Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Siksa ART Indonesia, Dua Pasang Majikan di Malaysia Ditangkap Setelah Videonya Viral di Tanah Air

Siksa ART Indonesia, Dua Pasang Majikan di Malaysia Ditangkap Setelah Videonya Viral di Tanah Air

Berita Utama Senin, 15 Juni 2026 17:48 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Kuala Lumpur — Kasus penganiayaan brutal terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali terjadi dan memicu kemarahan publik. Dua pasang suami istri di Malaysia resmi ditahan oleh pihak kepolisian setempat menyusul beredarnya bukti video penyiksaan terhadap Asisten Rumah Tangga (ART) asal Indonesia berinisial YY.

Kasus pilu ini terbongkar dan langsung menduduki trending topic di media sosial Indonesia setelah empat rekaman video pendek beredar luas di jagat maya. Dalam video yang memicu kecaman luar biasa dari netizen tanah air tersebut, korban tampak terduduk pasrah di sofa sambil dipukuli secara brutal, dijambak, ditampar, hingga dihantam di bagian kepala oleh seorang pria berkaus biru dan seorang wanita, sementara beberapa orang lainnya ikut memaki dengan kata-kata kasar. Berdasarkan informasi awal, korban dituduh telah melukai anak kecil sang majikan, meski polisi menegaskan motif mendasar tersebut masih didalami.

Advertisement

Merespons kegaduhan yang lintas batas negara ini, Kapolres Johor, Datuk Ab Rahaman Arsad, menyatakan bahwa keempat tersangka yang berusia antara 30 hingga 34 tahun tersebut telah ditangkap sekitar pukul 19.30 waktu setempat. Operasi penangkapan dilakukan oleh Departemen Investigasi Kriminal Markas Kepolisian Kontingen (IPK) Johor bersama dengan Markas Kepolisian Daerah (IPD) Johor Bahru Utara.

BACA JUGA:  YLBHI Soroti Kehadiran Militer di Ranah Penegakan Hukum Sipil Pasca-Penggeledahan di Cipete

“Penyelidikan awal mendapati bahwa kejadian di dalam video viral itu terjadi pada 26 Juli tahun lalu di sebuah rumah di Taman Johor. Dua tersangka wanita merupakan saudara kandung, dan kedua pasangan suami istri tersebut tinggal bersama di rumah itu,” jelas Ab Rahaman dalam konferensi pers di IPD Iskandar Puteri.

Dalam operasi penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti krusial berupa ponsel, pakaian milik tersangka, kamera pengawas (CCTV), serta dua paspor milik wanita warga negara asing yang bekerja di sana. Hasil pemeriksaan catatan kepolisian menunjukkan seluruh tersangka bersih dari rekam jejak kriminal, serta dinyatakan negatif narkoba berdasarkan tes urine awal. Saat ini, kedua pasangan suami istri tersebut ditahan sementara (direman) oleh Pengadilan Majistret Johor Bahru untuk diselidiki di bawah hukum pidana Malaysia, termasuk undang-undang paspor dan komunikasi.

BACA JUGA:  Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

Sementara itu, fokus utama pihak kepolisian saat ini beralih ke upaya penyelamatan dan pencarian korban utama yang melarikan diri untuk menyelamatkan diri pasca-kejadian.

“Korban yang merupakan ART asal Indonesia diduga telah melarikan diri dan polisi sedang berupaya keras untuk melacak keberadaannya. Selain itu, dua wanita lain yang bekerja sebagai ART pada tersangka juga diduga turut menjadi korban penyiksaan dan telah diidentifikasi untuk membantu proses penyelidikan. Semua korban berusia sekitar 20-an tahun dan saat ini masih berada di dalam negeri,” tambah Ab Rahaman.

Di Indonesia, kasus ini telah mendapatkan perhatian langsung dari pemerintah pusat. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, memberikan pernyataan resmi bahwa pihaknya bersama KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Johor Bahru bergerak cepat mengawal ketat penanganan kasus hukum ini. Pihak otoritas Indonesia memastikan akan memberikan perlindungan penuh, pendampingan hukum, serta perawatan trauma bagi korban YY dan dua ART lainnya begitu keberadaan mereka berhasil diamankan. (Getaran / Antara)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

BERITA TERBARU

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version