Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » PCNU Kota Serang Gelar Istighatsah Harlah ke-103 NU, Ketua PCNU Serang Ajak Merenung di Tengah Konflik Internal NU

PCNU Kota Serang Gelar Istighatsah Harlah ke-103 NU, Ketua PCNU Serang Ajak Merenung di Tengah Konflik Internal NU

Banten Senin, 5 Januari 2026 23:12 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Serang — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang menggelar Istighatsah dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 tahun dalam hitungan hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al Fathaniyah, Jalan Raya Pandeglang–Serang Km 3, Komplek Tembong Indah, Kota Serang, Selasa malam (5/1/2026).

Istighatsah dihadiri langsung Ketua PCNU Kota Serang, KH Saifun Nawasi, beserta jajaran pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabang (MWC), pengurus ranting, para santri, serta tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama. Turut hadir Mustasyar PCNU Kota Serang, KH Matin Syarkowi, yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Banten.

Advertisement

Diketahui, Nahdlatul Ulama lahir pada 16 Rajab 1344 Hijriah dan hingga kini terus berperan dalam menjaga tradisi keislaman, kebangsaan, serta persatuan umat.
Dalam sambutannya, KH Matin Syarkowi menyampaikan bahwa peringatan Harlah NU tahun ini harus dijadikan momentum awal untuk bermuhasabah.

“Tahun ini menjadi awal muhasabah NU. Mari kita renungi bahwa NU itu adalah jam’iyah, organisasi. Perjalanan panjang NU bisa kita baca dalam karya-karya yang telah ditulis oleh kader NU, dan bacaan itu sudah lebih dari cukup,” ujarnya.

Ia juga menyinggung dinamika internal yang sempat terjadi di tubuh NU dan menjadi konsumsi publik. Menurutnya, kondisi tersebut harus dijadikan pelajaran berharga bagi seluruh pengurus dan warga NU.

“Kalau kita mau merenungi pendirian NU, kita tahu bersama bahwa sebelum Januari ini, di tubuh NU ada kemelut yang sulit disembunyikan karena sudah viral. Maka jadikan ini pelajaran berharga untuk bermuhasabah dan mengevaluasi diri, semua atas izin Allah,” ujarnya saat membuka sambutan.

BACA JUGA:  ALARM Lebak Layangkan Surat Pemberitahuan Aksi, Ribuan Massa Siap Duduki Gedung DPRD Tuntut Pemecatan Ketua Dewan

Dari fenomena konflik internal tersebut, KH Matin menekankan pentingnya menyikapi persoalan dengan berpikir jernih, memperbanyak zikir, dan meningkatkan amal saleh.

“Apa yang harus kita sikapi? Kita diajak berpikir, berzikir, lalu diteruskan dengan beramal saleh,” katanya.

KH Matin menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama didirikan bukan untuk kepentingan sesaat, melainkan melalui munajat para ulama dan gerakan spiritual yang panjang dan mendalam.

“NU didirikan bukan sekadar untuk kepentingan sesaat. Pendirian NU itu melalui munajat para ulama, melalui gerakan spiritual, tidak sembarangan, tidak seperti kita yang terburu-buru. Jika sesuatu itu baik, maka akan diteruskan,” tuturnya.

Ia juga memberikan refleksi tentang beratnya perjuangan para pendiri NU. Menurutnya, mengurus NU bukan perkara ringan dan menuntut keikhlasan penuh.

“Siapa yang mengurus NU, hidupnya akan berat. Menjadi pengurus NU yang baik harus menghilangkan tujuan-tujuan yang pragmatis. Tekadnya mengurus, bukan diurus, apalagi jadi urusan. Polemik kemarin harus menjadi renungan bagi kita semua,” tegasnya.

Selain itu, KH Matin Syarkowi menekankan pentingnya menjaga silaturahmi, baik antarwarga NU, sesama umat Islam, maupun dengan non-Muslim. Menurutnya, persatuan dan kekuatan NU hanya bisa terjaga melalui silaturahmi yang kokoh.

“Masa kita pecah hanya karena urusan materi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

Ia juga mengingatkan agar warga NU tidak mudah terprovokasi dan menjatuhkan pimpinan organisasi.

“Haram menjatuhkan pimpinan di tengah jalan, apalagi kita NU,” pungkasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua PCNU Kota Serang, KH Saifun Nawasi, mengingatkan bahwa momentum Harlah NU ke-103 harus dijadikan bahan refleksi dan evaluasi bersama bagi seluruh warga Nahdlatul Ulama.

“Harlah ini adalah sesuatu yang harus terus kita ingat. Apalagi kondisi NU saat ini sedang kurang baik-baik saja. Peringatan Harlah NU ke-103 ini harus menjadi renungan bagi kita semua untuk kembali kepada khittah,” ujarnya.

Menurut KH Saifun, kembali kepada khittah bukan berarti menolak sikap moderat atau perkembangan zaman, melainkan menjiwai visi dan misi para ulama pendiri NU.

“Bukan sekadar mendirikan organisasi, tetapi kita harus menjiwai visi dan misi ulama dahulu, para muassis. Bagaimana warga NU menjaga akidah Ahlussunnah wal Jama’ah dan sekaligus menjaga keutuhan NKRI,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa warga NU tidak menutup diri terhadap modernisasi dan dinamika zaman, termasuk dalam sikap moderasi. Namun, nilai-nilai akidah tetap harus menjadi landasan utama.

“Dalam realitas modernisasi seperti saat ini, kita harus mampu mengaplikasikan pemikiran dengan kenyataan. NU harus tetap berdiri tegak, tidak rapuh, bermarwah, bermartabat, dan mandiri. Dari Harlah ini, kita semua diajak untuk merenung,” ungkapnya.

Penutup acara, peserta menggelar acara diskusi dalam mengkaji haram atau halalnya mengucapkan ‘selamat Natal’.

Advertisement

Konflik Nahdlatul Ulama Tradisi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Banten

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Banten

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Banten

Pemancing Asal Jepara Hilang Terseret Ombak di Perairan Merak

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.