GazanaPublika.com, Solo — Babak baru dalam polemik hukum tudingan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo kembali menyita perhatian publik. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, dua nama yang justru berstatus tersangka, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, mendatangi kediaman pribadi Jokowi di kawasan Sumber, Banjarsari, Kota Solo, Kamis sore (8/1/2026).
Kunjungan tersebut sontak memantik spekulasi luas. Apalagi, keduanya hadir bersama kuasa hukum Elida Netty, di tengah isu kuat bahwa komunikasi non-litigasi atau upaya penyelesaian kekeluargaan tengah dijajaki oleh para pihak yang selama ini berada dalam pusaran konflik hukum.
Pengamanan Diperketat Sejak Sore Hari
Sejak pukul 15.45 WIB, situasi di sekitar Gang Kutai Utara tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Aparat keamanan berjaga ketat, dengan sejumlah kendaraan petugas diparkir melintang di badan jalan untuk membatasi akses visual ke arah rumah Jokowi.
Awak media dan warga hanya diperkenankan memantau dari ujung gang. Proses sterilisasi kawasan tersebut sempat menimbulkan tanda tanya, sebelum akhirnya terungkap adanya tamu khusus yang masuk melalui akses gang sisi barat.
Pertemuan tertutup itu juga dihadiri sejumlah tokoh penting dari barisan relawan pendukung Jokowi. Di antaranya: HM Darmizal MS, Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJo) dan Muhammad Rahmad, Sekretaris Jenderal ReJo.
Kehadiran para petinggi relawan ini memperkuat dugaan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sarat muatan komunikasi politik dan kemungkinan mediasi.
Ajudan Presiden ke-7, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, membenarkan adanya pertemuan tersebut. Namun ia menegaskan bahwa agenda yang berlangsung bersifat silaturahmi.
“Benar ada pertemuan silaturahmi antara Bapak (Jokowi) dengan Pak Eggi Sudjana dan Pak Damai Hari Lubis, didampingi pengurus ReJo,” ungkapnya singkat.
Meski demikian, Syarif enggan membeberkan lebih jauh isi pembicaraan maupun kesimpulan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Informasi lain yang beredar di kalangan jurnalis lapangan menyebutkan, kehadiran Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis, dan Elida Netty juga dikaitkan dengan kemungkinan peninjauan langsung bukti fisik ijazah yang selama ini menjadi sumber polemik.
Tak hanya itu, muncul pula dugaan bahwa ketiganya berpotensi dihadirkan sebagai saksi—baik oleh pihak Jokowi, Universitas Gadjah Mada (UGM), maupun kepolisian—guna memberikan keterangan resmi terkait keaslian dokumen tersebut.
Seorang sumber internal relawan menyebut langkah ini sebagai upaya rasional untuk mengakhiri kegaduhan nasional.
“Ini adalah langkah akal sehat. Jika mereka datang dan melihat sendiri kebenaran ijazah asli tersebut, maka kegaduhan ini bisa segera berakhir demi kebaikan bangsa,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, baik Eggi Sudjana maupun Damai Hari Lubis belum memberikan pernyataan resmi terkait maksud dan hasil kunjungan tersebut. Polemik pun masih bergulir, menunggu kepastian dari para pihak yang terlibat.***
