Advertisement
GazanaPublika.com – Air tawar di laut sebetulnya bukan sesuatu yang ‘terlihat’ seperti sungai atau danau di permukaan — ia tersembunyi dalam bentuk aliran bawah tanah atau rembesan dari dasar laut menuju laut lepas. Fenomena ini dikenal dalam ilmu hidrologi dan oseanografi sebagai Submarine Groundwater Discharge (SGD) — yaitu aliran air tanah tawar atau campuran air tanah-laut yang keluar di dasar laut atau dekat garis pantai akibat perbedaan tekanan dan gradien aliran air tanah. (JRISetgeotam)
🌍 Lokasi-lokasi Pengamatan SGD di Indonesia
Advertisement
🟢 Lombok Utara (NTB)
Penelitian ilmiah dari Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan menemukan bahwa di perairan utara Pulau Lombok, terutama sekitar Pantai Krakas, terdapat rembesan air tanah bawah laut yang keluar ke laut. Fenomena ini sangat dipengaruhi oleh aliran air tanah dari daerah aliran sungai Gunung Rinjani yang meresap ke bawah tanah dan kemudian muncul di dasar laut sebagai rembesan. (Sumber: E-Journal UNair)
Para peneliti juga mencatat bahwa arus pasang surut memengaruhi distribusi air tawar tersebut, karena arus membawa dan menyebarkan air tanah yang keluar dengan cara tertentu tergantung fase pasang dan surut air laut. (Sumber: E-Journal UNair)
🟡 Gunung Kidul (DIY)
Di pesisir selatan Gunung Kidul, beberapa lokasi seperti Pantai Ngobaran, Pantai Ngrenehan, Pantai Baron, dan Pantai Ngrumput menunjukkan adanya Lelapan Air Tanah Bawah Laut (Submarine Groundwater Discharge, SGD) yang secara hidrogeokimia berbeda dari air laut sekitarnya. (Repository UGM)
Dalam penelitian ini ditemukan bahwa:
• Beberapa titik menampilkan air dengan sifat kimia dominan seperti air tawar (mis. ion kalsium dan bikarbonat) yang menunjukkan asal dari air tanah,
• Sedangkan di titik lain kadar garamnya lebih tinggi karena campuran antara air tanah dan air laut. (Repository UGM)
Hal ini menunjukkan bahwa SGD dapat terjadi baik sebagai air tawar yang sebagian masih bersifat segar maupun dalam bentuk campuran air tawar-asin tergantung kondisi geologi lokal.
🔵 Pantai Utara Jawa (Jepara dan Sekitarnya)
Penelitian lain di pesisir utara Jawa, khususnya di daerah seperti Pantai Awur dan Bandengan (Jepara), menemukan adanya SGD yang memengaruhi kualitas air di zona pesisir melalui aliran nutrien dan unsur kimia dari tanah ke laut. Salah satu studi menggunakan tracer seperti radon untuk mengidentifikasi laju serta karakteristik aliran tersebut. (ScienceDirect)
Bagaimana Mekanisme Ilmiahnya
Secara ilmiah, fenomena Submarine Groundwater Discharge (SGD) dapat dijelaskan melalui prinsip dasar pergerakan air dalam sistem akuifer pesisir:
1. Aliran Air Tanah ke Bawah Tanah Pantai
Air hujan yang jatuh di daratan meresap ke dalam tanah dan menjadi bagian dari akuifer (lapisan penyimpan air tanah). Karena tekanan hidrostatik dan gradien aliran, air ini akan bergerak dari daerah bertekanan tinggi (bagian daratan yang lebih tinggi) menuju laut yang merupakan titik rendah di sistem tersebut. (Sumber: JRISetgeotam)
2. Kontak dengan Air Laut
Saat air tanah mendekati pantai, ia dapat:
• ‘Bertemu’ dengan air laut di bawah tanah dan membentuk antarmuka air tanah-laut,
• Atau terbuka sebagai rembesan di dasar laut atau dekat garis pantai sebagai SGD, termasuk aliran yang lebih segar (fresh water) atau bercampur dengan air asin. (JRISetgeotam)
3. Peran Pasang Surut & Arus Laut
Arus laut dan pasang surut dapat mendorong atau menarik air tanah yang keluar melalui dasar laut (disebut tidal pumping dalam penelitian), sehingga distribusi dan karakter air tawar yang keluar berubah sesuai fase pasang surut. (E-Journal UNair)
4. Pengaruh Geologi Lokal
Di wilayah dengan batuan karst atau berpori tinggi (seperti Gunung Kidul), air tanah bergerak sangat cepat melalui rongga dan celah batuan, sehingga SGD bisa muncul lebih dekat ke laut atau bahkan terlihat sebagai mata air di garis pantai. (ScienceDirect)
Mengapa Ini Penting secara Ilmiah
Studi tentang SGD bukan hanya tentang keberadaan air tawar di laut — tetapi tentang peran air tanah dalam ekologi pesisir, transportasi nutrien, perubahan kualitas air laut, dan bahkan potensi sumber air bersih lokal. Beberapa temuan menunjukkan:
• SGD bisa menjadi jalur nutrien yang signifikan yang masuk ke ekosistem laut, terutama di daerah tropis dengan vegetasi dan penggunaan lahan tertentu. (Sumber: ScienceDirect)
• Keberadaan SGD membantu memahami interaksi antara sistem akuifer darat dan laut, yang penting dalam pengelolaan sumber daya air dan lingkungan pesisir. (JRISetgeotam)
Air tawar yang berhubungan dengan laut di Indonesia bukan sekadar teori — ada bukti ilmiah nyata dari penelitian di Lombok Utara, Gunung Kidul, dan pesisir utara Jawa bahwa air tanah tawar atau campurannya keluar di laut sebagai bagian dari sistem hydrologi pesisir yang kompleks. ***
Advertisement
