Advertisement
GazanaPublika.com, Bandung – Suasana hangat terlihat antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat keduanya menghadiri upacara militer di Pusat Pendidikan Infanteri, Batujajar, Bandung, Jawa Barat. Potret kebersamaan mereka yang diunggah di media sosial menepis spekulasi adanya ketegangan.
Kompaknya Gibran dan AHY ini menjadi sorotan setelah sebelumnya beredar video singkat yang memperlihatkan momen Gibran tidak menyalami AHY di sebuah acara resmi. Video tersebut viral dan memicu beragam komentar warganet, bahkan memunculkan dugaan hubungan dingin di antara keduanya.
Advertisement
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, menegaskan bahwa tidak ada masalah personal antara Gibran dan AHY. “Memang sejak awal tidak ada masalah. Hanya saja video sepotong itu menimbulkan tafsir dan komentar netizen yang kemana-mana,” kata Jansen saat dihubungi, Selasa (12/8/2025).
Jansen mengaku sempat melakukan pengecekan langsung terkait kejadian di video yang viral tersebut. Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari beberapa pihak, Gibran saat itu berjalan tergesa-gesa karena mendapat panggilan protokol untuk mempersiapkan kehadiran Presiden.
“Mas Wapres Gibran memang jalannya terburu-buru sehingga tidak sempat menyalami semua menteri yang berdiri di barisan. Jadi bukan hanya Mas AHY saja yang terlewat,” jelas Jansen.
Ia menambahkan, jika diperhatikan secara utuh, Gibran memulai rangkaian salam dari posisi tengah barisan, tepatnya dari Jaksa Agung, lalu bergerak menuju tempat duduknya. “Konteks ini yang hilang di video yang beredar, sehingga memunculkan kesan yang berbeda dari kejadian sebenarnya,” lanjutnya.
Dengan diunggahnya momen kebersamaan Gibran dan AHY di Batujajar, isu perseteruan itu pun mereda. Keduanya tampak berdiri berdampingan, berbincang santai, dan berinteraksi hangat di tengah agenda kenegaraan tersebut.
Langkah ini, menurut pengamat komunikasi politik, menjadi sinyal positif bahwa para pejabat negara dapat menjaga hubungan baik di tengah riuhnya pemberitaan di media sosial.
Advertisement
