Advertisement
GazanaPublika.com, Serang — Sebuah langkah besar dalam membangun ekonomi kerakyatan resmi dimulai dari Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten. Pada Jumat sore (17/10/2025), dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan fisik 80.000 gerai, pergudangan, dan sarana pendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebuah program nasional yang digagas langsung oleh Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto.
Acara ini diselenggarakan secara hybrid — diikuti langsung oleh sekitar 50 peserta di lokasi Desa Ranjeng, dan secara virtual conference (Vicon) oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk enam perwakilan kementerian.
Advertisement
Melalui sambungan virtual, hadir antara lain: Ferry Joko Juliantono (Menteri Koperasi dan UKM RI), H. Yandri Susanto (Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal), Jenderal TNI Tandyo Budi R. (Wakil Panglima TNI), Agus Jabo Priyono (Wakil Menteri Sosial), Farida Faricha (Wakil Menteri Koperasi dan UKM), dan Joao Angelo De Sousa Mota (Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara)
Di lokasi kegiatan turut hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Serang, antara lain Dandim 0602/Serang Kolonel Arm Oke Kistiyanto, Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko, Kajari Serang Dr. IG Punia Atmaja, Kadis Perindagops Kabupaten Serang H. Adang Rahmat, serta Ketua Koperasi Merah Putih Desa Ranjeng, Cahyadi selaku penanggung jawab kegiatan.
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, dalam laporannya menegaskan bahwa pembangunan koperasi ini merupakan bagian dari amanah langsung Presiden untuk mewujudkan ekonomi Pancasila berbasis gotong royong dari desa.
“Ini bukan sekadar proyek ekonomi, tetapi tonggak sejarah bagi kebangkitan Indonesia dari desa. Kita ingin membangun ekonomi berdasarkan cita-cita para proklamator, bahwa kekuatan bangsa lahir dari gotong royong,” ujarnya dalam sambutan virtual.
Joao juga menambahkan, kerja sama lintas kementerian dan dukungan penuh dari TNI menunjukkan bahwa pembangunan koperasi ini bukan hanya agenda ekonomi, tetapi juga gerakan nasional kebersamaan.
Sementara itu, Menteri Desa dan PDTT H. Yandri Susanto menyampaikan optimisme besar terhadap program ini, sembari menyebut keterlibatan TNI sebagai simbol keseriusan pemerintah.
“Kalau TNI sudah turun, Insyaallah koperasi Merah Putih akan tuntas. Ini operasi besar untuk kesejahteraan rakyat — operasi militer non-perang,” kata Yandri.
Dalam sambutannya, Yandri juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-74 kepada Presiden Prabowo Subianto, sembari menegaskan bahwa program Koperasi Merah Putih adalah kado bersejarah bagi bangsa Indonesia.
“Kita doakan Presiden selalu diberi kekuatan. Beliau ingin Indonesia bebas dari kemiskinan dan kebodohan. Koperasi Merah Putih adalah solusi ekonomi yang nyata,” lanjutnya.
Yandri menekankan agar seluruh kepala desa, BPD, RT/RW, tokoh masyarakat, dan pemuda bersatu tanpa perpecahan dalam menjalankan program koperasi ini.
Menurutnya, 80.000 koperasi desa yang telah berbadan hukum akan menjadi pusat ekonomi rakyat di tingkat desa, menyatukan sektor pertanian, perikanan, dan industri kecil dalam satu sistem distribusi yang adil.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM, Dr. Ferry Joko Juliantono, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) dan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Peletakan batu pertama hari ini menandai dimulainya tahap operasional koperasi rakyat. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi kebangkitan semangat gotong royong yang termaktub dalam Pasal 33 UUD 1945,” jelas Ferry.
Ferry menuturkan, koperasi desa akan menjadi motor ekonomi baru di akar rumput, tidak hanya sebagai penyalur kebutuhan pokok, tapi juga penampung hasil produksi petani dan pelaku UMKM desa.
“Bung Hatta pasti tersenyum hari ini. Apa yang beliau cita-citakan kini dilanjutkan oleh Presiden Prabowo. Koperasi harus kembali menjadi soko guru perekonomian nasional,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa kementeriannya bekerja siang malam sejak Juli 2025, bersama TNI dan 18 kementerian/lembaga lain, demi mempercepat tahap operasional dan akses permodalan bagi koperasi.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah gerakan ekonomi nasional yang diharapkan menjangkau seluruh 80.000 desa di Indonesia.
Selain di Ranjeng, kegiatan serupa juga digelar secara virtual di Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, sebagai bagian dari peluncuran serentak tahap pertama.
Lahan pembangunan di Ranjeng sendiri berlokasi di tanah bengkok desa, di sisi kantor desa, yang akan difungsikan sebagai pusat pergudangan dan gerai ekonomi rakyat.
Kegiatan berjalan aman dan lancar dengan antusiasme masyarakat. Melalui Koperasi Merah Putih, pemerintah berharap tercipta pusat ekonomi desa yang mandiri, mampu menstabilkan harga, memperkuat produksi lokal, dan menyalurkan hasil bumi tanpa ketergantungan pada tengkulak atau pasar bebas.
Sebagaimana disampaikan Menteri Desa dalam pidatonya, “Mari kita geser air mata kemiskinan menjadi air mata kebahagiaan di seluruh desa di Indonesia melalui Koperasi Merah Putih.”
Sapta Mulyana, Lurah Desa Ranjeng, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah kepada wilayahnya. Ia berharap berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di Desa Ranjeng dapat terus berlanjut dan sejalan dengan visi serta misi desa tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah, khususnya kepada Bapak Presiden Prabowo, Menteri Koperasi, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertingg dan Transmigrasi Indoensia. Saya merasakan bahwa selama ini mereka benar-benar memberikan perhatian penuh terhadap kemajuan Desa Ranjeng,. Tidak lupa juga Saya ucapkan terima kasih kepada Danramil Ciruas, Kapolsek Ciruas, Camat Ciruas dan seluruh tokoh masyarakat” ujarnya.***
Advertisement
