GazanaPublika.com, Jakarta – Rangkaian aksi demonstrasi mahasiswa yang menuntut perombakan kebijakan ekonomi dan penghentian praktik militerisme meluas ke berbagai daerah pada Senin (15/6). Aksi ini merupakan kelanjutan dari gerakan serupa yang sebelumnya telah bergejolak di Jakarta, Yogyakarta, dan sejumlah kota lainnya pada Jumat (12/6) dan Sabtu (13/6/2026) lalu.
Dalam aksi yang berlangsung di Jakarta hari ini, belasan perwakilan mahasiswa yang menggelar unjuk rasa diterima langsung oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Istana Wakil Presiden. Perwakilan tersebut mayoritas merupakan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK).
Pertemuan Tertutup Selama Satu Jam
Rombongan mahasiswa terpantau memasuki kantor Wakil Presiden pada pukul 17.25 WIB. Pertemuan yang berlangsung secara tertutup tersebut berjalan selama kurang lebih satu jam, di mana para mahasiswa memaparkan langsung poin-poin tuntutan mereka mengenai arah kebijakan pemerintah saat ini.
Pihak mahasiswa menyatakan bahwa Wakil Presiden memberikan respons yang baik selama audiensi berjalan. Wapres Gibran juga disebut mencatat secara langsung berbagai poin krusial yang menjadi keberatan para mahasiswa.
Soroti MBG dan KDMP, Mahasiswa Ancam Aksi Berjilid-jilid
Koordinator aksi mahasiswa di Jakarta, Muhammad Abdi, menjelaskan bahwa catatan tersebut mencakup program-program baru pemerintah yang dinilai masih memiliki kejanggalan dalam pelaksanaannya.
“Mencatat poin-poin yang ke depannya harus diperbaiki dan dievaluasi terkait berbagai hal yang kami nilai janggal di negara hari ini, seperti program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih),” ujar Muhammad Abdi usai pertemuan, Senin (15/6).
Kendati aspirasi mereka telah dicatat, aliansi mahasiswa menegaskan bahwa mereka tidak hanya sekadar menyampaikan tuntutan. BEM UBK secara resmi memberikan tenggat waktu yang ketat kepada pihak Istana untuk segera merealisasikan evaluasi tersebut.
Jika dalam waktu 5×24 jam pemerintah tidak menunjukkan langkah konkret atau respons nyata terhadap tuntutan yang diberikan, mahasiswa berkomitmen akan kembali turun ke jalan dengan gelombang massa yang lebih besar melalui aksi lanjutan secara berjilid-jilid.
