Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Ketua Umum DPP TTKKBI, Tb. Arif Hidayat dan Rombongan Berziarah ke Makam Mbah Khaer, Pencipta Silat Cimande

Ketua Umum DPP TTKKBI, Tb. Arif Hidayat dan Rombongan Berziarah ke Makam Mbah Khaer, Pencipta Silat Cimande

Banten Senin, 16 Desember 2024 11:07 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Ketua Umum DPP TTKKBI, H. Tb. Arif Hidayat (kiri) dan Wakil Ketua Umum, Abah H. Hudi Nurhudiyat (kanan)

Advertisement

GazanaPublika.com, Bogor – Pengurus DPP Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) melaksanakan ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah, termasuk makam Sultan Hasanuddin Banten di Serang Banten dan makam Abah Khaer di Bogor, Jawa Barat.

Ketua DPP TTKKBI, H. TB. Arif Hidayat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi tahunan dalam rangka mengenang para leluhur, khususnya karuhun Banten dan pencipta aliran Pencak Silat Cimande. Ziarah biasanya dilakukan pada bulan Maulid sebagai bagian dari ritual tradisi Pencak Silat Cimande.

Advertisement

“Saya bersama rombongan pengurus DPP TTKKBI memulai ziarah di Kesultanan Banten sebelum melanjutkan perjalanan ke Bogor. Alhamdulillah, ada dua bus yang berangkat,” ujarnya pada Minggu (15/12/2024).

Setelah menyelesaikan ziarah di makam Mbah Khaer, rombongan melanjutkan perjalanan ke makam KH. Tubagus Muhammad Falak (Mama Falak), seorang ulama besar yang berpengaruh pada abad ke-18 Masehi.

“Mudah-mudahan kita semua diberikan kelancaran dan kemudahan dalam perjalanan ini, serta dapat mendoakan para leluhur Cimande, termasuk Mbah Khaer,” tambah Arif.

Makam Mbah Tugabus Khaer di Jalan Ahmad Yani, Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta, yang terdiri dari pengurus DPP TTKKBI dan anggota lainnya. Salah satu peserta, Muhadi Robin (MR), yang juga merupakan Satgas DPW 1 Banten TTKKBI, mengungkapkan alasan keikutsertaannya.

“Tujuan saya lebih kepada silaturahmi dengan sesama anggota TTKKBI. Yang kedua untuk mengingatkan kematian buat diri saya sendiri. Namun, saya juga berharap bisa mendapatkan karamah dari para leluhur melalui ziarah ini,” ujarnya.

BACA JUGA:  Gagalkan 75 Kg Sabu, Ditresnarkoba Polda Banten Raih Apresiasi GRANAT

Ketua DPC Ciomas, Hafidz mengungkapkan pentingnya ziarah salah satunya pun untuk mendoakan para karuhun-karuhun terdahulu yg sudah mengorbankan jiwa raganya dalam bentuk syiar agama Islam melalu seni budaya pencak silat dan seni debus Banten dan juga untuk lebih mempererat tali silaturahmi sesama anggota pelestari budaya keluarga besar TTKKBI. Ziarah menurutnya sebagai salah satu wadah interaksi anggota.

“Saya berharap dengan kegiatan itu hubungan itu semakin kuat sesama anggota. Ya kita bisa bersilaturahmi sesama keluarga besar TTKKBI. Saya berharap yang sudah keluar bisa masuk kembali. Yang pasif bisa aktif kembali. Yang sudah ada tambah erat, gitu saja harapan saya,” tutur ketua DPC Ciomas tersebut.

Bagi Hafidz bahwa ziarah itu sangat penting apabila sudah mengatasnamakan seni dan budaya, khususnya pencak silat Cimande. Hafidz mengungkapkan ziarah sebagai cara untuk berinteraksi secara batiniyah dengan para leluhur. Sebab hubungan batin tidak akan terpisahkan oleh alam.

“Substansinya yang penting kita mendoakan mereka. Sebab mereka telah berjasa. Kita sebagai pejuang budaya wajib mendoakan mereka sebagai karuhun kita. Dan saya secara pribadi tidak berniat mencari karamah, sebab itu tidak harus dengan berziarah kok tetapi karamah datang sendiri. Kita berniat berdoa. Berdoa kepada Allah agar TTKKBI, anggotanya rukun, berkomitmen dan bisa bertambah besar,” jelas Hafidz.

Menurut Ketua DPC Waringin Kurung, Sulaeman bahwa ziarah ini adalah kegiatan tahunan. Kegiatan ini bagian dari kegiatan yang harus diselenggarakan bagi pesilat Cimande selain latihan jurus.

BACA JUGA:  Wabup Serang Najib Hamas Dorong Baznas Kembangkan Penyaluran ZISWAF Berbasis Pemberdayaan

“Ya semacam kurukulum lah. Kan ada istilah silat, salat dan silaturahmi,” ungkapnya.

Sulaeman berpendapat bahwa silaturahmi itu bukan hanya kepada yang masih hidup saja tetapi juga kepada yang sudah meninggal. Jadi Leman berpendapat bahwa ziarah itu substansinya silaturahmi.

Selain itu Leman menjelaskan bahwa kegiatan ini penting sekali bagi TTKKBI. Oleh karenanya, kegiatan ini diselenggarakan setahun sekali.

“Takut-takut suatu saat ada di antara keluarga besar TTKKBI ingin berziarah, kan bisa berangkat sendiri atau dengan keluarga. Dengan kegiatan kemarin mereka sudah tahu tempatnya,” ungkap Sulaeman, Ketua Cabang TTKKBI Waringin Kurung.

Turut serta dalam rombongan, aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Banten, Encep Shihabuddin, menyatakan bahwa tradisi ziarah seperti ini merupakan bagian dari budaya Indonesia yang diwariskan sejak awal masuknya Islam.

“Ziarah sebagai wisata religi adalah tradisi yang khas di Indonesia. Budaya ini diajarkan oleh para penyiar Islam pada masa lalu dan harus terus dibudayakan sebagai bagian dari tradisi Nusantara,” kata Encep.

Encep menambahkan, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap tradisi ini. Ia meminta Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, untuk melestarikan budaya ziarah sebagai aset wisata Nusantara.

“Pemerintah harus mengapresiasi dan mendukung tradisi ini karena merupakan salah satu tradisi Islam yang positif dan menjadi kekayaan budaya Indonesia,” tegas Encep.

Advertisement

Budaya Nusantara tjimande tari kolot karuhun banten indonesia TTKKBI
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Banten

Penggali Sumur di Malingping Meninggal, Tertimbun 7 Jam

Banten

IMC Gandeng Polres Lebak Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar Malingping

Banten

Perkuat Pencegahan Narkoba, Polres Lebak Edukasi Pelajar SMAN 2 Malingping

BERITA TERBARU

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version