Advertisement
GazanaPublika.com,Jakarta – Suasana di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat pada Senin (15/9/2025) siang terasa hangat. Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan Program Paket Ekonomi 2025, sebuah kebijakan yang digadang mampu menggerakkan ekonomi rakyat di tengah tantangan global.
Pengumuman resmi dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Keduanya tampak berdampingan saat menyampaikan rincian program di hadapan awak media.
Advertisement
“Paket Ekonomi 2025 ini terdiri dari delapan program akselerasi untuk tahun ini, empat program lanjutan di 2026, serta lima program khusus penyerapan tenaga kerja,” ujar Airlangga.
Paket ini, yang nilainya mencapai Rp 16,23 triliun, difokuskan pada upaya memberi ruang bernapas bagi pekerja, mahasiswa, dan pelaku usaha kecil. Beberapa program yang langsung mencuri perhatian publik di antaranya adalah:
• Magang bergaji: Lulusan perguruan tinggi bisa mengikuti program magang dengan uang saku setara UMP, sekitar Rp 3,3 juta per bulan, selama enam bulan.
• Insentif pajak: Pemerintah menanggung PPh Pasal 21, khususnya untuk sektor pariwisata, hingga 100% selama tiga bulan ke depan.
• Bantuan pangan: Keluarga penerima manfaat akan memperoleh 10 kg beras selama dua bulan, dengan opsi perpanjangan di Desember.
• Dukungan bagi pekerja informal: Ojol, kurir, hingga sopir angkutan akan mendapat subsidi iuran JKK dan JKM sebesar 50% selama enam bulan.
• Relaksasi perumahan: BPJS Ketenagakerjaan memberikan keringanan bunga KPR hingga batas BI Rate +3%.
• Padat karya tunai: Pekerjaan harian akan digelar melalui proyek Kementerian PUPR dan Kemenhub hingga akhir tahun.
• Deregulasi aturan: Percepatan penerapan PP 28/2025 yang diharapkan memangkas birokrasi investasi.
• Revitalisasi perkotaan: Perbaikan pemukiman dan penyediaan platform digital untuk UMKM dan pekerja ekonomi lepas.
Paket ini tidak berhenti di tahun berjalan. Empat program diperpanjang hingga 2026, di antaranya insentif pajak final UMKM sebesar 0,5% serta PPh 21 DTP untuk sektor pariwisata dan industri padat karya.
Tak kalah penting, pemerintah juga menyiapkan lima agenda besar untuk membuka lapangan kerja. Mulai dari operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, replanting perkebunan rakyat, pembangunan kampung nelayan merah putih, revitalisasi tambak pantura, hingga modernisasi kapal nelayan.
Menteri Keuangan Purbaya menekankan, kombinasi program tersebut dirancang untuk menjawab persoalan mendesak sekaligus menyiapkan fondasi pertumbuhan ekonomi jangka menengah. “Fokusnya pada daya beli rakyat, penciptaan lapangan kerja, dan menjaga optimisme ekonomi nasional,” ujarnya.
Dengan peluncuran Paket Ekonomi 2025, pemerintah menegaskan arah kebijakan fiskal dan sosialnya: membantu rakyat bertahan sekaligus mendorong transformasi ekonomi.
Advertisement
