Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Aksi ‘Indonesia Gelap’ Tolak Pemotongan Anggaran

Aksi ‘Indonesia Gelap’ Tolak Pemotongan Anggaran

Nasional Selasa, 18 Februari 2025 5:19 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sumber Foto: Scrrenshot KompasTV

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Gelombang protes kembali mengguncang Ibu Kota. Koalisi masyarakat sipil bersama Aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI) menggelar aksi unjuk rasa bertajuk ‘Indonesia Gelap’. Aksi ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap semakin menjauh dari prinsip keadilan sosial, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat.

Aksi yang berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta, pada Senin (17/2/2025), menolak sejumlah kebijakan kontroversial, mulai dari pemotongan anggaran pendidikan hingga rencana revisi Undang-Undang Kejaksaan, Undang-Undang Polri, dan Undang-Undang TNI. Massa aksi menuntut agar pemerintah membatalkan kebijakan-kebijakan tersebut, yang dinilai merugikan rakyat dan mengancam kehidupan demokrasi.

Advertisement

Salah satu tuntutan utama aksi ini adalah terciptanya pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis. Para demonstran menegaskan bahwa pemangkasan anggaran pendidikan harus dihentikan karena akan memperburuk ketimpangan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Anggaran pendidikan yang layak adalah hal penting untuk memastikan seluruh rakyat akses pendidikan murah dan layak. Pendidikan adalah hak fundamental setiap warga negara. Pemangkasan anggaran pendidikan hanya akan memperdalam ketimpangan akses pendidikan dan memperburuk kualitasnya,” tegas Koordinator BEM SI kerakyatan, Satria, dalam keterangannya.

BACA JUGA:  Menantang Risiko di Bawah Rel: Langkah Sigap Rano Karno Cegah Petaka 'Sinkhole' Lenteng Agung

Selain itu, massa aksi juga menuntut evaluasi terhadap Proyek Strategis Nasional yang bermasalah serta penolakan terhadap revisi Undang-Undang Minerba. Satria menegaskan bahwa beberapa revisi undang-undang yang sedang diusulkan akan mengancam demokrasi dan hak asasi manusia. Dia menyoroti bahwa lembaga-lembaga negara sedang berlomba-lomba memperluas kewenangan melalui revisi undang-undang, seperti revisi Undang-Undang Polri, Undang-Undang Kejaksaan, dan Undang-Undang TNI.

“Dalam revisi UU Polri, Polisi ingin memperluas kewenangan lebih agar dapat melakukan kontrol terhadap konten-konten dalam media sosial. Sementara dalam rencana revisi UU Kejaksaan, Jaksa ingin memperkuat hak imunitasnya. Hak imunitas ini sebelumnya sudah diatur dalam UU Kejaksaan yang berlaku saat ini. Rencana revisi terhadap berbagai UU tersebut berbahaya dan menyimpang dari prinsip persamaan di hadapan hukum karena harusnya semua warga dan aparat negara tidak boleh mendapatkan imunitas itu,” jelasnya.

BACA JUGA:  Reshuffle Lagi Ke-6 Kali: Prabowo Merapikan Ulang

Satria juga mengkritik rencana revisi Undang-Undang TNI yang dinilai akan membuka peluang bagi militer untuk kembali terlibat dalam penegakan hukum, seperti pada masa lalu. “Sementara rencana revisi UU TNI akan memberi ruang untuk militer masuk kembali dalam penegakan hukum seperti masa lalu. Padahal hingga saat ini militer belum tunduk pada peradilan umum, dan lagi-lagi kondisi tersebut sangat berbahaya untuk demokrasi,” lanjutnya.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut pencabutan multifungsi ABRI. Saat ini, banyak anggota TNI dan Polri aktif yang menduduki jabatan sipil, yang dinilai bertentangan dengan prinsip demokrasi dan menyimpang dari tugas pokok mereka sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Aksi ‘Indonesia Gelap’ ini menjadi bukti bahwa suara rakyat, terutama generasi muda, terus bergema menuntut perubahan dan keadilan. Mereka berharap pemerintah segera mendengarkan aspirasi rakyat dan menghentikan kebijakan-kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat.

Advertisement

Aksi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Rizal Fadillah Jadi Tersangka: Pengamat Nilai Isu Ijazah Jokowi Lebih Menonjol daripada Identitas dan Stabilitas PSI di Jabar

Nasional

Ledakan Gudang Amunisi Puspalad Madiun: Satu Prajurit Gugur, Penyebab Masih Diselidiki

Nasional

Pemerintah Alokasikan Rp 3 Miliar untuk Setiap Koperasi Desa Merah Putih

Nasional

Dokter Tifa: 12 Tahun Jokowi Pejabat, Baru Akui Lulusan UGM Tahun 2017

BERITA TERBARU

Rizal Fadillah Jadi Tersangka: Pengamat Nilai Isu Ijazah Jokowi Lebih Menonjol daripada Identitas dan Stabilitas PSI di Jabar

Ledakan Gudang Amunisi Puspalad Madiun: Satu Prajurit Gugur, Penyebab Masih Diselidiki

Pemerintah Alokasikan Rp 3 Miliar untuk Setiap Koperasi Desa Merah Putih

Dokter Tifa: 12 Tahun Jokowi Pejabat, Baru Akui Lulusan UGM Tahun 2017

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.