Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Pemerintah Jawab Kritik Dino Patti Djalal Terkait Kehadiran di Pemakaman Khamenei

Pemerintah Jawab Kritik Dino Patti Djalal Terkait Kehadiran di Pemakaman Khamenei

Berita Utama Selasa, 7 Juli 2026 11:52 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Kritik tajam yang dilayangkan Dino Patti Djalal mengenai keterwakilan diplomasi Indonesia dalam pemakaman pemimpin tertinggi Iran akhirnya mendapat jawaban resmi dari Kementerian Luar Negeri. Menepis anggapan bahwa istana mengecilkan arti undangan Teheran, pemerintah memastikan Menteri Luar Negeri dan Ketua MPR akan hadir langsung dalam upacara penghormatan terakhir tersebut.

Gelombang polemik ini bermula dari kegelisahan Dino yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya. Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia tersebut mempertanyakan komitmen dan ketegasan prinsip politik luar negeri Indonesia saat mendengar kabar awal bahwa Indonesia hanya diwakili oleh duta besar.

Advertisement

Terkait hal tersebut, sebelumnya pernyataan Dino sebagai berikut:

“Bebas aktif yang luntur? Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah Indonesia tidak memenuhi undangan Iran untuk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yang terbunuh dalam serangan militer ilegal. Yang saya dengar, berbagai upaya gigih Iran untuk mengundang Pemerintah Indonesia tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri-tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita). Akhirnya, yang hadir hanya Dubes RI di Teheran-yang dianggap oleh Teheran sebagai sikap menyepelekan undangan ini,” tulis Dino dalam keterangan unggahannya, dikutip dari Detik.com.

BACA JUGA:  RESMI: Pemerintah Tetapkan 13 Juli Sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME, Bagaimana Status Liburnya?

Dino menyayangkan sikap tersebut, mengingat negara-negara besar dan tetangga di Asia Tenggara justru mengirimkan pejabat tinggi di tingkat menteri hingga kepala negara. Menurutnya, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar, Indonesia idealnya berada di barisan depan dalam menunjukkan solidaritas diplomasi.

“Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Pakistan, Kazakhstan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia satu-satunya yang absen mengirim delegasi,” katanya.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri itu bahkan berspekulasi mengenai adanya tekanan geopolitik global atau kemandekan birokrasi di internal pemerintahan yang membuat pengambilan keputusan berjalan lambat. Ia juga menyoroti keberadaan jajaran pejabat Kemenlu yang semestinya bisa diutus sejak awal ke Teheran.

“Apakah ini berarti polugri ‘bebas aktif’ kita mulai LUNTUR karena Indonesia takut/sungkan terhadap Amerika? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan manajemen sistem politik luar negeri yang membran-sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yang berani mengambil keputusan. Paling tidak Indonesia bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta-tapi beliau justru sibuk keliling Asia Tengah untuk kunjungan yang sifatnya rutin,” ujar dia.

BACA JUGA:  Langkah Baru Menuju Perdamaian: AS Tawarkan Proposal Konsesi Finansial dan Penghentian Militer kepada Iran

Bagi Dino, kehadiran fisik delegasi setingkat menteri atau pimpinan lembaga tinggi negara bukan sekadar formalitas, melainkan simbol hubungan bilateral yang mendalam. Langkah ini dinilai penting untuk mengirimkan pesan kuat ke dunia internasional mengenai posisi hukum Indonesia atas peristiwa yang menimpa Khamenei.

“Kita seakan melupakan bahwa Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dengan hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi Indonesia dalam acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yang sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bahwa adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yang melanggar hukum dan norma internasional,” ujar dia.

Menjawab kekhawatiran dan seluruh poin kritik tersebut, Kementerian Luar Negeri langsung meluruskan status kedatangan delegasi Indonesia. Melalui kepastian keberangkatan Menlu bersama Ketua MPR, pemerintah menegaskan bahwa hubungan bilateral dengan Iran tetap menjadi prioritas utama dan prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia sama sekali tidak memudar.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Nasional

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Nasional

Prabowo Sungkem kepada Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso di Muktamar NU ke-35

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

BERITA TERBARU

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Polda Banten Imbau Orang Tua Awasi Anak agar Tak Terjebak Kericuhan Saat Penyampaian Aspirasi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.