Advertisement
GazanaPublika.com, Lebak – Pada acara milad ke-1 Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten (TTKKBI), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) 2 Lebak Selatan turut ambil bagian dalam perayaan tersebut. Sebanyak 20 pesilat Tjimande Tari Kolot beserta rombongan dihadirkan untuk mengikuti festival dan perlombaan yang berlangsung di Serang, Sabtu (28/9/2024).
“Kami sangat bangga bisa berpartisipasi dalam acara ini. Harapan kami, keikutsertaan dalam kegiatan ini dapat memotivasi anak-anak kami untuk lebih semangat mengembangkan potensi para pesilat di Lebak Selatan,” ujar Hedi Sofyan Akbar dalam wawancara eksklusif dengan GazanaPublika.com.
Advertisement
Pria yang akrab disapa Kaka Hedi ini menjelaskan bahwa setiap pesilat harus memiliki mental yang kuat dan daya tahan tinggi. Oleh karena itu, momentum milad ke-1 TTKKBI ini menjadi ajang latihan sekaligus persiapan diri. Menurutnya, setiap pesilat sebetulnya dilatih untuk dirinya sendiri agar lebih siap menghadapi tantangan hidup di tengah situasi zaman yang kian kompleks.
“Kami sadar, ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Modal utama hanyalah keyakinan dan semangat yang tinggi. Insya Allah, mereka akan mencapai kehidupan yang lebih baik di masa depan,” tutur Hedi.
Hedi juga menambahkan bahwa karakter masyarakat Banten dikenal keras, namun berprinsip. Orang Banten memiliki sifat kuat dan pantang menyerah. Keberadaan silat sebagai warisan leluhur menjadi sarana penting dalam pengembangan jiwa dan kreativitas masyarakat, terutama bagi generasi muda.
“Bayangkan saja, di zaman yang semakin keras dan kering seperti saat ini, saya rasa jiwa mereka harus dibangkitkan. Untuk membangkitkan jiwa, bagi kami, bukan hanya agama yang penting. Budaya memiliki peran besar karena inti dari budaya adalah ruh dan penguat kehidupan. Tanpa budaya, jiwa kita akan kering, tak ubahnya seperti kemarau panjang,” jelas Hedi.

Tidak lupa, Hedi Sofyan Akbar mengucapkan selamat atas Milad ke-1 TTKKBI. “Semoga TTKKBI semakin jaya dan terus berkembang,” ujarnya dengan penuh semangat.
Dia juga meyakini bahwa selama TTKKBI berdiri, pembinaan pencak silat Tjimande Tari Kolot akan terus berlanjut dan berkembang sepanjang masa.
“Kami bukan hanya sekadar bicara kosong. Insya Allah, kami akan terus membuktikan bahwa TTKKBI, khususnya di Lebak Selatan, akan semakin maju. Kami akan terus memotivasi agar paguron-paguron lainnya bermunculan kembali. Dahulu, di Malingping banyak pendekar, insya Allah saya yakin ke depan gelar budaya akan semakin semarak,” tekadnya.
Advertisement
