Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Terungkap! Misteri Awal Kehidupan di Bumi, Ada Proses Fosforilasi

Terungkap! Misteri Awal Kehidupan di Bumi, Ada Proses Fosforilasi

Ragam Rabu, 6 Maret 2024 20:48 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto ilustrasi (sumber yayasan palung.com)

Advertisement

GazanaPublika.com – Sebuah misteri panjang seputar awal kehidupan di permukaan Bumi nampaknya mulai terungkap. Peneliti dari The Scripps Research Institute di California, Amerika Serikat, merilis temuan terbaru mereka pada 29 Februari 2024, yang membongkar proses terbentuknya sel pertama, menandai titik awal kehidupan di planet ini.

Proses kimiawi yang disebut fosforilasi menjadi kunci penemuan ini, membuka pintu wawasan baru terhadap lingkungan kimia di masa-masa awal Bumi. “Temuan ini membantu kita memahami lebih dalam asal usul kehidupan dan evolusinya di masa-masa prasejarah,” ungkap Ramanarayanan Krishnamurthy, peneliti senior proyek, seperti dilansir dari Science Daily.

Advertisement

Meskipun para peneliti telah memperkirakan bahwa Bumi mulai menyediakan lingkungan yang mendukung kehidupan sekitar 4,5 miliar tahun lalu, detail awal kehidupan masih menjadi teka-teki besar. Penelitian ini memberikan pencerahan baru dengan menyoroti peran fosforilasi dalam membentuk makhluk hidup pertama di Bumi.

Dengan temuan ini, kita semakin dekat untuk memahami rahasia terdalam seputar penciptaan kehidupan dan perjalanan evolusinya di bumi yang telah menjadi rumah bagi berbagai bentuk kehidupan yang kita kenal saat ini.

Proses pembentukan kehidupan di Bumi

Peneliti dari The Scripps Research Institute mengidentifikasi adanya sekelompok lemak berbentuk bola yang disebut sebagai sel proto, yang diyakini menjadi cikal bakal sel pada tahap awal kehidupan di Bumi.

Sel proto ini dianggap sebagai komponen kunci dalam biokimia awal yang ada di permukaan Bumi.

BACA JUGA:  Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Diperkirakan bahwa sel proto awalnya berasal dari sumber air panas bawah laut Bumi, dan kemudian mengalami evolusi menjadi struktur biologis yang lebih kompleks.

Tim peneliti kemudian melakukan serangkaian eksperimen dengan hipotesis bahwa proses fosforilasi mungkin terjadi dalam fungsi biologis organisme.

Eksperimen dilakukan dalam kondisi laboratorium yang mensimulasikan kondisi awal Bumi, dengan mengkombinasikan bahan kimia seperti asam lemak dan gliserol untuk membentuk struktur yang menyerupai sel proto.

Melalui serangkaian penyesuaian, para peneliti berhasil memicu reaksi kimia yang menunjukkan kemungkinan adanya proses fosforilasi dalam perkembangan sel proto.

Menurut laporan dari Science Alert, proses fosforilasi terjadi ketika sekelompok atom yang mengandung fosfor bereaksi dengan molekul lainnya, membentuk sel proto dengan struktur yang kompleks dan canggih.

Para peneliti yakin bahwa eksperimen mereka berhasil menciptakan lingkungan kimia yang serupa dengan kondisi awal terbentuknya sel pertama di Bumi sekitar empat miliar tahun yang lalu.

Meskipun demikian, penelitian ini masih terus berlanjut untuk menyelidiki kondisi yang mungkin terjadi setelah Bumi terbentuk, serta untuk memahami peranannya dalam eksplorasi kehidupan di planet lain.

“Temuan kami juga mengisyaratkan kekayaan ilmu fisika menarik yang mungkin memainkan peran fungsional penting dalam perkembangan sel modern,” imbuhnya.

Evolusi Kehidupan di Bumi

Perjalanan evolusi kehidupan di Bumi telah melibatkan proses yang berlangsung selama lebih dari 4,5 miliar tahun.

BACA JUGA:  Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Dalam upaya merekonstruksi sejarah kehidupan Bumi, para ahli biologi mengandalkan bukti dari batuan fosil dan DNA organisme hidup.

Dilansir oleh New Scientist, rangkaian waktu evolusi kehidupan di Bumi dapat dijelaskan sebagai berikut:

• 4,5 miliar tahun lalu: Pembentukan Bumi dan tumbukan dengan objek seukuran Mars bernama Theia menyebabkan materi terlempar ke luar angkasa, membentuk Bulan.

• 4,4 miliar tahun lalu: Bumi mendingin dan memiliki kumpulan air, sumbernya masih menjadi misteri tetapi diduga terkandung dalam batuan pembentuk Bumi.

• 4,2 miliar tahun lalu: Kemungkinan terbentuknya lautan pertama di Bumi, dengan kedalaman yang lebih besar daripada saat ini dan hampir tanpa daratan.

• 3,9 miliar tahun lalu: Munculnya kehidupan pertama, disebut sebagai last universal common ancestor (LUCA), menghasilkan bakteri dan archaea.

• 3,2 miliar tahun lalu: Ditemukan fosil yang menunjukkan adanya kehidupan di daratan.

• 3 miliar tahun lalu: Kemunculan virus pertama.

• 2,3 miliar tahun lalu: Bumi mengalami pembekuan karena aktivitas gunung berapi menurun.

• 565 juta tahun lalu: Fosil menunjukkan beberapa hewan dapat bergerak sendiri.

• 530 juta tahun lalu: Munculnya vertebrata sejati pertama.

• 515 juta tahun lalu: Tumbuhan pertama muncul di daratan.

• 500 juta tahun lalu: Hewan mulai menjelajah daratan.

• 2,8 juta tahun lalu: Munculnya genus manusia pertama, Homo, di Afrika. (Sumber: Kompas.com)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Ragam

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Ragam

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Ragam

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Ragam

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

BERITA TERBARU

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version