Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Parah! Israel telah Membunuh 16.248 Jiwa Warga Gaza, termasuk diantaranya 7.112 Anak-anak

Parah! Israel telah Membunuh 16.248 Jiwa Warga Gaza, termasuk diantaranya 7.112 Anak-anak

Berita Utama Rabu, 6 Desember 2023 5:14 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

GAZANAPUBLIKA.COM – Kabar terkini, jumlah korban tewas di Gaza akibat serangan Israel mencapai 16.248 orang, dengan 7.112 anak-anak termasuk di dalamnya, seperti yang dicatat oleh otoritas resmi Gaza, dikutip dari Anadolu Ajansi.

Dilapirkan, jumlah korban warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 16.248 orang, Selasa (5/12/2023).

Advertisement

“Para korban termasuk 7.112 anak-anak dan 4.885 perempuan, sementara lebih dari 43.616 lainnya terluka,” pernyataan dari media di Gaza seperti dikutip dari Anadolu Ajansı.

Menurut kantor media di Gaza, Sekitar 7.600 orang masih belum ditemukan, menurut kantor media di Gaza.

Sejak 7 Oktober lalu, Israel melancarkan serangan udara dan darat terus menerus di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas yang dilakukan Hamas sebelumnya.

Sementara berita terkini, korban tewas di Israel akibat serangan Hamas mencapai 1.200 orang.

Warga Israel yang bersaksi, mereka khawatir kelak tentara Israel malah akan membunuh mereka, bukan Hamas. Mereka sendiri yang dibunuh saat disandera.

Dalam laporan The Messenger, media Amerika, berjudul, Sandera yang Dibebaskan dijelaskan “Kami Khawatir Israel Akan membunuh Kami, nukan Hamas,” menurut saksi warga tersandera.

Dalam pertemuan sengit dengan Kabinet Perang Israel, wanita itu dengan keberaniannya berhasil membebaskan sandera dan kerabat yang masih ditahan, memberikan kilas harapan dalam situasi yang tegang.

BACA JUGA:  Pemerintah Jawab Kritik Dino Patti Djalal Terkait Kehadiran di Pemakaman Khamenei

Akibat warga Israel yang diculik Hamas, mereka sendiri akhirnya khawatir, mereka yang akan terbunuh oleh serangan udara dari tentara asal negara mereka sendiri lalu kematian kematian warga Israel disalahkan pada Hamas, bukan pada militer pemerintahnya sendiri, itu yang dikatalan seorang sandera yang telah dibebaskan, dikatakan hari Selasa (5/12/2023).

Menurut laporan dari situs berita Israel Ynet, seorang wanita yang namanya tidak disebutkan terlibat dalam pembicaraan di tengah pertemuan sengit antara Kabinet Perang Israel, yang kemudian berhasil membebaskan sandera beserta keluarga yang masih ditahan di Gaza.

“Saya berada di sana dan saya tahu betapa sulitnya berada di tempat penyaderaan,” kata seorang wanita yang diculik dari kibbutz Nir Oz.

“Kami duduk di dalam terowongan dan kami sangat takut bukan kepada Hamas, melainkan Israel sendiri yang akan membunuh kami, dan kemudian Israel akan berkata, ‘Hamaslah yang membunuhmu.’”

Wanita itu menjelaskan lagi: “Jadi, saya mohon sesegera mungkin untuk mulai menukar tahanan dan semua orang harus kembali ke rumah.”

“Tidak ada prioritas. Semua orang penting,” katanya agar pemerintah Israel segera melakukan pertukaran tawanan.

Wanita itu juga menggambarkan dirinya berada “di dalam rumah ketika ada penembakan di mana-mana,”.

BACA JUGA:  Kejagung Geledah 4 Perusahaan Milik Don Ritto, Diduga Tempat Pencucian Uang Kasus Febrie

Pernyataan ini sejalan dengan pengakuan para sandera lain yang dibebaskan, yang menyatakan bahwa mereka dipindahkan oleh para penculik mereka.

Ron Krivoli, warga ganda Israel-Rusia, dilaporkan memberi tahu bibinya bahwa ia berhasil melarikan diri dari sebuah gedung yang dihancurkan oleh serangan bom dari militer Israel.

Menurut bibi Yelena Magid dalam wawancara radio Israel, Krivoli mengalami empat hari bersembunyi dan berusaha mencapai perbatasan sebelum akhirnya ditangkap oleh warga Palestina yang kemudian “menyerahkan kembali ke tangan teroris.”

Krivoli dibebaskan oleh Hamas pekan lalu sebagai isyarat niat baik terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin. Pemerintahan Putin, satu-satunya kekuatan besar dunia yang saat ini mendukung Hamas selama konflik ini.

Bukan tanpa alasan, Israel mulai menyerang Gaza sebagai balasan atas Hamas yamg melancarkan serangan dadakan Oktober lalu.

Dari keterangan pemerintah Israel, sekitar 140 sandera saat ini masih dalam status sandera Hamas.

Sementara, Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas menjelaskan bahwa jumlah korban jiwa warga Palestina saat telah mencapai 16.000 jiwa, menurut Times of Israel.

Dari jumlah 16.248 orang korban, dilaporkan lebih dari 7.000 anak-anak dan hampir 5.000 laki-laki, dengan 7.000 mayat lainnya diyakini sudah terkubur reruntuhan akibat serangan Israel. (Sumber: TribunNews.com dari Anadolu Ajansi, The Messenger)

Advertisement

Hamas Israel Konflik
Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

Berita Utama

Ruben Onsu Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Awal Mula Dugaan Penipuan Investasi

Berita Utama

Polri Tegaskan Penetapan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Berdasarkan Lebih dari Dua Alat Bukti

BERITA TERBARU

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Polda Banten Imbau Orang Tua Awasi Anak agar Tak Terjebak Kericuhan Saat Penyampaian Aspirasi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.