Advertisement
GazanaPublika.com, Lebak — Aliansi Muda Banten Selatan (AMBAS) menyatakan sikap tegas menolak rencana kedatangan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke wilayah Banten yang dijadwalkan pada 10 September 2026 apalagi wilayah selatan. Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua AMBAS, Haes Rumbaka, dalam diskusi terbatas yang digelar di kantor organisasi tersebut di Malingping, Kabupaten Lebak, Rabu (9/9/2026).
Haes menyoroti agenda kedatangan yang dikemas melalui acara tradisi Keceran Mande Macan Guling. Menurutnya, simbol dan warisan budaya lokal Banten tidak boleh diseret atau dijadikan alat untuk kepentingan serta manuver politik praktis.
Advertisement
“Kami dari AMBAS secara tegas menolak rencana kedatangan Pak Jokowi. Kebudayaan Banten ini sakral, warisan para karuhun. Jangan sampai simbol tradisi seperti Keceran ini dimanfaatkan atau dieksploitasi cuma buat panggung manuver politik pihak-pihak tertentu,” ujar Haes di hadapan relasi masyarakat AMBAS .
Selain mengkritik potensi komodifikasi budaya, Haes juga menyinggung kondisi bencana alam yang sedang membayangi Banten. Menurutnya, situasi Gunung Anak Krakatau yang saat ini tengah mengalami peningkatan aktivitas vulkanik seharusnya menjadi fokus utama seluruh elemen masyarakat dan tokoh publik, bukan justru menggelar keramaian berselimut agitas politik.
“Banten ini lagi dirundung duka dan keprihatinan. Gunung Anak Krakatau lagi erupsi, statusnya siaga, masyarakat di pesisir juga lagi cemas mikirin keselamatan. Sangat tidak elok dan tidak empati kalau di tengah ancaman bencana seperti ini justru ada rombongan yang sibuk bikin manuver politik di Serang,” tegasnya.
AMBAS menilai sikap prihatin dan empati jauh lebih dibutuhkan masyarakat Banten saat ini ketimbang pengerahan massa untuk kepentingan figur politik.
“Harusnya semua fokus bantu warga, siapkan langkah mitigasi, pastikan masyarakat di daerah rawan bencana aman. Bukan malah sibuk urusan panggung politik. Sekali lagi kami tegaskan, jaga kesakralan budaya Banten dan hormati perasaan warga yang lagi waswas kena dampak erupsi Krakatau,” pungkas Haes.
Advertisement
