Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta – Setelah tertunda selama hampir 28 tahun atau melewati masa jabatan enam presiden, proyek strategis nasional Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, Kepulauan Tanimbar, Maluku, akhirnya resmi memasuki tahap pembangunan. Presiden Prabowo Subianto secara resmi menandai dimulainya proyek bernilai investasi sekitar US$20,9 miliar (sekitar Rp377 triliun) tersebut.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan rasa syukur atas dimulainya proyek yang sudah ditunggu selama tiga dasawarsa itu. Ia menegaskan pembangunan ini tidak boleh terhambat dan harus diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya demi mendukung ketahanan energi nasional serta pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia.
“Rakyat sudah menunggu tiga dasawarsa. Hari ini pembangunan dimulai. Proyek ini tidak boleh terhalang apa pun dan harus diselesaikan secepat mungkin,” ujar Prabowo saat acara peresmian yang digelar secara virtual, Kamis (16/7/2026), dikutip dari detik.com.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebutkan, proyek yang dikelola konsorsium INPEX Masela (65%), Pertamina (20%), dan Petronas (15%) ini akan menghasilkan 9,5 juta ton gas alam cair per tahun, serta pasokan gas pipa domestik dan kondensat. Selain untuk kebutuhan energi, proyek ini juga diharapkan membuka lapangan kerja luas dan menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
Proyek yang pertama kali direncanakan sejak tahun 1998 ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2029–2030.
Advertisement
