Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Heboh! Dahlan Iskan, Mantan Menteri BUMN Di-isukan Murtad?

Heboh! Dahlan Iskan, Mantan Menteri BUMN Di-isukan Murtad?

Nasional Selasa, 15 Oktober 2024 22:48 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com – Media sosial kembali dihebohkan sosok publik figur. Kali ini, medera sosok Dahlan Iskan yang menjadi sorotan yang terlihat di potongan video pidatonya beredar luas. Video tersebut diambil saat ia berpidato di Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’had Al-Zaytun, Indramayu, dalam perayaan ulang tahun ke-25 di Ponpes tersebut. Pada rekaman itu, Dahlan tampak membahas ajaran Buddha-Tzu Chi, yang menurutnya tidak mengizinkan pembangunan rumah ibadah, sembahyang, atau berdoa.

Ungkapan Mantan Mentri BUMN era SBY itu menyebut dirinya sebagai anggota aktivis ajaran Buddha-Tzu Chi. Ini telah memicu spekulasi di kalangan warganet. Tak sedikit yang menduga bahwa mantan Pemimpin Jawa Pos Group ini telah berpindah keyakinan. Isu ini semakin bergulir paska beberapa tokoh agama ikut berkomentar.

Advertisement

Spekulasi Pindah Keyakinan

Tak sedikit warganet yang menilai pernyataan Dahlan tersebut sebagai tanda bahwa ia telah berpindah keyakinan. Namun, Dahlan sendiri tidak pernah menyatakan bahwa ia keluar dari Islam. Sejumlah sahabat dekat dan pihak yang mengenal Dahlan pun turut meluruskan isu tersebut. Mereka menegaskan bahwa keterlibatan Dahlan dalam ajaran Buddha Tzu Chi lebih bersifat sosial dan kemanusiaan, bukan perubahan keyakinan.

Dalam sebuah tulisan yang dipublikasikan di JPNN, Dahlan memberikan klarifikasi tentang kesalahpahaman yang terjadi. Ia menegaskan bahwa dirinya masih berpegang pada keyakinan lamanya, namun ia juga terlibat aktif dalam gerakan kemanusiaan yang diusung oleh Buddha Tzu Chi. Bagi Dahlan, agama seharusnya menjadi sarana untuk menyebarkan kebaikan dan kedamaian, bukan justru sumber konflik atau persaingan.

BACA JUGA:  Saling Klaim di Polda Metro Jaya: Kubu GRIB Jaya Sebut Laporan Anak Penulis Ahmad Bahar Hanya 'Playing Victim'

Perbedaan Agama Sebagai Sumber Konflik?

Dalam pidatonya, Dahlan juga menyinggung tentang bagaimana simbol-simbol agama, seperti rumah ibadah, bisa menjadi pemicu persaingan antarumat beragama. Ia menyoroti bagaimana pembangunan rumah ibadah sering kali menjadi ajang persaingan antaragama, yang bisa memicu konflik di masa depan.

“Persaingan besar-besaran membangun rumah ibadah bisa menjadi sumber konflik, bukannya kedamaian. Kita harus lebih fokus pada esensi agama, yaitu kedamaian dan membantu sesama,” ujar Dahlan.

Respons Warganet dan Tokoh Agama

Meskipun Dahlan telah memberikan klarifikasi, warganet tetap ramai membahas video tersebut di berbagai platform media sosial. Tak sedikit yang mengapresiasi keterlibatan Dahlan dalam kegiatan sosial, namun ada juga yang masih mempertanyakan posisi keyakinannya.

Dalam pernyataannya, Kiai Cholil Nafis menyinggung soal Dahlan yang menjadi aktivis anti rumah ibadah dan anti doa. “Apa benar ini, Pak @dahlaniskan? Sampean jadi aktivis anti rumah ibadah dan anti doa?” tulis Cholil Nafis di akun X-nya, yang disambut dengan berbagai respons dari pengguna media sosial lainnya.

Kehadiran Dahlan Iskan di Ma’had Al-Zaytun dan pernyataannya tentang Buddha Tzu Chi masih menjadi perbincangan hangat hingga kini. Bagi sebagian pihak, isu ini mencerminkan pentingnya dialog dan toleransi antarumat beragama. Namun bagi yang lain, masih ada tanda tanya besar yang perlu dijawab oleh Dahlan Iskan sendiri. Apakah keterlibatannya dalam Buddha Tzu Chi semata untuk kegiatan sosial, ataukah memang ada sesuatu yang lebih mendalam di balik itu?

BACA JUGA:  Waka BGN Perkuat Koordinasi dengan Polri, Pastikan Praktik Ilegal Jual Beli Titik SPPG Ditindak Tegas

Satu hal yang pasti, pidato Dahlan Iskan di Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun telah membuka perdebatan yang lebih luas tentang peran agama dalam kehidupan sosial dan kemanusiaan di Indonesia.

Tanggapan MUI

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Kiai Cholil Nafis, bahkan mempertanyakan kebenaran klaim tersebut di akun media sosialnya, yang membuat publik semakin penasaran.

Penjelasan Dahlan Iskan tentang Ajaran Buddha Tzu Chi

Namun, apa yang sebenarnya disampaikan oleh Dahlan Iskan dalam pidatonya? Dalam potongan pidato tersebut, Dahlan sebenarnya tengah menjelaskan pengalamannya saat mengunjungi Taiwan. Ia bercerita tentang ajaran Buddha Tzu Chi, yang menurutnya tidak mengutamakan ritual ibadah di tempat tertentu, tetapi lebih fokus pada aksi nyata membantu sesama.

“Saya bertemu dengan pemimpin agama tertinggi di Taiwan, Buddha Tzu Chi. Mereka tidak memiliki rumah ibadah, tidak ada sembahyang, tidak ada doa. Fokus mereka adalah membantu sesama, dan saya menjadi salah satu aktivisnya,” ungkap Dahlan dalam pidatonya.

Dahlan juga menekankan bahwa ajaran Buddha Tzu Chi menekankan pentingnya memberi kontribusi kepada masyarakat, terutama kepada mereka yang kurang beruntung. Ia menceritakan bagaimana penganut Buddha Tzu Chi aktif membantu anak-anak terlantar di Jakarta dan memberikan pendidikan yang layak bagi mereka.

Advertisement

Menteri
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Perdana, Pendekar Banten Latihan Jurus Baku TTKKBI di Markas DPW I Banten

Nasional

Keluhan Mitra Dapur Program Makan Bergizi Gratis Soal Keracunan

Nasional

Rumah Anggota BPK Digeledah KPK

Berita Utama

Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

BERITA TERBARU

Proyek Rabat Beton Dana Desa Rp223 Juta di Desa Sanding Petir Retak, Pihak Desa Belum Bisa Dikonfirmasi

Komisi Informasi Jabar Menangkan Bpkp, Diskominfo Kota Bandung Diperintahkan Buka Dokumen Anggaran Kemitraan Media

SMK KOPTI Berikan Pembekalan MPLS Bahas Bahaya Narkoba Hingga Tolak LGBT

Polda Banten Edukasi Masyarakat tentang Pencegahan Premanisme Melalui Penegakan Hukum dan Peran Masyarakat

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.