Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Lewat Paloh Tercermin Jika Jokowi Ingin Bangun Rekonsiliasi Semua Elite

Lewat Paloh Tercermin Jika Jokowi Ingin Bangun Rekonsiliasi Semua Elite

Berita Utama Selasa, 20 Februari 2024 6:00 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

Jakarta, GazanaPublika.com – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkeinginan melakukan politik rekonsiliasi, terutama jika pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, resmi memenangkan Pemilihan Presiden 2024.

Menurut Dedi, keinginan ini tercermin dari pertemuan antara Jokowi dan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, yang diselenggarakan empat hari setelah pemungutan suara Pemilu 2024.

Advertisement

Partai Nasdem sendiri mendukung pasangan calon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Tetapi setelah pertemuan dengan Paloh, Jokowi menyatakan keinginannya untuk membangun komunikasi antara semua elite politik.

“Jelas, pertemuan ini mencerminkan kekhawatiran Jokowi terkait posisi kekuasaan pasca Pemilu, sekaligus menunjukkan niatnya agar pemerintahan Prabowo dan Gibran sejalan dengan masa pemerintahan Jokowi yang minim oposisi,” ujar Dedi saat dihubungi pada Senin (19/2/2024).

BACA JUGA:  YLBHI Soroti Kehadiran Militer di Ranah Penegakan Hukum Sipil Pasca-Penggeledahan di Cipete

Apabila pasangan Prabowo-Gibran resmi memenangkan Pemilihan Presiden, peluang untuk kembali terjadi politik rekonsiliasi terbuka lebar.

“Tawaran ini peluang besar serta berpotensi diumumkan kembali,” ungkap Dedi.

Dalam konteks ini, Dedi melihat pertemuan kemarin sebagai upaya rayuan Jokowi kepada Surya Paloh untuk menerima hasil pilpres tanpa menimbulkan perlawanan.

Menurut pandangan Dedi, Jokowi tentu tidak akan membiarkan putranya, Gibran Rakabuming Raka, terlibat dalam konflik pasca pemilu.

“Jokowi pasti akan membela putranya dalam suasana pasca Pemilu yang baru saja berakhir,” ucapnya.

Dedi menambahkan bahwa jika Nasdem bersedia menerima hasil pemilu tanpa perlawanan, kemungkinan besar akan ada tawaran atau imbalan.

Imbalan tersebut, menurutnya, dapat berupa pemutihan atas permusuhan atau meredanya ketegangan hubungan antara Jokowi dan Surya Paloh selama ini.

“Bukan tidak mungkin Nasdem kembali merapat ke pemrrintahan, memperkuat Prabowo, karena memang mereka tidak miliki persoalan,” tambah dia.

BACA JUGA:  Ledakan Gudang Amunisi Puspalad Madiun: Satu Prajurit Gugur, Penyebab Masih Diselidiki

Pertemuan antara Surya Paloh dan Jokowi di Istana Negara pada Minggu (18/2/2024) malam berlangsung di Jakarta.

Presiden Joko Widodo menyatakan perannya sebagai penghubung atau jembatan untuk segala hal. “Sebenarnya, saya hanya berperan sebagai jembatan,” kata Jokowi pada hari Senin.

Jokowi menyerahkan sepenuhnya urusan politik kepada partai politik di Tanah Air dan ingin menjadi penghubung komunikasi untuk segala hal.

“Yang terpenting, nanti partai-partai yang menangani. Saya ingin menjadi jembatan untuk semua hal. Urusan politik adalah urusan partai,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyebut pertemuan tersebut sebagai pertemuan politik biasa dan yakin bahwa hal tersebut akan memberikan manfaat besar bagi politik di Tanah Air. Dia juga mengimbau wartawan untuk tidak mempermasalahkan siapa yang mengundang lebih dulu. (Sumber: Kompas.com)

Advertisement

Joko Widodo
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

BERITA TERBARU

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version