Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Hilal di Bawah Ufuk, Awal Ramadan 1447 H Diperkirakan 19 Februari

Hilal di Bawah Ufuk, Awal Ramadan 1447 H Diperkirakan 19 Februari

Berita Utama Selasa, 17 Februari 2026 19:48 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Agama menggelar Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah di Hotel Borobudur, Selasa (17/2/2026). Paparan tim ahli menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk sehingga secara astronomis belum memungkinkan untuk terlihat.

Sidang diawali dengan seminar pembahasan rukyatul hilal yang menjadi bagian penting dalam proses penentuan awal bulan hijriah. Dalam pemaparannya, anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, menjelaskan bahwa hasil perhitungan hisab menunjukkan awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, namun tetap memerlukan konfirmasi rukyat.

Advertisement

“Tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah secara hisab imkanur rukyat MABIMS jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 Masehi. Ini hisab sifatnya informatif. Kita memerlukan konfirmasi verifikasinya melalui rukyat, yang nantinya menjadi bahan penetapan dalam sidang isbat malam ini,” kata Cecep dalam pemaparannya.

BACA JUGA:  Negara Rugi Ribuan Triliun, Presiden Prabowo Wajibkan Ekspor SDA Lewat Satu Pintu BUMN

Ia menyebutkan, posisi hilal memiliki elongasi 6,4 derajat atau sekitar 13 kali lebar piringan matahari maupun bulan. Berdasarkan kriteria MABIMS, terdapat dua syarat utama yang harus terpenuhi secara bersamaan, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat (toposentrik) dan elongasi minimal 6,4 derajat (geosentrik).

“Pada tanggal 29 Sya’ban, yang bertepatan dengan 17 Februari, posisi hilal di wilayah NKRI tidak ada yang memenuhi kriteria,” ujarnya.

Menurutnya, kelaziman penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah adalah melakukan rukyatul hilal, sementara hisab hanya bersifat informatif.

“Hisab sifatnya informatif dan kedudukan rukyat sebagai konfirmasi dari hisab,” tegasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan di wilayah Indonesia, tinggi hilal pada Selasa (17/2) berada pada rentang -2° 24′ 43″ (-2,41°) hingga -0° 55′ 41″ (-0,93°) dengan elongasi antara 0° 56′ 23″ (0,94°) sampai 1° 53′ 36″ (1,89°). Kondisi tersebut menyebabkan seluruh wilayah tidak memenuhi kriteria Visibilitas Hilal atau Imkan Rukyat MABIMS.

BACA JUGA:  Tuduhan Penyekapan Berbuntut Panjang, Kubu Hercules Resmi Laporkan Balik Anak Penulis Ahmad Bahar ke Polda Metro Jaya

“Oleh karenanya hilal menjelang awal Ramadan 1447 H pada hari rukyat ini secara teoritis diprediksi mustahil dapat dirukyat, karena posisinya berada di bawah ufuk pada saat matahari terbenam,” pungkasnya.

Hasil sidang isbat yang digelar malam hari akan menjadi keputusan resmi pemerintah mengenai penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Rizal Fadillah Jadi Tersangka: Pengamat Nilai Isu Ijazah Jokowi Lebih Menonjol daripada Identitas dan Stabilitas PSI di Jabar

Nasional

Ledakan Gudang Amunisi Puspalad Madiun: Satu Prajurit Gugur, Penyebab Masih Diselidiki

Nasional

Pemerintah Alokasikan Rp 3 Miliar untuk Setiap Koperasi Desa Merah Putih

Nasional

Dokter Tifa: 12 Tahun Jokowi Pejabat, Baru Akui Lulusan UGM Tahun 2017

BERITA TERBARU

Rizal Fadillah Jadi Tersangka: Pengamat Nilai Isu Ijazah Jokowi Lebih Menonjol daripada Identitas dan Stabilitas PSI di Jabar

Ledakan Gudang Amunisi Puspalad Madiun: Satu Prajurit Gugur, Penyebab Masih Diselidiki

Pemerintah Alokasikan Rp 3 Miliar untuk Setiap Koperasi Desa Merah Putih

Dokter Tifa: 12 Tahun Jokowi Pejabat, Baru Akui Lulusan UGM Tahun 2017

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.