Advertisement
GazanaPublika.com – Pelatihan Dakwah Islamiyah (DAI) dan Khatib Jumat diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak di Masjid Al-A’raf dan Sekretariat MUI Lebak, Rangkasbitung, Provinsi Banten, pada Sabtu (7/9/2024).
Dengan tema “Menabur Ilmu Menuju Da’i dan Khatib yang Profesional dan Bermartabat,” acara ini berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 5-6 September 2024. Tujuan utamanya adalah meningkatkan keterampilan retorika Da’i dan Khatib agar lebih efektif dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Advertisement
Ketua pelaksana kegiatan, KH. Asep Saefulloh, M.Pd, menjelaskan bahwa pelatihan ini telah rutin diadakan oleh MUI Kabupaten Lebak. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, Da’i dan Khatib dapat menyampaikan ceramah atau khutbah yang menenangkan hati jamaah.
“Pelatihan ini dimulai pada Kamis sesuai jadwal, yaitu 5-6 September 2024. Kita akan I’tikaf selama dua hari di Masjid Al-A’raf. Pelatihan ini penting karena banyak keluhan mengenai penceramah yang bukannya mengajak malah mengejek, dan bukannya mencintai malah mencaci. Hal ini harus dihindari oleh para Da’i dan Khatib,” ujar Sekretaris MUI Lebak sekaligus Ketua Tanfidziyah PCNU.
Ketua MUI Lebak, Drs. KH. Pupu Mahpudin, M.Pd.I, yang juga memberikan materi pelatihan, berpesan agar penceramah tidak membuka aib orang lain. “Dakwah itu menyampaikan pesan yang melekat di hati jamaah dan mengubah perilaku mereka. Pesan yang disampaikan harus diterima dengan baik oleh pendengar,” tuturnya.
Sementara itu, Drs. KH. Aom Muhtadi, M.Pd.I, yang membuka acara pelatihan, mendoakan para peserta agar dapat menambah wawasan dan kualitas ilmu. Ia juga menekankan pentingnya regenerasi MUI, berharap peserta pelatihan dapat menjadi penerus pengurus MUI di masa depan.
“Kami berharap, 10 atau 20 tahun ke depan, masa depan MUI ada di pundak kalian. Oleh karena itu, manfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas ilmu dan pengalaman,” ungkap Wakil Ketua 2 MUI Lebak.
Pelatihan ini dihadiri oleh pengurus MUI Kabupaten Lebak serta diikuti oleh 28 peserta dari MUI Kecamatan dan perwakilan ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, MA, FSPP, dan DMI, serta satu peserta dari perguruan tinggi. Sebanyak 35 peserta dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat. (Red)
Advertisement
