Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Ikatan Mahasiswa Cilangkahan Gelar Diskusi Interaktif, Bahas Urgensi Pemekaran Daerah Bersama Anggota DPRD Banten

Ikatan Mahasiswa Cilangkahan Gelar Diskusi Interaktif, Bahas Urgensi Pemekaran Daerah Bersama Anggota DPRD Banten

Banten Senin, 28 April 2025 22:28 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

GazanaPublika.com, Lebak — Semangat perubahan dan perjuangan membara terasa dalam Diskusi Interaktif yang digelar oleh Coordinator Center Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (CC IMC) pada Sabtu, 19 April 2025, bertempat di Gedung PGRI Malingping. Diskusi ini menghadirkan sosok penting, Anggota DPRD Provinsi Banten, Ade Hidayat, S.Kom., M.AB., sebagai narasumber utama, yang akrab disapa Ahi di kalangan masyarakat.

Dengan mengangkat tema “Urgensi Pemekaran: Citra Daerah, Nilai Perjuangan, dan Kebutuhan Masyarakat,” kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menggali lebih dalam makna perjuangan dan langkah-langkah konkret menuju lahirnya Daerah Otonomi Baru (DOB) Cilangkahan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum CC IMC, Hendrik Arrizqy, menekankan pentingnya pemekaran daerah bukan sekadar sebagai pemenuhan ambisi administratif, melainkan juga sebagai manifestasi dari cita-cita luhur memperjuangkan citra daerah. Hendrik menyatakan bahwa perjuangan ini mencerminkan warisan nilai yang harus dipelihara dan dilanjutkan oleh generasi ke generasi.

Menurutnya, cita-cita pemekaran harus dibingkai dalam upaya mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur, agar kesejahteraan masyarakat tidak hanya menjadi slogan, melainkan nyata terasa hingga ke pelosok-pelosok Cilangkahan.

Memasuki sesi pemaparan, Ahi mengajak seluruh peserta menengok kembali perjalanan panjang perjuangan menuju DOB Cilangkahan. Ia mengungkapkan bahwa perjuangan ini telah berlangsung selama 21 tahun—sebuah perjalanan panjang yang sarat tantangan dan membutuhkan keteguhan hati semua pihak.

BACA JUGA:  Polda Banten Ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional, Perkuat Dukungan terhadap Pendidikan Berkualitas

Ahi kemudian mengulas tentang pentingnya mendorong kemajuan daerah melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Menurutnya, keberhasilan daerah bukan semata dinilai dari seberapa banyak proyek fisik yang berdiri, tetapi dari kualitas manusia yang mendiaminya. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya kehadiran Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Cilangkahan sebagai pusat pembentukan pola pikir masyarakat yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

“Perguruan Tinggi Negeri harus segera ada di Cilangkahan. Ini bukan hanya tentang pendidikan, tapi tentang membangun cara berpikir masyarakat untuk masa depan yang lebih baik,” tegas Ahi dengan penuh semangat.

Tak hanya membahas soal pendidikan, Ahi juga mengangkat persoalan potensi kelautan di sepanjang garis pantai Binuangeun hingga Bayah. Ia menyebutkan bahwa di sepanjang wilayah itu terdapat sedikitnya 11 muara yang berpotensi besar dalam mendukung ekonomi masyarakat nelayan. Namun, keterbatasan infrastruktur kerap menjadi hambatan besar.

Sebagai solusinya, Ahi mengusulkan agar pemerintah membangun dermaga-dermaga kecil di setiap muara, untuk memudahkan akses nelayan saat melaut. Dengan pembangunan tersebut, pendapatan para nelayan bisa ditingkatkan, sekaligus mendorong kontribusi sektor perikanan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan adanya dermaga kecil di setiap muara, kita bisa membantu nelayan menghadapi kendala di laut, seperti karang-karang yang menghambat jalur pelayaran. Ini bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat bawah,” urainya.

BACA JUGA:  IMC Rangkasbitung Soroti Dugaan Pelanggaran Etik ASN Kemenag Lebak: Desak Evaluasi dan Penegakan Disiplin

Lebih jauh, Ahi juga mengingatkan tentang potensi wisata yang dimiliki Cilangkahan. Terdapat sekitar 33 titik wisata yang saat ini dikelola baik oleh pemerintah maupun pihak swasta. Menurutnya, pengelolaan yang lebih terstruktur dan profesional terhadap destinasi wisata ini bisa menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi daerah.
Tidak ketinggalan, Ahi menyinggung kekayaan alam di kaki Gunung Halimun Salak, yang masuk dalam wilayah Kecamatan Cibeber. Ia mengungkapkan bahwa hasil penelitian menunjukkan gunung tersebut merupakan sisa pegunungan bawah laut yang menjulang ribuan tahun lalu, menjadikannya sumber daya alam yang sangat kaya.

Namun, Ahi mengingatkan bahwa keberadaan perusahaan-perusahaan ilegal di kawasan itu menjadi ancaman serius. Ia menyerukan agar pemerintah bertindak tegas menertibkan aktivitas perusakan alam yang tidak bertanggung jawab tersebut.
“Potensi alam kita luar biasa. Tapi kalau tidak ada pengawasan serius, kita hanya akan menyaksikan kehancurannya tanpa sempat menikmati manfaatnya,” pungkas Ahi, menutup paparannya.

Diskusi interaktif ini tak hanya menjadi ajang bertukar pikiran, tetapi juga mempertegas komitmen kolektif untuk terus memperjuangkan pemekaran Cilangkahan sebagai bagian dari ikhtiar membangun masa depan yang lebih adil, sejahtera, dan berkelanjutan.

DPR DPRD Mahasiswa
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

Banten

Peringati Hari Lahir Pancasila, Polda Banten Gelar Upacara dan Serukan Persatuan

Banten

STAI Nurul Hidayah Lebak Banten Wisuda 46 Sarjana dan Peringati Harlah Ke-14

Banten

UNMA Gelar Kurban Idul Adha, Sembelih 2 Sapi dan 3 Kambing, Perkuat Nilai Kepedulian

BERITA TERBARU

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

Kritik dan Dialektika Kebijakan Alokasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.