perusahaan besar, serta menyuarakan secara terbuka isu ini kepada
publik,” beber Furqan.

Sebagai langkah konkret, FPN mendesak pemerintah Indonesia agar menindaklanjuti laporan tersebut dengan kebijakan yang jelas dan tegas. “FPN meminta pemerintah Indonesia agar menindaklanjuti laporan ini dalam bentuk kebijakan konkrit agar dapat
menghentikan segera genosida di Gaza,” pungkas Furqan.

Laporan PBB yang dirilis awal Juli 2025 itu menjadi pengingat kuat bahwa kekerasan kolonial modern kerap disokong oleh infrastruktur ekonomi yang kompleks—dan bahwa publik, negara, serta sektor pendidikan punya tanggung jawab bersama untuk mengakhirinya.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version