Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Siapa Sushila Karki, PM Sementara Nepal—Beri Pesan Tak Terduga?

Siapa Sushila Karki, PM Sementara Nepal—Beri Pesan Tak Terduga?

Berita Utama Selasa, 16 September 2025 0:39 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Nepal resmi menunjuk perdana menteri (PM) sementara usai gelombang demonstrasi dan kerusuhan besar yang mengguncang negeri itu. Akhir pekan lalu, Sushila Karki, mantan Ketua Mahkamah Agung, dilantik menjadi PM transisi menggantikan KP Sharma Oli yang mengundurkan diri setelah rumahnya dibakar massa. Hingga kini, keberadaan Oli belum diketahui.

“Saya, Sushila Karki… bersumpah atas nama negara dan rakyat untuk memenuhi tugas saya sebagai perdana menteri,” ujarnya dalam upacara pelantikan yang dipimpin Presiden Ram Chandra Paudel, dikutip AFP, Senin (15/9/2025).

Advertisement

PM Perempuan Pertama Nepal

Karki, 73 tahun, mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang duduk di kursi perdana menteri Nepal. Ia dikenal publik sebagai sosok independen dan berintegritas, meski pernah menghadapi proses pemakzulan saat menjabat sebagai Ketua MA hampir satu dekade lalu.

BACA JUGA:  Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

Penunjukan Karki terjadi setelah negosiasi intensif antara Panglima Angkatan Darat Nepal Jenderal Ashok Raj Sigdel, Presiden Paudel, serta perwakilan gerakan pemuda “Gen Z” yang menjadi motor demonstrasi.
Meski demikian, Karki kini dihadapkan pada tantangan besar: memulihkan hukum dan ketertiban, membangun kembali gedung parlemen dan fasilitas publik yang diserang, serta menjawab tuntutan perubahan dari generasi muda Nepal.

Dalam pidato perdananya, Karki menegaskan tidak berniat mempertahankan kekuasaan lebih dari enam bulan. “Tim saya dan saya di sini bukan untuk mencicipi kekuasaan. Kami tidak akan tinggal lebih dari enam bulan. Kami akan menyerahkan tanggung jawab kepada parlemen baru,” tegasnya, dikutip media India NTDV.

BACA JUGA:  Polri Tegaskan Penetapan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Berdasarkan Lebih dari Dua Alat Bukti

Ia juga mengumumkan kompensasi sebesar 1 juta rupee Nepal bagi keluarga setiap korban tewas, serta bantuan finansial dan biaya perawatan penuh bagi yang terluka.

Menurut The Himalayan Times, jumlah korban tewas dalam protes terbaru telah mencapai 72 orang, terdiri dari 59 demonstran, 10 narapidana, dan tiga aparat kepolisian. Lebih dari 500 orang lainnya mengalami luka-luka.

“Nepal sedang mengalami krisis ekonomi dan prioritas pemerintahan sementara adalah rekonstruksi dan stabilitas ekonomi,” tambah Karki.

Dengan mandat singkat ini, banyak pihak menilai Karki menjadi figur transisi penting dalam menentukan arah masa depan politik Nepal di tengah gejolak sosial dan ekonomi yang masih berlangsung.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version