Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » AMBAS Tolak Rencana Jokowi ke Banten Selatan

AMBAS Tolak Rencana Jokowi ke Banten Selatan

Banten Rabu, 9 September 2026 13:36 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak — Aliansi Muda Banten Selatan (AMBAS) menyatakan sikap tegas menolak rencana kedatangan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke wilayah Banten yang dijadwalkan pada 10 September 2026 apalagi wilayah selatan. Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua AMBAS, Haes Rumbaka, dalam diskusi terbatas yang digelar di kantor organisasi tersebut di Malingping, Kabupaten Lebak, Rabu (9/9/2026).

Haes menyoroti agenda kedatangan yang dikemas melalui acara tradisi Keceran Mande Macan Guling. Menurutnya, simbol dan warisan budaya lokal Banten tidak boleh diseret atau dijadikan alat untuk kepentingan serta manuver politik praktis.

Advertisement

“Kami dari AMBAS secara tegas menolak rencana kedatangan Pak Jokowi. Kebudayaan Banten ini sakral, warisan para karuhun. Jangan sampai simbol tradisi seperti Keceran ini dimanfaatkan atau dieksploitasi cuma buat panggung manuver politik pihak-pihak tertentu,” ujar Haes di hadapan relasi masyarakat AMBAS .

BACA JUGA:  Kekeringan Melanda Sawah, Petani Cikeusik Kritik Keras Kinerja UPTD DAS Ciliman-Cisawarna

Selain mengkritik potensi komodifikasi budaya, Haes juga menyinggung kondisi bencana alam yang sedang membayangi Banten. Menurutnya, situasi Gunung Anak Krakatau yang saat ini tengah mengalami peningkatan aktivitas vulkanik seharusnya menjadi fokus utama seluruh elemen masyarakat dan tokoh publik, bukan justru menggelar keramaian berselimut agitas politik.

“Banten ini lagi dirundung duka dan keprihatinan. Gunung Anak Krakatau lagi erupsi, statusnya siaga, masyarakat di pesisir juga lagi cemas mikirin keselamatan. Sangat tidak elok dan tidak empati kalau di tengah ancaman bencana seperti ini justru ada rombongan yang sibuk bikin manuver politik di Serang,” tegasnya.

BACA JUGA:  Jelang Haji 2026, RSUD Kota Serang Perkuat Rujukan Kesehatan dari 16 Puskesmas

AMBAS menilai sikap prihatin dan empati jauh lebih dibutuhkan masyarakat Banten saat ini ketimbang pengerahan massa untuk kepentingan figur politik.

“Harusnya semua fokus bantu warga, siapkan langkah mitigasi, pastikan masyarakat di daerah rawan bencana aman. Bukan malah sibuk urusan panggung politik. Sekali lagi kami tegaskan, jaga kesakralan budaya Banten dan hormati perasaan warga yang lagi waswas kena dampak erupsi Krakatau,” pungkas Haes.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Polda Banten dan Basarnas Lakukan Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Banten

Kekeringan Melanda Sawah, Petani Cikeusik Kritik Keras Kinerja UPTD DAS Ciliman-Cisawarna

Banten

MWCNU Malingping Terima Tanah Wakaf untuk Pembangunan Sekretariat dan Kepentingan NU

Banten

Kasus Aduan Warga, Unit Reskrim Polsek Cisoka Datangi Pemuda Jayanti

BERITA TERBARU

Kejari Kabupaten Bandung Nyatakan Berkas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Taufik Hidayat Lengkap

Polda Banten dan Basarnas Lakukan Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

23 Siswa MAN 2 Rembang Terserang Diare Massal, Penyebab Masih Diselidiki

Febrie Adriansyah Diperiksa sebagai Tersangka, Kasus Asabri-Jiwasraya

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.