Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Apresiasi Kebangkitan Budaya

Apresiasi Kebangkitan Budaya

Tasawuf Elegan Minggu, 6 Oktober 2024 16:52 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

Penulis: Ki Banjar Agung

GazanaPublika.com – Pekan lalu (28/9/2024), sebuah organisasi pencak silat menyelenggarakan milad ke-1, yang di dalamnya turut diselenggarakan Festival Silat Tjimande Tari Kolot. Organisasi tersebut adalah Cimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI). Keberadaan organisasi ini patut diapresiasi karena organisasi budaya, terutama pencak silat tradisional, bisa dikatakan telah ‘mati suri’. Apresiasi ini penting karena organisasi ini dapat dilihat sebagai kebangkitan kembali budaya yang mulai memudar dari kesadaran masyarakat Nusantara, yang mungkin telah tergerus oleh modernisasi dan teknologi. Wadah budaya seperti ini membangun kebersamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya tradisional yang menjadi benteng kepribadian masyarakat Nusantara, yang memiliki keluhuran yang membedakannya dari budaya lain. Yang paling utama, wadah ini menjadi sarana silaturahmi antar sesama penganut budaya. Substansi budaya adalah mendidik manusia untuk memahami dan mempraktikkan etika dan adab, yang sejalan dengan ajaran agama yang juga mendidik akhlak. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

Advertisement

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلَاقِ

Artinya, “Aku diutus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan keluhuran akhlak (budi pekerti).”

Dari perspektif ini, tidak ada pertentangan antara budaya dan agama, melainkan keduanya saling memperkuat. Budaya telah ada dan dipraktikkan oleh masyarakat Nusantara jauh sebelum agama Islam masuk. Ketika Islam hadir di Indonesia, ia memperkuat akhlak tersebut sekaligus memperkenalkan penyembahan kepada Allah SWT sebagai Tuhan yang Maha Esa. Budaya mencakup prinsip kepribadian yang di dalamnya terdapat etika dan adab, serta memperkuat mentalitas manusia untuk menghadapi kehidupan dengan teguh. Setiap bela diri, termasuk pencak silat, memiliki prinsip yang sama, yaitu mendidik mentalitas agar lebih kuat dan tidak lemah. Pencak Silat Tjimande Tari Kolot memperkenalkan kebersatuan antara nilai budaya dan agama. Agama dan budaya harus dipersatukan, meskipun keduanya memiliki ranah yang berbeda. Namun, dalam perspektif ini, keduanya saling mendukung dalam membangun kepribadian manusia yang beradab. Jika agama menyampaikan pesan moral, budaya pun demikian, karena budaya mengajarkan manusia untuk menjauhi segala kemungkaran. Oleh karena itu, seorang pendekar yang dididik dalam pencak silat harus menanamkan nilai-nilai kebenaran di dalam dirinya untuk melawan kebatilan.

Prinsip-prinsip kebenaran ini tercermin dalam ‘Talek’, semacam ikrar atau sumpah yang harus diamalkan oleh seorang pesilat Tjimande Tari Kolot dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya, seorang pesilat harus taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta menghormati orang tua, guru, dan pemerintah. Perilaku seperti mencuri, berzina, bersifat sombong, ria, dan takabur harus dijauhi, begitu pula dengan berbohong dan licik. Mabuk-mabukan dan menghisap madat adalah larangan keras, sebagaimana menganiaya sesama makhluk Tuhan, mencuri tanpa izin, dan merasa iri atau dengki. Hutang juga harus dibayar tepat waktu. Selain itu, seorang pesilat harus menjaga kesopanan, rendah hati, dan keramahan, serta saling menghargai sesama manusia. Berguru silat bukan untuk pamer atau sombong, melainkan untuk mencari keselamatan dunia dan akhirat.

Demikianlah, ajaran Silat Cimande bertujuan menanamkan kepribadian yang baik, dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Talek. Ternyata, Talek Cimande mencerminkan keselarasan antara budaya dan agama, di mana keduanya memiliki prinsip-prinsip yang sejalan. Oleh karena itu, kebangkitan kembali pencak silat Cimande patut didukung oleh masyarakat. Terakhir, nilai-nilai Cimande sejalan dengan ajaran tasawuf dalam agama Islam, yang menekankan aspek jihad dan mujahadah. Semua ini tidak bisa dicapai tanpa kepribadian yang kuat. Kepribadian yang lemah akan menjurus pada kelemahan iman, sementara adab menyempurnakan segalanya. Kesempurnaan jiwa adalah syarat bagi manusia untuk memiliki kekuatan dalam berhubungan dengan Allah SWT.

Advertisement

Budaya Tasawuf
Ki Banjar Agung

Penulis

BERITA LAINNYA

Tasawuf Elegan

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf Elegan

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Tasawuf Elegan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

Tasawuf Elegan

Alam Gaib dan Alam Batin: Sebuah Refleksi Pemahaman Keimanan

BERITA TERBARU

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version