Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Gubernur Jawa Barat Akan Hadiri Milangkala PSL Sekaligus Seba Baduy di Banten

Gubernur Jawa Barat Akan Hadiri Milangkala PSL Sekaligus Seba Baduy di Banten

Banten Jumat, 25 April 2025 2:29 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak, 25 April 2025 – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dijadwalkan akan menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Paguyuban Sumedang Larang (PSL) Provinsi Banten. Kegiatan ini akan dipusatkan di Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Jumat, 2 Mei 2025, bertepatan dengan pelaksanaan tradisi tahunan Seba masyarakat adat Baduy.

Salah satu pengurus PSL, Oos Kosasih, mengungkapkan bahwa panitia telah bertemu langsung dengan Gubernur Dedi Mulyadi untuk menyampaikan undangan khusus. Ia optimistis kehadiran Gubernur akan memberikan makna penting bagi penyelenggaraan acara.

Advertisement

“Dari hasil komunikasi kami dengan Kang Dedi Mulyadi, insyaallah beliau akan hadir,” ujar Oos.

Selain Gubernur Jawa Barat, Bupati Sumedang dan perwakilan dari trah Raja Sumedang Larang juga dijadwalkan akan hadir. Sejumlah peneliti dari luar negeri turut diundang dalam rangka memperkaya perspektif budaya dalam kegiatan tersebut.

Paguyuban Sumedang Larang Banten terdiri dari masyarakat yang memiliki garis keturunan Sumedang, baik melalui orang tua maupun leluhur, serta warga asli Banten yang memiliki hubungan darah dengan Sumedang. Banyak di antara mereka adalah keturunan para pejabat yang ditugaskan di wilayah Karesidenan Banten pada masa Hindia Belanda maupun era Orde Baru.

BACA JUGA:  RT 06 Sabet Gelar Juara Turnamen Antar-RT Desa Taman Sari Lewat Drama Adu Penalti

Sebagai bagian dari hiburan budaya, acara ini juga akan menampilkan pertunjukan Wayang Golek Giriharja 3 Putra, yang dipimpin oleh dalang ternama, Kang Dadan Sunarya. “Kami undang masyarakat untuk hadir meramaikan acara ini,” tambah Mang Oos.

Perayaan HUT PSL bertepatan dengan pelaksanaan tradisi Seba Gede masyarakat adat Baduy yang rutin digelar setiap tahun usai Kawalu, yakni masa puasa adat selama tiga bulan. Dalam kalender Sunda Wiwitan, akhir Kawalu menandai pergantian tahun menuju bulan Sapar.

Menurut sesepuh adat Sunda Wiwitan, Sarip, Seba merupakan kewajiban adat yang harus dijalankan, terlepas dari difasilitasi atau tidak oleh pemerintah.

“Sebab tujuan Seba bukan sekadar menemui pejabat, tapi menjalankan perintah adat yang wajib dilakukan dalam kondisi apa pun. Tanggal pelaksanaannya ditentukan melalui musyawarah antara para kokolot dan puun,” jelas Sarip.

Pelaksanaan Seba dimulai di Rangkasbitung pada Jumat, 2 Mei 2025. Setelah diterima oleh Pemerintah Kabupaten Lebak, rombongan akan menginap di Pendopo Setda dan menikmati pertunjukan wayang golek. Esok harinya, sekitar 1.500 warga Baduy laki-laki akan melanjutkan perjalanan ke Kota Serang. Dalam perjalanan, beberapa tetua adat dijadwalkan mampir ke kediaman Bupati Pandeglang untuk bersilaturahmi singkat.

BACA JUGA:  Kapolda Banten: Pesta Rakyat Jadi Momentum Perkuat Kedekatan Polri dan Masyarakat

Kepala Desa Kanekes, Oom, menegaskan bahwa perempuan tidak diperkenankan mengikuti prosesi Seba.

Setibanya di Serang, rombongan akan disambut oleh Gubernur Banten dan jajaran Muspida di Gedung Negara, yang dulunya merupakan kantor Karesidenan Banten dan kini difungsikan sebagai rumah dinas Gubernur. Pada Minggu pagi, para tetua adat akan melanjutkan kunjungan ke Bupati Serang sebelum kembali ke Desa Kanekes. Warga Baduy Luar akan diantar menggunakan kendaraan, sedangkan warga Baduy Dalam tetap berjalan kaki sesuai adat.

Sarip menegaskan bahwa prosesi Seba harus dilakukan di kantor bupati atau Gedung Negara karena kedua tempat ini telah ditetapkan secara turun-temurun sebagai lokasi resmi Seba.

“Kalau dilaksanakan di luar dua bangunan itu, biasanya akan membawa kemalangan,” pungkas Sarip.
Kalau perlu versi pendeknya untuk rilis media atau versi digital, aku bisa bantu sesuaikan juga.

Advertisement

Baduy Gubernur Kota Serang
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Banten

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Banten

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

Banten

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

BERITA TERBARU

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version