Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sidang Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Saksi Ungkap Kejanggalan Luka Terdakwa

Sidang Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Saksi Ungkap Kejanggalan Luka Terdakwa

Nasional Rabu, 6 Mei 2026 21:03 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Persidangan perkara penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, kembali mengungkap fakta baru. Dalam sidang di Pengadilan Militer Jakarta, Rabu (6/5/2026), Dandenma Bais Tentara Nasional Indonesia, Kolonel Inf Heri Heryadi, membeberkan kejanggalan saat memeriksa kondisi dua terdakwa yang mengalami luka gosong pada wajah dan tubuh usai insiden tersebut.

Di hadapan majelis hakim, Heri menjelaskan bahwa dua terdakwa, Sersan Dua Edi Sudarko dan Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, sempat tidak mengikuti apel pagi dan berada di mes Bais Tentara Nasional Indonesia dengan alasan sakit. Keduanya diketahui tengah menjalani perawatan akibat luka bakar yang terlihat mencolok di bagian wajah serta tangan.

Advertisement

BACA JUGA:  FPN Desak Pemerintah Hentikan Hubungan Bawah Tanah dengan Israel

Kondisi itu memunculkan pertanyaan dari Heri. Ia mengaku langsung meminta penjelasan mengenai penyebab luka yang dialami kedua anggota tersebut. Namun alih-alih memberikan keterangan yang lugas, jawaban yang diterimanya justru dinilai berbelit-belit.

“Setelah itu kami coba lihat kondisinya, melihat kondisi, kami tanya-tanya yang bersangkutan, kami tanya kenapa, kemudian kapan, mereka menjawabnya agak berbelit-belit. Yang pertama tanya kenapa, tersiram air panas. Tapi kalau ada keanehan di situ, mereka berdua sama-sama tersiram air panas,” ujar Heri dalam kesaksiannya.

Menurut Heri, penjelasan itu sejak awal menimbulkan tanda tanya. Ia menilai janggal jika keduanya mengalami luka serupa dengan alasan yang sama pada waktu yang bersamaan. Saat didalami lebih lanjut, keduanya juga tidak langsung mengakui bahwa luka tersebut diduga berkaitan dengan cipratan air keras dalam aksi penyiraman terhadap Andrie Yunus. Sebaliknya, Heri menyebut respons yang muncul hanya pengakuan singkat bernada penyesalan.

BACA JUGA:  Pengusutan Aliran Dana Bupati Pekalongan Nonaktif: KPK Telusuri Pembelian Rolex di Butik Jam Mewah

“Kemudian, saya tanya tanya lebih dalam lagi, mereka hanya bilang siap salah, siap salah, akhirnya kami, udah saya tinggal saja. Saya perintahkan Kapten Suyanto untuk melanjutkan perawatan, kami kembali ke ruangan,” katanya.

Dalam perkara ini, empat anggota militer duduk di kursi terdakwa, yakni Sersan Dua Edi Sudarko, Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, Kapten Nandala Dwi Prasetyo, dan Letnan Satu Sami Lakka. Kesaksian Kolonel Heri menjadi bagian penting dalam mengurai rangkaian peristiwa yang mengarah pada dugaan keterlibatan para terdakwa dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan tersebut.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Nasional

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Nasional

Prabowo Sungkem kepada Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso di Muktamar NU ke-35

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

BERITA TERBARU

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.