GazanaPublika.com, Aceh Tamiang — Presiden Prabowo Subianto menilai lumpur sisa banjir di sejumlah wilayah Sumatra tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi memiliki nilai ekonomis jika dikelola dengan tepat. Pandangan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbuka usai meninjau pembangunan hunian bagi korban bencana di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Menurut Presiden, laporan dari pemerintah daerah menunjukkan adanya ketertarikan pihak swasta untuk memanfaatkan material lumpur pascabanjir, baik yang berada di sungai maupun di lahan pertanian.

“Gubernur melaporkan ke saya, ada pihak-pihak swasta yang tertarik, dia bisa memanfaatkan lumpurnya di mana-mana. Jadi tidak hanya di sungai, tapi yang di sawah dan sebagainya,” kata Prabowo, dikutip dari siaran daring YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo menyatakan, apabila pemanfaatan lumpur tersebut melibatkan pihak swasta, maka keuntungan yang dihasilkan dapat langsung dirasakan oleh pemerintah daerah. Ia menilai hal itu dapat menjadi peluang tambahan bagi daerah terdampak bencana.

“Kalau ada swasta mau beli ya monggo, (keuntungannya) silakan langsung dinikmati oleh daerah-daerah. Ya kan? Wah, Gubernur-Bupati ada semangat kalau tahu begitu. Pokoknya kita kerahkan semua upaya kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa proses pembersihan lumpur sisa banjir di wilayah Sumatra saat ini terus dilakukan secara cepat dan efisien. Salah satu persoalan utama yang dihadapi adalah pendangkalan di kawasan kuala, yakni pertemuan aliran sungai yang bermuara ke laut, akibat endapan lumpur.

Menurut Prabowo, upaya pengerukan dan pembersihan kuala tidak hanya penting untuk pemulihan pascabencana, tetapi juga dapat membuka kembali fungsi sungai sebagai jalur yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Jadi saya kira ini bagus sekali. Jadi silakan tolong ini didalami dan kita laksanakan. Jadi pendangkalan kuala-kuala, pembersihan kuala-kuala, membuka (peluang), itu saya kira bagus sekali. Jadi akses sungai-sungai bisa bermanfaat bagi kita,” ungkapnya.

Pemerintah, kata Prabowo, akan terus mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir, sekaligus mencari solusi yang tidak hanya mengatasi dampak bencana, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Saya kira ini sudah lah kita bikin operasi besar saja. This is a big engineering operation! ada perusahaan-perusahaan besar yang punya keahlian di bidang ini. Dredging (pengerukan) untuk pelabuhan dan sebagainya. Nanti juga bermanfaat itu,” ujarnya.

Redaksi

Exit mobile version