Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Meriahnya Festival Gotong Toapekong: Budaya dan Kebersamaan di Kota Tangerang

Meriahnya Festival Gotong Toapekong: Budaya dan Kebersamaan di Kota Tangerang

Banten Jumat, 27 September 2024 16:05 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Ribuan Wisatawan Meriahkan Festival Gotong Toapekong di Tangerang (27/9/ 2024) (foto: antaranews.com)

Advertisement

GazanaPublika.com, Tangerang – Ribuan wisatawan dari berbagai daerah tumpah ruah di Kawasan Pasar Lama Kisamaun, Kota Tangerang, untuk merayakan prosesi 12 Tahunan Gotong Toapekong yang diselenggarakan pada tahun 2024. Acara ini menjadi salah satu perayaan budaya yang paling ditunggu oleh masyarakat, tidak hanya oleh komunitas Tionghoa, tetapi juga oleh masyarakat luas dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Prosesi ini mengundang perhatian yang besar, menciptakan suasana yang meriah dan penuh antusiasme di kalangan pengunjung.

Pembukaan Acara dan Kehadiran Tokoh Penting

Advertisement

Acara ini dibuka dengan meriah oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, yang menyaksikan langsung arak-arakan yang melibatkan hampir 2.500 peserta. Kehadiran tokoh-tokoh penting, seperti Ibu Negara ke-4 RI, Sinta Nuriyah Wahid, Wakil Menteri Agama RI, Menteri Ketenagakerjaan RI, serta berbagai tokoh agama dan budaya lainnya, semakin menambah semarak acara. Dalam sambutannya, Dr. Nurdin menegaskan pentingnya acara ini bagi masyarakat, mengungkapkan bahwa momen ini sangat dinanti-nanti dan menjadi bukti kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal. “Hari ini begitu istimewa, karena ini menjadi momen yang paling ditunggu oleh masyarakat untuk menyaksikan warisan budaya yang masih lestari di Kota Tangerang,” ujarnya, menekankan antusiasme masyarakat yang luar biasa terhadap prosesi ini.

Prosesi Arak-Arakan dan Ritual Gotong Toapekong

BACA JUGA:  Ratusan Massa Geruduk Kantor DPRD Lebak, Desak Copot Ketua Dewan dan Usut Penganiayaan Aktivis

Ritual Gotong Toapekong yang diselenggarakan setiap 12 tahun sekali dan jatuh pada tahun Naga ini, melibatkan pengarak patung Dewi Kwan Im Hud Couw beserta patung dewa-dewi lainnya. Arak-arakan dimulai dari kawasan Pasar Lama dan berlanjut di sepanjang ruas jalan yang telah disiapkan, menciptakan atmosfer yang meriah. Peserta arak-arakan mengenakan kostum tradisional yang berwarna-warni, diiringi dengan berbagai atraksi seni dan budaya yang menghibur, sehingga memikat perhatian semua yang hadir.

Acara ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan toleransi antarwarga. Partisipasi masyarakat dari berbagai latar belakang menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat. Masyarakat menikmati pertunjukan tarian, musik, dan atraksi budaya yang menambah kesan meriah, sehingga suasana kegembiraan dan kehangatan menyelimuti setiap sudut kawasan tersebut.

Pengamanan yang Ketat oleh Pihak Berwenang

Dengan antusiasme yang begitu besar dari masyarakat, pengamanan acara ini menjadi prioritas utama. Polres Metro Tangerang Kota mengerahkan sebanyak 372 personel untuk menjaga keamanan dan kelancaran acara Gotong Toapekong. Kepala seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Aryono, menjelaskan, “Personel yang dikerahkan untuk pengamanan sebanyak 372 personel.” Pengamanan dilakukan melalui kolaborasi antara pihak kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), memastikan acara berlangsung aman dan tertib.

BACA JUGA:  Diduga Langgar Fungsi Trotoar, Pemilik Konter HP di Kota Serang Terlibat Adu Mulut dengan Satpol PP

Sebagai bagian dari upaya pengamanan, lalu lintas di sepanjang jalur arak-arakan ditutup. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemacetan dan menjaga keselamatan pengunjung. “Penutupan jalan untuk arak-arakan ini dilakukan di Jalan Kali Pasir dan dialihkan ke Jalan Veteran, Kota Tangerang, mulai pukul 05.00 WIB pagi hingga acara selesai,” ungkap Aryono. Penutupan jalan ini membuktikan tingginya antusiasme masyarakat yang berbondong-bondong mengikuti arak-arakan dan menjadikan acara ini sebagai daya tarik wisatawan.

Pengesahan Sebagai Warisan Budaya

Selain kemeriahan acara, prosesi 12 Tahunan Gotong Toapekong ini juga mendapatkan pengakuan resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, yang menetapkannya sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tanggal 22 Agustus 2024. Pengakuan ini tidak hanya menambah deretan kekayaan budaya Indonesia yang terus dilestarikan, tetapi juga menunjukkan komitmen masyarakat Kota Tangerang untuk menjaga dan merayakan tradisi mereka. Dengan penetapan ini, Gotong Toapekong semakin memperkuat identitas budaya daerah yang unik dan berharga.

Acara ini menjadi lebih dari sekadar ritual; ia adalah simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Kota Tangerang. Dengan adanya pengakuan sebagai warisan budaya, diharapkan prosesi ini dapat terus dilestarikan dan diakui oleh generasi mendatang. Masyarakat berharap agar kekayaan budaya ini tidak hanya dapat dinikmati oleh mereka, tetapi juga oleh dunia.

Sumber: Antaranews.com

Advertisement

Budaya
Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Banten

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Banten

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Banten

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Banten

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

BERITA TERBARU

Lada ‘Black Gold’, Artisnya Rempah-Rempah Zaman Kolonial

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.