Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sampai ‘Segitunya’ Jadi Marbot Mesjid, Kabur dari Kejaran KPK

Sampai ‘Segitunya’ Jadi Marbot Mesjid, Kabur dari Kejaran KPK

Nasional Sabtu, 15 Juni 2024 18:45 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Wakil Ketua KPK, Alex Marwata (sumber: antaranees.com)

Advertisement

GazanaPublika.com – Selama empat tahun terakhir, nama Harun Masiku, mantan caleg DPR RI dari PDIP, menjadi salah satu buronan paling dicari oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terkait kasus suap Pergantian Antarwaktu (PAW), Harun terpaksa menjalani kehidupan yang penuh ketidakpastian dan pelarian dari satu negara ke negara lain, menghindari kejaran hukum yang tiada henti.

Perjalanan buron Harun Masiku dimulai pada awal 2020, ketika ia menghilang dari radar setelah diduga terlibat dalam skandal suap. Sejak itu, ia hidup dalam bayang-bayang, berpindah-pindah negara demi menghindari penangkapan. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menceritakan bahwa Harun pernah terdeteksi berada di Malaysia pada tahun 2023, bekerja sebagai marbut masjid – sebuah pekerjaan yang jauh dari gemerlapnya dunia politik yang pernah ia kenal.

Advertisement

“Kita sudah empat tahun melakukan pencarian. Beberapa informasi menyebutkan bahwa dia sempat berada di Filipina dan kemudian menjadi marbut masjid di Malaysia,” kata Alex kepada wartawan, Jumat (14/6/2024). Meskipun tim penyidik telah mengirimkan tim ke Filipina dan Malaysia, keberadaan Harun tetap sulit dilacak secara pasti.

BACA JUGA:  Petani dan Buruh Satu Barisan di May Day 2026, Solidaritas ‘Beras Lanusa’ Menggema di Depan DPR

Keberadaan Harun yang berpindah-pindah ini menunjukkan betapa sengsaranya hidup seorang buronan. Dari seorang politisi dengan pengaruh besar, kini ia harus bersembunyi dan menjalani pekerjaan kasar hanya untuk bertahan hidup. “Syukur-syukur kalau yang bersangkutan pada kesempatan ini mendengar dan dengan sukarela menyerahkan diri. Itu akan lebih baik,” ujar Alex penuh harap.

Harapan KPK untuk segera menangkap Harun semakin besar, terutama dengan perkembangan terbaru dalam penyidikan. Pada Senin, 10 Juni 2024, tim penyidik memeriksa Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai keberadaan Harun. Handphone milik Hasto dan stafnya, Kusnadi, juga disita sebagai bagian dari upaya penyidikan.

BACA JUGA:  Tuduhan Penyekapan Berbuntut Panjang, Kubu Hercules Resmi Laporkan Balik Anak Penulis Ahmad Bahar ke Polda Metro Jaya

Namun, penyidikan tidak selalu berjalan mulus. Kusnadi, yang dijadwalkan untuk memberikan keterangan tambahan, absen dengan alasan trauma setelah dibentak oleh penyidik. Kejadian ini menunjukkan betapa kompleks dan penuh tantangan upaya penegakan hukum yang dihadapi oleh KPK.

Sementara itu, Alexander Marwata dan jajaran pimpinan KPK terus mendorong tim penyidik untuk bekerja tanpa lelah dalam menyeret Harun ke hadapan publik. “Kami berharap dalam sepekan ini penyidikan Harun dapat membuahkan hasil,” tambah Alex.

Kisah Harun Masiku adalah sebuah peringatan keras tentang konsekuensi dari tindakan korupsi. Dari seorang politisi berpengaruh, ia kini hidup dalam pelarian, menghadapi ketidakpastian dan ketakutan setiap hari. Nasib buruk yang dialaminya mencerminkan betapa mahalnya harga yang harus dibayar akibat perbuatan yang melanggar hukum. Semoga ini menjadi pelajaran bagi mereka yang masih bermain-main dengan integritas dan kejujuran dalam dunia politik.

Sumber: liputan6.com

Advertisement

KPK
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Perdana, Pendekar Banten Latihan Jurus Baku TTKKBI di Markas DPW I Banten

Nasional

Keluhan Mitra Dapur Program Makan Bergizi Gratis Soal Keracunan

Nasional

Rumah Anggota BPK Digeledah KPK

Berita Utama

Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

BERITA TERBARU

Komisi Informasi Jabar Menangkan Bpkp, Diskominfo Kota Bandung Diperintahkan Buka Dokumen Anggaran Kemitraan Media

SMK KOPTI Berikan Pembekalan MPLS Bahas Bahaya Narkoba Hingga Tolak LGBT

Polda Banten Edukasi Masyarakat tentang Pencegahan Premanisme Melalui Penegakan Hukum dan Peran Masyarakat

Perdana, Pendekar Banten Latihan Jurus Baku TTKKBI di Markas DPW I Banten

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.