Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Puisi Anak Binaan LPKA Sentuh Hati Tinawati Andra Soni pada Peringatan Hari Anak Nasional

Puisi Anak Binaan LPKA Sentuh Hati Tinawati Andra Soni pada Peringatan Hari Anak Nasional

Banten Selasa, 28 Juli 2026 12:41 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Serang — Suasana di Aula Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang, Kota Tangerang, Senin (27/7/2026), mendadak hening. Seorang anak binaan berinisial AP (17) berdiri di depan ruangan, lalu membacakan puisi tentang penyesalan, salah jalan, dan kerinduan kepada orang tua. Setiap bait yang keluar dari bibir remaja itu seolah menjadi suara hati puluhan anak yang tengah menjalani masa pembinaan.

Tak sedikit mata yang berkaca-kaca. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni, Ketua TP PKK Kota Tangerang Masturoh Sachrudin, dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten Lili, tampak larut dalam suasana. Beberapa di antaranya tak kuasa menahan air mata.

Advertisement

Kunjungan kerja tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026. Namun lebih dari sekadar seremoni, pertemuan itu menjadi ruang dialog antara pemerintah dengan anak-anak yang sedang berjuang memperbaiki masa depannya.

“Sejujurnya kami sedih kalau sudah berurusan dengan anak. Kami adalah ibu, tentunya perasaan kami terbawa,” ujar Tinawati.

BACA JUGA:  Polda Banten Ungkap Peredaran Rokok Tanpa Pita Cukai, Amankan 89 Bal Rokok Ilegal

Ia menegaskan, kehadiran pemerintah di LPKA bukan hanya untuk memastikan pemenuhan hak-hak anak, tetapi juga memberikan keyakinan bahwa masa depan mereka belum berakhir.

Harapan itu terlihat saat sesi dialog berlangsung. Beberapa anak binaan mengangkat tangan dan menyampaikan pertanyaan yang sederhana, namun begitu dalam maknanya.

“Kalau kami nanti kembali ke masyarakat, apakah kami masih bisa bekerja? Apakah kami bisa sukses? Apakah kami bisa menjadi ASN?”

Pertanyaan-pertanyaan itu, menurut Tinawati, menunjukkan besarnya keinginan mereka untuk berubah dan kembali diterima di tengah masyarakat.

“Itu artinya mereka memiliki keinginan besar untuk berubah, berdaya, dan diterima kembali. Kami ingin memastikan mereka tetap memiliki kesempatan yang sama,” katanya.

Tinawati menjelaskan, anak-anak yang telah menyelesaikan masa pembinaan tetap berhak mengakses berbagai program pemerintah, mulai dari pelatihan keterampilan, ketenagakerjaan, pendidikan hingga pemberdayaan usaha. Menurutnya, tidak ada hak anak yang hilang hanya karena mereka pernah melakukan kesalahan.

“Semua mendapatkan kesempatan yang sama. Kalian mungkin pernah salah jalan, tetapi tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang tidak pernah berbuat salah. Ini bukan akhir, bukan kiamat bagi kalian,” tuturnya.

BACA JUGA:  Mahasiswa Desak Pemda dan Aparat Selidiki Dugaan Praktik Prostitusi di Citi Smart Hotel, Kota Tangerang Selatan

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya menyerahkan tanggung jawab pembinaan kepada keluarga. Menurutnya, pemerintah dan masyarakat memiliki peran penting agar anak-anak tersebut mampu bangkit dan tidak kembali terjerumus.

“Anak-anak perlu pengawasan bukan hanya dari keluarga, tetapi juga dari pemerintah. TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah terus berupaya melakukan pembinaan mulai dari tingkat keluarga agar anak-anak memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Di sela kegiatan, rombongan juga melakukan kunjungan virtual melalui video call dengan keluarga salah satu warga binaan dari Cikande, Kabupaten Serang. Tinawati berbincang dengan Putri Amelia, kakak kandung Yuda, seorang anak binaan yang sedang menjalani pembinaan di LPKA.

Dalam percakapan itu, Tinawati menyampaikan kabar bahwa Yuda berada dalam kondisi sehat dan menjalani aktivitas pembinaan dengan baik. Ucapan sederhana tersebut menjadi pengobat rindu bagi keluarga yang belum dapat bertemu secara langsung.(*adpim/el*)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Banten

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Banten

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Banten

Pemancing Asal Jepara Hilang Terseret Ombak di Perairan Merak

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.