Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Tepis Kekhawatiran Rupiah Melemah, Parlemen Sebut Pidato Presiden Hanya Guna Redam Kepanikan

Tepis Kekhawatiran Rupiah Melemah, Parlemen Sebut Pidato Presiden Hanya Guna Redam Kepanikan

Nasional Selasa, 19 Mei 2026 21:25 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Di tengah gejolak pasar keuangan yang memperlihatkan nilai tukar rupiah terus tertekan hingga menembus angka Rp17.706 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, dinamika pembahasan mengenai mata uang asing tersebut kian meluas di ruang publik. Situasi ini memicu munculnya berbagai tanggapan dari kalangan legislatif di Senayan terkait stabilitas sosial dan politik nasional.

Politikus Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, membeberkan sudut pandangnya mengenai arah kebijakan komunikasi yang dilemparkan oleh pihak Istana. Dirinya mengonfirmasi bahwa dampak penurunan nilai kurs pada dasarnya pasti akan tetap menjalar ke seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk warga yang bermukim di wilayah pedesaan.

Advertisement

Kendati demikian, Misbakhun menggarisbawahi bahwa pernyataan yang dikeluarkan oleh Kepala Negara merupakan bentuk sinyal politik terarah bagi otoritas moneter. Menurutnya, ucapan tersebut menjadi sebuah instruksi tersirat agar Bank Indonesia (BI) segera mengambil langkah cepat guna mengatasi depresiasi mata uang garuda. Beruntung, BI sendiri telah memberikan kepastian bahwa pondasi dasar ekonomi domestik masih kokoh, sehingga performa saat ini tidak dapat disamakan dengan situasi genting pada krisis finansial 1998 silam akibat adanya perbedaan fundamental pada tata susunan ekonomi Indonesia.

BACA JUGA:  Saling Klaim di Polda Metro Jaya: Kubu GRIB Jaya Sebut Laporan Anak Penulis Ahmad Bahar Hanya 'Playing Victim'

Oleh sebab itu, parlemen menilai rangkaian kalimat yang dilontarkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebelumnya terkait absensi penggunaan mata uang asing oleh masyarakat desa murni merupakan sebuah langkah taktis untuk meredam kegaduhan masif di kalangan masyarakat bawah.

“Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh, dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” demikian petikan penegasan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto guna menegaskan ketahanan nasional pada pemenuhan sektor logistik pokok dan daya energi di tengah guncangan global.

BACA JUGA:  Armada Bantuan Gaza Dicegat di Perairan Internasional, FPN Desak Presiden Prabowo Turun Tangan Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel

Secara lebih terperinci, pihak parlemen menilai pesan tersebut sengaja disebarkan demi mengontrol atmosfer psikologis publik agar tidak terseret ke dalam kepanikan kolektif yang tidak perlu, terutama ketika isu moneter mulai mendominasi perbincangan harian masyarakat luas.

Untuk melihat penjelasan langsung dari parlemen terkait maksud dari pernyataan kepala negara di tengah fluktuasi nilai tukar ini, Anda dapat menyimak tanggapan lengkapnya melalui tautan Ketua Komisi XI DPR Bela Prabowo soal Orang Desa Tak Pakai Dolar AS. Video ini menyajikan analisis mendalam dari pihak legislatif mengenai upaya menjaga stabilitas psikologis masyarakat di tengah dinamika ekonomi global saat ini.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.