Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Di Tengah Bara Perang Iran, Pemerintah Pastikan BBM Tak Naik, APBN Jadi Tameng Rakyat

Di Tengah Bara Perang Iran, Pemerintah Pastikan BBM Tak Naik, APBN Jadi Tameng Rakyat

Nasional Jumat, 27 Maret 2026 20:32 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Ketika dunia dilanda gejolak akibat perang Iran melawan koalisi AS–Israel dan harga minyak global bergetar, Indonesia justru memilih menahan napas—bukan dengan menaikkan harga bahan bakar, melainkan menahannya tetap stabil.

Di tengah kekhawatiran publik akan lonjakan harga energi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan satu hal penting: harga BBM tidak akan naik.

Advertisement

“Tidak ada, enggak ada, jangan diganggu dulu,” tegasnya, meredam spekulasi yang sempat beredar di tengah tekanan global. (Sekolapedia)
Keputusan ini muncul di saat situasi internasional sedang tidak biasa. Perang di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz—jalur vital distribusi energi dunia—telah mengguncang pasokan minyak global dan mendorong harga naik tajam. Namun pemerintah Indonesia mengambil jalur berbeda.

Antara Perang dan Dapur Rakyat

Kenaikan harga minyak dunia memang nyata. Angkanya telah melampaui asumsi dalam APBN 2026, tetapi pemerintah menilai lonjakan tersebut belum cukup alasan untuk membebankan dampaknya langsung ke masyarakat.

BACA JUGA:  Gugatan Praperadilan Roy Suryo Ditolak PN Jaksel, Hakim Menilai Ada Penyalahgunaan Prosedur Hukum

Di sinilah peran APBN menjadi krusial. Purbaya menyebut anggaran negara sebagai ‘shock absorber’—peredam guncangan global agar tidak langsung menghantam daya beli rakyat. (Sekolapedia)

Artinya sederhana, tetapi strategis:
negara menahan tekanan, agar rakyat tidak ikut terpukul.

Stabilitas di Tengah Ketidakpastian

Pemerintah juga memastikan bahwa:
• stok BBM nasional masih aman
• pasokan energi tetap terjaga
• distribusi tidak terganggu

Dengan kondisi tersebut, kebijakan menahan harga dianggap masih realistis, setidaknya untuk jangka pendek hingga dinamika global lebih jelas.

Bahkan, menurut Purbaya, kemampuan fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas ini hingga periode tertentu.

Dilema: Rakyat vs Tekanan Anggaran

Namun keputusan ini bukan tanpa risiko.
Menahan harga BBM berarti subsidi bisa membengkak. Jika harga minyak dunia terus naik akibat konflik berkepanjangan, tekanan terhadap APBN akan semakin berat. Para analis mengingatkan bahwa kebijakan ini ibarat berjalan di atas garis tipis antara stabilitas sosial dan kesehatan fiskal.

BACA JUGA:  Perdana, Pendekar Banten Latihan Jurus Baku TTKKBI di Markas DPW I Banten

Di sisi lain, kebijakan ini juga berdampak politis. Menahan harga BBM dinilai dapat menjaga kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi domestik.

Energi Jadi Medan Perang Baru

Perang Iran tidak hanya soal militer—ia telah menjelma menjadi perang energi. Ketika Selat Hormuz terganggu, bukan hanya negara-negara besar yang terdampak, tetapi juga negara seperti Indonesia yang masih bergantung pada impor energi.

Dalam konteks ini, keputusan pemerintah menahan harga BBM bukan sekadar kebijakan ekonomi, melainkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional di tengah badai global.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version