Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » IMC Cabang Kota Rangkasbitung Kecam Revitalisasi Alun-Alun Rangkasbitung Rp4,9 Miliar Dinilai Salah Arah

IMC Cabang Kota Rangkasbitung Kecam Revitalisasi Alun-Alun Rangkasbitung Rp4,9 Miliar Dinilai Salah Arah

Banten Minggu, 18 Januari 2026 22:31 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak – Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) Cabang Kota Rangkasbitung melontarkan kritik keras terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Lebak yang mengalokasikan anggaran sekitar Rp4,9 miliar untuk proyek revitalisasi Alun-Alun Rangkasbitung. IMC Kota Rangkasbitung menilai kebijakan tersebut mencerminkan kegagalan serius pemerintah daerah dalam menentukan skala prioritas pembangunan, sekaligus menunjukkan lemahnya tata kelola keuangan publik.

Dalam pernyataan resminya yang disampaikan kepada awak media. Minggu (18/1/2026), Pjs. Ketua Cabang IMC Kota Rangkasbitung, Faqih Khoerudin, menegaskan bahwa belanja daerah seharusnya diarahkan pada kebutuhan mendasar masyarakat yang hingga kini masih terabaikan. Persoalan infrastruktur jalan yang rusak serta belum terpenuhinya hunian tetap bagi warga terdampak bencana di Lebak Gedong dinilai jauh lebih mendesak dibandingkan proyek revitalisasi ruang publik.

Advertisement

“Ketika masyarakat masih menghadapi jalan rusak yang menghambat aktivitas ekonomi dan korban bencana bertahun-tahun hidup dalam ketidakpastian, Pemkab Lebak justru menggelontorkan miliaran rupiah untuk proyek yang lebih bersifat kosmetik. Ini bukan sekadar salah prioritas, tetapi cermin dari kebijakan yang kehilangan kepekaan sosial,” tegas Faqih.

Faqih menekankan bahwa kebijakan anggaran tersebut tidak dapat dilepas dari tanggung jawab Kepala Daerah dan DPRD Kabupaten Lebak sebagai pemegang otoritas perencanaan dan pengawasan anggaran. DPRD dinilai gagal menjalankan fungsi kontrol secara substantif dan cenderung membiarkan kebutuhan dasar masyarakat tersisih. “DPRD semestinya menjadi benteng terakhir kepentingan rakyat. Namun fakta di lapangan menunjukkan fungsi pengawasan berjalan lemah, sehingga proyek yang minim urgensi justru lolos dan mendapat porsi anggaran besar”. Paparnya.

BACA JUGA:  Kronologi Singkat: Kasus Dugaan Penganiayaan Aktivis LSM Memanas, Gelombang Unjuk Rasa Ancam Rangkasbitung

Tak berhenti pada persoalan prioritas, Faqih juga menyoroti kualitas hasil pekerjaan revitalisasi Alun-Alun Rangkasbitung. Berdasarkan temuan lapangan, proyek tersebut diduga mengalami masalah sejak tahap perencanaan, mulai dari desain yang tidak matang hingga pemilihan material yang dinilai tidak memenuhi standar keamanan dan kualitas.

Kondisi tersebut, menurut Faqih, mengindikasikan lemahnya pengawasan teknis serta rendahnya profesionalisme pihak-pihak yang terlibat, termasuk konsultan perencana dan pengawas proyek.
“Proyek bernilai miliaran rupiah seharusnya menghasilkan fasilitas publik yang aman, fungsional, dan berumur panjang. Jika hasilnya demikian justru akan cepat mengalami penurunan kualitas, maka patut dipertanyakan integritas dan kompetensi seluruh prosesnya,” ujar Faqih.

BACA JUGA:  Bawa Pulang Pengalaman dari Tiongkok, Kepala Desa Ranjeng Sapta Mulyana Siapkan Inovasi dan Transformasi Pembangunan Perdesaan

Selain itu, IMC Kota Rangkasbitung juga mengkritik keras munculnya wacana penambahan anggaran lanjutan untuk proyek tersebut. Langkah itu dinilai berpotensi memperparah pemborosan dan semakin mengikis kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah. “Kesalahan sejak tahap perencanaan tidak boleh ditebus dengan tambahan dana rakyat. Penambahan anggaran tanpa evaluasi menyeluruh hanya akan memperpanjang praktik pemborosan dan membuka ruang penyimpangan yang lebih besar,” Tegas Faqih.

Atas dasar itu, IMC Kota Rangkasbitung mendesak aparat pengawasan internal maupun eksternal untuk segera melakukan audit menyeluruh nan independen terhadap proyek revitalisasi Alun-Alun Rangkasbitung, mulai dari proses perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan di lapangan.

IMC Kota Rangkasbitung menegaskan bahwa pembangunan ruang publik tidak boleh dijadikan alat pencitraan atau sekadar formalitas penyerapan anggaran. Pemerintah daerah dituntut menghadirkan kebijakan pembangunan yang berpihak secara nyata pada kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat.
“Jika pola pembangunan seperti ini terus dipertahankan, maka alun-alun tidak akan menjadi simbol kemajuan daerah, melainkan monumen kegagalan kebijakan dan bukti lemahnya komitmen pemerintah terhadap kepentingan rakyat”. Pungkas Faqih.

Advertisement

DPR DPRD Mahasiswa
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Banten

Penggali Sumur di Malingping Meninggal, Tertimbun 7 Jam

Banten

IMC Gandeng Polres Lebak Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar Malingping

Banten

Perkuat Pencegahan Narkoba, Polres Lebak Edukasi Pelajar SMAN 2 Malingping

BERITA TERBARU

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version