Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » AHY Ungkit Upaya Perebutan Paksa Partai Demokrat oleh Moeldoko: ‘Kita Memaafkan, tapi Tidak Melupakan’

AHY Ungkit Upaya Perebutan Paksa Partai Demokrat oleh Moeldoko: ‘Kita Memaafkan, tapi Tidak Melupakan’

Nasional Senin, 24 Februari 2025 21:36 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta, – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkit kembali upaya perebutan paksa partainya yang dilakukan oleh Moeldoko beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan AHY dalam acara Konsolidasi Bersama Anggota Fraksi DPRD Demokrat Se-Indonesia di Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2025) malam.

“Demokrat tentunya juga tidak mudah sebagai oposisi di luar pemerintahan, betul? Tapi, tidak perlu ada yang disesali, karena itu adalah jalan yang harus kita lewati. Dan ketika kita sedang berupaya untuk melakukan konsolidasi secara internal, partai kita diganggu. Mau direbut, diambil secara paksa,” kata AHY dalam pidatonya.

Advertisement

Meskipun AHY menyatakan kesediaan Partai Demokrat untuk memaafkan pihak-pihak yang terlibat dalam upaya tersebut, ia menegaskan bahwa partainya tidak akan melupakan tindakan tersebut. “Masih ingat? Apakah akan dilupakan begitu saja? Kita memaafkan, tapi jangan begitu saja melupakan. Mengapa? Karena itu adalah ujian bagi kita semua dan buahnya kita rasakan hari ini dan ke depan,” tegas AHY.

BACA JUGA:  Kepala BGN Nanik Deyang Laporkan Efisiensi Anggaran ke Istana

AHY juga menekankan pentingnya persatuan dan keberanian dalam melawan segala bentuk kezaliman. Ia menyatakan bahwa Partai Demokrat telah berjuang mempertahankan kedaulatan partai dan demokrasi Indonesia. “Dan itu semua membuat kita kokoh, dan insya Allah ketika kini kita berada dalam pemerintahan nasional, Partai Demokrat memiliki peran hari ini dan masa depan yang insya Allah jauh lebih baik lagi 5 tahun ke depan,” imbuhnya.

Selain itu, AHY mengucapkan terima kasih kepada kader-kader Partai Demokrat yang telah berada di garda terdepan dalam membela partai. “Kami berterima kasih kepada semua kader yang telah bersedia berada di garda terdepan untuk membela Partai Demokrat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jakarta Siaga, Ribuan Aparat Diterjunkan Kawal Gelombang Aksi Mahasiswa di Tiga Titik Strategis

Upaya perebutan paksa Partai Demokrat oleh Moeldoko sempat menjadi sorotan publik beberapa waktu lalu. Meskipun partai tersebut kini telah bergabung dalam pemerintahan nasional, AHY menegaskan bahwa pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi seluruh kader untuk terus memperkuat persatuan dan integritas partai.

Dengan semangat tersebut, AHY optimis bahwa Partai Demokrat akan terus memainkan peran strategis dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Advertisement

Demontrasi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Rizal Fadillah Jadi Tersangka: Pengamat Nilai Isu Ijazah Jokowi Lebih Menonjol daripada Identitas dan Stabilitas PSI di Jabar

Nasional

Ledakan Gudang Amunisi Puspalad Madiun: Satu Prajurit Gugur, Penyebab Masih Diselidiki

Nasional

Pemerintah Alokasikan Rp 3 Miliar untuk Setiap Koperasi Desa Merah Putih

Nasional

Dokter Tifa: 12 Tahun Jokowi Pejabat, Baru Akui Lulusan UGM Tahun 2017

BERITA TERBARU

Rizal Fadillah Jadi Tersangka: Pengamat Nilai Isu Ijazah Jokowi Lebih Menonjol daripada Identitas dan Stabilitas PSI di Jabar

Ledakan Gudang Amunisi Puspalad Madiun: Satu Prajurit Gugur, Penyebab Masih Diselidiki

Pemerintah Alokasikan Rp 3 Miliar untuk Setiap Koperasi Desa Merah Putih

Dokter Tifa: 12 Tahun Jokowi Pejabat, Baru Akui Lulusan UGM Tahun 2017

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.